Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

Penyediaan Rumah Subsidi bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah Dipercepat, Kuota 2025 Naik Jadi 350 Ribu Unit

Dharaka R. Perdana • Kamis, 18 September 2025 | 19:20 WIB

Pemerintah pusat meningkatkan kuota rumah bersubsidi tahun ini bagi masyarakat berpenghasilan rendah. (kemenkeu.go.id)
Pemerintah pusat meningkatkan kuota rumah bersubsidi tahun ini bagi masyarakat berpenghasilan rendah. (kemenkeu.go.id)

RADAR TULUNGAGUNG –  Kuota rumah subsidi mengalami lonjakan signifikan pada 2025 ini, yakni dari 220 ribu menjadi 350 ribu unit.

Rumah subsidi ini diperuntukkan bagi masyarakat yang memiliki penghasilan rendah agar punya rumah layak huni.

Baca Juga: Perumahan Haji dan Bandara Taibah Jadi Salah Satu Agenda Kerja Sama Saudi–Indonesia, Ada Dewan Konsultasi Tertinggi

Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait menyampaikan bahwa hingga 15 September 2025, realisasi program rumah subsidi telah mencapai lebih dari 221 ribu unit.

Angka tersebut terdiri dari 175.662 unit yang sudah diserahkan serta 45 ribu unit dalam tahap pembangunan, ready stock, maupun proses akad kredit.

Baca Juga: Rahasia Ampuh Merawat Tanaman Hias agar Tetap Subur, Sehat, dan Indah di Rumah

“Bukti nyata perhatian Presiden Prabowo terhadap perumahan rakyat adalah peningkatan kuota subsidi yang cukup besar tahun ini, dan progresnya juga positif di lapangan,” ujar Maruarar di Istana Merdeka, Senin (15/9/2025).

Selain penambahan kuota, pemerintah juga meluncurkan terobosan baru berupa Kredit Usaha Rakyat (KUR) sektor perumahan senilai Rp130 triliun.

Baca Juga: Rumah Luluh Lantak Dijarah Massa, Eko Patrio Terpaksa Ngontrak: Habis, Nggak Ada yang Tersisa

Skema ini untuk pertama kalinya diarahkan khusus mendukung pembiayaan rumah rakyat, baik dari sisi suplai maupun permintaan.

Dari sisi suplai, KUR sebesar Rp117 triliun dapat dimanfaatkan kontraktor, developer, hingga toko bangunan dengan bunga hanya 6 persen setelah disubsidi pemerintah.

Baca Juga: Ciptakan Rumah Sehat dan Hemat dengan Menanam 10 Jenis Buah Ini di Halaman, Cocok untuk Lahan Sempit!

Sedangkan dari sisi permintaan, program ini menyasar pelaku UMKM yang memanfaatkan rumah sebagai tempat usaha, seperti homestay dan warung, dengan plafon pinjaman hingga Rp500 juta.

“Ini sejarah baru karena sejak Indonesia merdeka belum pernah ada KUR perumahan. Program ini sekaligus menjadi langkah nyata pemerintah melawan rentenir dan memperluas akses pembiayaan murah bagi rakyat,” tegas Maruarar.

Dengan percepatan penyediaan rumah subsidi serta dukungan KUR perumahan, pemerintah optimistis target peningkatan kepemilikan rumah layak huni bagi masyarakat berpenghasilan rendah dapat tercapai lebih cepat. ****

Editor : Dharaka R. Perdana
#lonjakan #rumah subsidi #penghasilan rendah