Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

Musim Hujan di Sebagian Besar Wilayah Indonesia Bakal Datang Lebih Awal Tahun Ini, BMKG Ungkap Penyebabnya

Dharaka R. Perdana • Minggu, 14 September 2025 | 04:30 WIB

Hujan deras mengguyur Tulungagung pada Selasa (19/8). (DR PERDANA/RADAR TULUNGAGUNG)
Hujan deras mengguyur Tulungagung pada Selasa (19/8). (DR PERDANA/RADAR TULUNGAGUNG)

RADAR TULUNGAGUNG - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksikan musim hujan 2025/2026 di Indonesia akan datang lebih awal dari kondisi normal.

Berdasarkan pemantauan iklim terkini, sebagian wilayah Indonesia mulai memasuki musim hujan sejak Agustus 2025, dan secara bertahap akan meluas ke sebagian besar wilayah pada periode September hingga November 2025.

Kepala BMKG, Dwikorita Karnawati mengatakan, jika bandingkan dengan rerata klimatologis 1991–2020, awal musim hujan tahun ini cenderung maju di sebagian besar wilayah Indonesia.

Baca Juga: 120 Titik Banjir Muncul di Bali Hingga September, Ternyata Permasalahan Utama Bukan Hujan Deras, Lantas?

Musim hujan diprediksi berlangsung dari Agustus 2025 hingga April 2026, dengan puncak hujan yang bervariasi.

"Sebagian besar terjadi pada November–Desember 2025 di Sumatera dan Kalimantan, serta Januari–Februari 2026 di Jawa, Sulawesi, Maluku, dan Papua,” ungkapnya dalam Konferensi Pers Prediksi Musim Hujan 2025/2026 di Jakarta, Jum’at (12/9/2025).

Dari 699 Zona Musim (ZOM) di Indonesia, sebanyak 79 ZOM (11, persen) diprediksi akan memasuki musim hujan pada September 2025.

Baca Juga: Potensi Hujan Lebat Disertai Angin Kencang Membayangi Sejumlah Wilayah di Indonesia, Apakah Tulungagung Termasuk?

Meliputi sebagian besar Sumatera Utara, sebagian Riau, Sumatera Barat bagian utara, Jambi bagian barat, Bengkulu bagian utara, Bangka Belitung bagian selatan, Sumatera Selatan, sebagian kecil Jawa, Kalimantan Selatan, dan sebagian Papua Selatan.

Sebanyak 149 ZOM (21,3 persen) lainnya diprediksikan memasuki musim hujan pada Oktober 2025, yang meliputi sebagian Lampung, sebagian besar Pulau Jawa, Bali, sebagian Nusa Tenggara Barat, Sulawesi bagian selatan, dan Papua bagian tengah.

Sementara itu, 105 ZOM (15 persen) akan mulai mengalami musim hujan pada November 2025, yang meliputi sebagian besar Nusa Tenggara Barat dan Nusa Tenggara Timur, Sulawesi bagian tengah dan tenggara, sebagian Maluku, sebagian Papua Barat, serta sebagian Papua.

Baca Juga: Petani Tulungagung Harap-harap Cemas pada Awal Musim Tanam Kali Ini, Cuaca Tak Mendukung Bisa Memicu Serangan Hama

Jika dibandingkan dengan rerata klimatologis 1991–2020, sebanyak 294 ZOM (42,1 persen) akan mengalami awal musim hujan yang lebih cepat (maju), 50 ZOM (7,2 persen) sama dengan normalnya, dan 56 ZOM (8,0 persen) akan mengalami musim hujan yang lebih lambat (mundur).

Dengan kata lain, mayoritas wilayah Indonesia diprediksikan menghadapi musim hujan lebih cepat dari biasanya.

Secara umum, sifat hujan pada musim hujan 2025/2026 diprediksikan berada pada kategori normal (69,5 persen), artinya curah hujan musiman tidak jauh berbeda dengan biasanya.

Namun, terdapat 193 ZOM (27,6 persen) yang berpotensi mengalami musim hujan dengan sifat atas normal, di antaranya sebagian besar Jawa Barat, sebagian Jawa Tengah, beberapa wilayah Sulawesi, serta Maluku dan Papua.

Baca Juga: Prakiraan Cuaca Tulungagung dalam Seminggu ke Depan, Hindari Waktu Tertentu untuk Kenyamanan Perjalanan Anda

Selain itu, terdapat pula 20 ZOM (2,9 persen) yang diprediksi mengalami musim hujan bawah normal.

“Dengan kondisi ini, potensi ancaman bahaya hidrometeorologi yang dapat menyebabkan dampak seperti banjir, banjir bandang, genangan air, tanah longsor, dan angin kencang tetap perlu diwaspadai, terutama pada wilayah dengan prediksi curah hujan atas normal,” ujarnya.

Oleh karena itu, lanjut Dwikorita, BMKG mengimbau kementerian/lembaga, pemerintah daerah, sektor terkait, dan masyarakat untuk meningkatkan kesiapsiagaan.

Penyesuaian kalender tanam pertanian, pengelolaan waduk dan irigasi, perbaikan drainase, pengendalian hama di perkebunan, hingga langkah mitigasi dampak ancaman bahaya hidrometeorologi harus dilakukan sejak dini agar dampak dapat ditekan. ****

 

Editor : Dharaka R. Perdana
#bmkg #lebih awal #musim hujan