RADAR TULUNGAGUNG - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa tengah bersiap melakukan langkah yang cukup mengejutkan.
Yakni menarik dana pemerintah senilai Rp200 triliun dari Bank Indonesia (BI) untuk kemudian disebar ke bank umum.
Langkah ini bukan tanya alasan. Uang sebesar itu selama ini dianggap "mengendap" dan tidak memberikan dampak nyata bagi ekonomi nasional.
Baca Juga: Bukan Kena Kasus, Ini 5 Hal Tak Biasa dari Mundurnya Rahayu Saraswati yang Bikin Publik Kaget!
Dana Pemerintah Tak Lagi "Nganggur" di BI
Selama ini, dana pemerintah banyak disimpan di Bank Indonesia. Ibaratnya seperti uang tabungan yang hanya disimpan, tapi tidak digunakan untuk hal produktif.
Purbaya ingin mengubah itu. Dana yang selama ini "tidur", akan dibangunkan dan disalurkan ke bank-bank umum agar bisa menggerakkan sektor riil.
"Kita perlu pastikan uang negara bekerja, bukan hanya disimpan," ujar Purbaya dalam keterangan resminya.
Tujuan Utama: Dorong Kredit, Perkuat Ekonomi
Dengan dana yang masuk ke bank umum, perbankan nasional diharapkan bisa lebih aktif menyalurkan kredit, khususnya ke sektor-sektor produktif seperti:UMKM, Pertanian, Industri kreatif, Infrastruktur daerah.
Apa Dampaknya ke Ekonomi dan Masyarakat?
1. Likuiditas Perbankan Meningkat
Bank umum akan memiliki tambahan dana besar yang bisa digunakan untuk ekspansi kredit. Artinya, pelaku usaha punya peluang lebih besar untuk mendapatkan pinjaman usaha.
2. Mendorong Pertumbuhan Ekonomi Daerah
Wilayah yang memiliki potensi besar di sektor pertanian dan UMKM, bisa ikut terdorong. Kredit yang lebih mudah diakses bisa membuka lapangan kerja baru dan meningkatkan daya beli masyarakat.
3. Risiko Inflasi Jika Tidak Terkelola
Jika dana tidak disalurkan dengan tepat, bisa memicu kenaikan harga barang (inflasi).Oleh karena itu, pemerintah menegaskan bahwa dana ini hanya boleh digunakan untuk sektor produktif. ****
Editor : Dharaka R. Perdana