RADAR TULUNGAGUNG - Pemerintah melanjutkan persiapan untuk pengembangan ekosistem Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP).
Salah satu jaminan yang diberikan adalah wacana pembatasan ritel modern di wilayah pedesaan. Sehingga, kinerja KDKMP diproyeksikan menjadi pusat ritel.
Wakil Menteri BUMN Kartika Wirjoatmodjo mengatakan, pihaknya sudah mempersiapkan ekosistem KDKMP tahun ini.
Kementerian BUMN dan pihak terkait mulai dengan sosialisasi mengenai proposal bisnis untuk koperasi-koperasi desa mandiri.
"Di Sidoarjo ini, kami mendatang kan 70 perwakilan koperasi. Namun, target kami ada 16 ribu Koperasi Merah Putih di seluruh Indonesia untuk dibiayai lalu dijalankan tahun ini," jelasnya saat sosialisasi pembiayaan dan pembuatan proposal bisnis di Sidoarjo Selasa (9/9/2025).
Pihaknya sudah mengerahkan seluruh BUMN di bidang ritel agar layanan yang diberikan oleh koperasi nantinya terstandarisasi.
Mulai dari pembiayaan untuk membangun toko, suplai bahan baku harian hingga produk pupuk yang biasanya dibutuhkan warga desa.
Baca Juga: Dilarang Ada Hambatan Ala Kertas, Presiden Prabowo Minta Program Prioritas Pemerintah Dipercepat
"Kami juga sudah bicara dengan Presiden agar nantinya ada keberpihakan kepada koperasi. Jadi kalau sudah ada koperasi, ritel modern akan dibatasi di wilayah itu. Sehingga, pasar di wilayah itu bisa maksimal untuk koperasi," paparnya.
Pembiayaan Tidak Sama
Pada kesempatan yang sama, Wakil Direktur Utama BRI Agus Noorsanto menjelaskan bahwa dukungan dari Himbara sangat maksimal untuk bisa mendukung lahirnya KDMP. "Namun, bukan berarti semua akan mendapatkan pembiayaan yang sama," ujarnya.
Baca Juga: Mendagri Tito Karnavian Dorong Pengaktifan Pos Ronda di Tingkat RT dan RW, Daerahmu Siap Memulai?
Memang, lanjut dia, aturan dari pemerintah mengatakan bahwa setiap koperasi akan mendapatkan kredit investasi senilai Rp 3 miliar dan kredit modal kerja sebesar Rp 2 miliar. Namun, angka tersebut adalah plafon maksimal. ****
Editor : Dharaka R. Perdana