RADAR TULUNGAGUNG - Proyek kilang minyak Tuban di Jawa Timur kembali menjadi sorotan. Setelah lama dikenal sebagai proyek strategis nasional yang digarap bersama Rusia, kini terungkap bahwa banyak investor asing lain diam-diam mulai melirik potensi besar dari mega proyek ini.
Kilang Tuban yang dikelola oleh PT Kilang Pertamina Internasional (KPI) ini memang menjadi salah satu prioritas pembangunan energi nasional.
Dengan nilai investasi ditaksir mencapai lebih dari USD15 miliar, proyek ini akan menjadi salah satu kilang terbesar di Asia Tenggara jika rampung sesuai target.
Salah satu daya tarik utama adalah lokasi strategis, dekat dengan jalur pelayaran internasional serta dukungan penuh dari pemerintah Indonesia.
Selain itu, kilang ini dirancang tidak hanya untuk pengolahan minyak mentah, tapi juga integrasi dengan petrokimia, yang berarti potensi keuntungan jangka panjang sangat menjanjikan.
Meski Rusia lewat Rosneft tetap menjadi mitra utama dalam proyek ini, namun dinamika geopolitik global dan tantangan internal membuat pemerintah Indonesia membuka ruang bagi investor lain untuk terlibat.
"Kami terbuka untuk berbagai opsi strategis guna memastikan proyek ini berjalan optimal," ujar sumber internal Pertamina yang enggan disebutkan namanya.
Masuknya investor asing dalam proyek Kilang Tuban bukan hanya soal suntikan dana. Lebih dari itu, hal ini membuka peluang bagi alih teknologi, penciptaan lapangan kerja baru, hingga mempercepat target Indonesia dalam mencapai kemandirian energi nasional.
Tak hanya itu, kawasan sekitar kilang di Tuban juga diproyeksikan tumbuh menjadi kawasan industri energi baru, yang tentunya akan berdampak langsung terhadap pertumbuhan ekonomi lokal dan daerah sekitarnya, termasuk wilayah Jawa Timur bagian barat.
Meski belum diumumkan secara resmi siapa saja investor baru yang akan masuk, sinyal kuat dari beberapa negara besar sudah mulai terasa.
Pemerintah Indonesia sendiri menargetkan tahap konstruksi utama dimulai penuh pada 2026, dengan produksi perdana dijadwalkan pada 2030. ****
Editor : Dharaka R. Perdana