RADAR TULUNGAGUNG - Media internasional, termasuk dari China, menyoroti keputusan Presiden Prabowo Subianto yang mencopot Sri Mulyani dari jabatan Menteri Keuangan secara mendadak.
Langkah ini terjadi di tengah gelombang protes nasional terkait beban ekonomi dan dinilai sebagai reshuffle paling mengejutkan dalam sejarah kabinet.
Posisi Sri Mulyani kini digantikan oleh Purbaya Yudhi Sadewa, ekonom senior yang dikenal vokal dan berani.
Media China Soroti 'Tumbangnya' Sri Mulyani
Media tersebut menyoroti bahwa reshuffle ini dilakukan di tengah meningkatnya tekanan publik atas kondisi ekonomi, termasuk demonstrasi besar-besaran terkait kenaikan harga dan tunjangan pejabat yang dianggap tidak adil.
China Daily mencatat bahwa "tumbangnya Sri Mulyani" bisa menandai babak baru dalam arah kebijakan ekonomi Indonesia di bawah pemerintahan baru Prabowo Subianto.
Menurut China Daily, pencopotan ini terjadi dalam waktu yang sangat cepat dan mengejutkan banyak pihak.
Mereka menyoroti fakta bahwa Sri Mulyani diberi tahu hanya satu jam sebelum rapat kabinet dimulai, sebuah tindakan yang dinilai tidak lazim untuk posisi strategis seperti Menteri Keuangan.
Media tersebut menulis bahwa "Indonesia kehilangan salah satu penjaga stabilitas ekonomi jangka panjangnya" dan menyebut Sri Mulyani sebagai arsitek utama kebijakan fiskal yang disiplin selama hampir dua dekade.
Penunjukan Purbaya Yudhi Sadewa sebagai Menteri Keuangan baru juga menjadi sorotan
Media China menyebut Purbaya sebagai sosok ekonom yang lebih "direct" dan memiliki gaya komunikasi yang konfrontatif terhadap lembaga internasional seperti IMF.
Dalam analisisnya, China Daily menyebut bahwa meskipun Purbaya memiliki rekam jejak teknokratik dan pemahaman mendalam terhadap ekonomi makro, ia tetap perlu meyakinkan pasar internasional bahwa arah kebijakan fiskal Indonesia tetap kredibel dan berkelanjutan.
Media tersebut menyebut Purbaya sebagai "teknokrat reformis generasi baru"yang berpotensi mengubah lanskap fiskal Indonesia, namun tetap harus membuktikan kemampuannya menjaga kepercayaan pasar global.
Dengan sorotan ini, terlihat bahwa perubahan besar di kabinet Indonesia bukan hanya berdampak secara nasional, tapi juga menjadi perhatian negara mitra strategis seperti Tiongkok. ****
Editor : Dharaka R. Perdana