RADAR TULUNGAGUNG– Presiden Prabowo Subianto, secara resmi melakukan perombakan besar dalam Kabinet Merah Putih pada Senin (8/9/2025).
Acara pelantikan empat menteri dan satu wakil menteri baru ini berlangsung di Istana Negara, Jakarta, pukul 16.00 WIB, menjadi sorotan utama publik.
Salah satu keputusan paling signifikan dalam perombakan kabinet ini adalah lengsernya Sri Mulyani Indrawati dari kursi Menteri Keuangan, yang telah menjabat selama sembilan tahun sejak era Presiden Joko Widodo.
Baca Juga: Sah, Purbaya Yudhi Sadewa Menggantikan Sri Mulyani Sebagai Menteri Keuangan, Ini Rekam Jejaknya
Pertanyaan besar pun muncul mengenai alasan Prabowo mengganti Sri Mulyani setelah masa jabatan yang begitu panjang dan stabil.
Menanggapi pertanyaan publik yang meluas, Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi dengan tegas memastikan bahwa keputusan penggantian Sri Mulyani bukan karena pengunduran diri maupun pencopotan.
Dalam keterangannya usai pelantikan, Prasetyo Hadi menjelaskan bahwa pergantian tersebut murni merupakan hak prerogatif Presiden Prabowo Subianto sebagai Kepala Negara dan Kepala Pemerintahan.
Ia menegaskan bahwa alasan Presiden Prabowo mengganti Sri Mulyani didasarkan pada evaluasi menyeluruh atas kinerja dan kebutuhan kabinet ke depan.
"Bukan mundur, bukan dicopot. Bapak Presiden selaku Kepala Negara dan Kepala Pemerintahan punya hak prerogatif. Atas evaluasi menyeluruh, beliau memutuskan untuk melakukan perubahan formasi," tegas Prasetyo Hadi.
Lebih lanjut, Prasetyo Hadi juga menambahkan bahwa tidak ada alasan spesifik tunggal yang membuat Sri Mulyani diganti.
Baca Juga: Kabar Baik! Menteri Keuangan Sri Mulyani Pastikan Tidak Ada Kenaikan Pajak di 2026
Keputusan ini didasarkan pada berbagai pertimbangan yang merupakan hak penuh Presiden."Dasar pertimbangannya banyak. Itu haknya Presiden," ujarnya.
Penjelasan ini mencoba meredakan berbagai spekulasi yang muncul terkait alasan Prabowo mengganti Sri Mulyani, menekankan bahwa perubahan ini adalah bagian dari strategi Presiden untuk membentuk formasi kabinet yang paling sesuai dengan visi dan misinya ke depan.
Posisi Menteri Keuangan yang strategis kini dipercayakan kepada Purbaya Yudhi Sadewa. Sebelum ditunjuk sebagai Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa menjabat sebagai Ketua Dewan Komisioner Lembaga Penjamin Simpanan (LPS).
Pengangkatannya menjadi salah satu fokus utama dalam reshuffle kali ini, sebagaimana disorot oleh berbagai media.
Bahkan, media asing juga menyoroti penunjukan Purbaya sebagai pengganti Sri Mulyani, dengan menyinggung risiko terjadinya capital flight atau pelarian modal.
Baca Juga: Sri Mulyani Hadir di Rapat Kabinet, Menko Bidang Ekonomi Bantah Menteri Keuangan Mengundurkan Diri
Selain Sri Mulyani, perombakan kabinet ini juga menyentuh beberapa posisi menteri lainnya. Budi Gunawan lengser dari Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam).
Demikian pula, Budi Arie Setiadi digantikan dari posisi Menteri Koperasi, Dito Ariotedjo dari Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora), serta Abdul Kadir Karding dari Menteri Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI).
Ini menunjukkan bahwa Presiden Prabowo Subianto memang melakukan evaluasi menyeluruh dan perubahan formasi yang signifikan dalam jajaran menterinya.
Para menteri dan wakil menteri baru yang dilantik bersama Purbaya Yudhi Sadewa mencakup beberapa nama penting.
Mukhtarudin diangkat sebagai Menteri Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI), menggantikan Abdul Kadir Karding. Ferry Juliantono kini menjabat sebagai Menteri Koperasi, menggantikan Budi Arie Setiadi.
Selain itu, Presiden Prabowo juga meresmikan pembentukan Kementerian baru, yaitu Kementerian Haji dan Umrah, dengan Mochamad Irfan Yusuf sebagai menterinya dan Dahnil Anzar Simanjuntak sebagai Wakil Menteri Haji dan Umrah. ****
Editor : Dharaka R. Perdana