Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

Presiden Prabowo Pimpin Rapat Terbatas di Hambalang, Bahas Singkong hingga Tanggul Raksasa!

Shofia Indana Zulfa • Jumat, 19 September 2025 | 21:00 WIB
Presiden Prabowo Subianto memimpin rapat terbatas untuk membahas perkembangan berbagai isu strategis. (Instagram: @presidenrepublikindonesia)
Presiden Prabowo Subianto memimpin rapat terbatas untuk membahas perkembangan berbagai isu strategis. (Instagram: @presidenrepublikindonesia)

RADAR TULUNGAGUNG - Presiden Prabowo Subianto menggelar rapat terbatas (ratas) di kediamannya di Hambalang, Bogor, Jawa Barat, pada Kamis (18/9/2025).

Pertemuan penting ini melibatkan seluruh jajaran Kabinet Merah Putih yang membidangi perekonomian, serta instansi terkait, untuk membahas berbagai isu strategis di sektor pertanian, energi, dan infrastruktur.

Rapat koordinasi ini menunjukkan fokus pemerintah terhadap percepatan pengambilan kebijakan untuk kesejahteraan masyarakat dan ketahanan nasional.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, dalam akun Instagramnya, membenarkan kehadiran dalam ratas yang dipimpin langsung oleh Presiden Prabowo tersebut, setelah sebelumnya menghadiri acara di ITB Bandung.

Informasi mengenai rapat ini juga diunggah oleh Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya melalui akun Instagram resmi Sekretariat Kabinet, serta akun Instagram resmi Presiden, @presidenrepublikindonesia.

Fokus utama pembahasan mencakup penanganan masalah kesejahteraan petani ubi kayu/singkong, pengembangan energi terbarukan, serta pembangunan infrastruktur vital seperti tanggul raksasa.

Dalam ratas tersebut, Presiden Prabowo menekankan perlunya langkah cepat untuk menyelesaikan permasalahan terkait ubi kayu, singkong, dan tapioka.

Ini merupakan bagian dari upaya pemerintah untuk memastikan kesejahteraan petani tetap menjadi prioritas utama dalam setiap kebijakan.

Rencana ini akan melibatkan kolaborasi erat antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah, serta para pelaku industri untuk mencapai solusi yang komprehensif.

Keterlibatan berbagai pihak ini diharapkan dapat menciptakan ekosistem pertanian yang lebih stabil dan menguntungkan bagi petani di seluruh Indonesia, termasuk di daerah seperti Tulungagung yang memiliki potensi pertanian besar.

Fokus pada Sektor Pertanian: Kesejahteraan Petani Singkong dan Tapioka

Di sektor pertanian, pembahasan mendalam difokuskan pada upaya peningkatan kesejahteraan petani ubi kayu atau singkong, serta produsen tapioka.

Pemerintah pusat akan bekerja sama dengan pemerintah daerah untuk mengidentifikasi dan menyelesaikan akar masalah yang dihadapi para petani ini.

Kesejahteraan petani ditekankan sebagai fokus utama kebijakan yang akan diambil.

Hal ini menunjukkan komitmen pemerintah untuk tidak hanya meningkatkan produksi, tetapi juga memastikan bahwa hasil dari sektor pertanian dapat secara langsung dinikmati oleh para pelaku utamanya.

Langkah-langkah kebijakan khusus akan segera diambil, melibatkan pelaku industri untuk memastikan implementasi yang efektif.

Sektor Energi: Impor Etanol, Molase, dan Listrik Tenaga Surya Pedesaan

Beranjak ke sektor energi, rapat terbatas yang dipimpin oleh Presiden Prabowo dan jajaran menterinya membahas mekanisme impor etanol dan produksi tetes tebu atau molase.

Ini menunjukkan perhatian pemerintah terhadap diversifikasi sumber energi dan optimalisasi potensi lokal.

Selain itu, isu yang tidak kalah penting adalah rencana pembangunan pembangkit listrik tenaga surya di pedesaan.

Presiden Prabowo secara langsung menginstruksikan PT Danantara untuk menyiapkan prototipe listrik pedesaan berbasis tenaga surya.

Rencana ambisius ini ditargetkan akan mulai dibangun di sejumlah daerah dalam kurun waktu 3 hingga 5 bulan ke depan, sebuah langkah cepat untuk meningkatkan akses listrik di daerah terpencil.

Ketersediaan listrik yang stabil di pedesaan diharapkan dapat mendorong pertumbuhan ekonomi lokal dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat.

Infrastruktur Prioritas: Pembangunan Tanggul Raksasa (Giant Sea Wall)

Isu lain yang dibahas adalah rencana pembangunan dan pendanaan proyek infrastruktur besar, yaitu tanggul raksasa atau Giant Sea Wall di Pantai Utara Jakarta.

Proyek ini diproyeksikan memiliki dampak positif yang sangat besar, diperkirakan akan menguntungkan sekitar 50 juta masyarakat yang tinggal di sepanjang Pantai Utara Jawa (Pantura).

Menurut Seskab Teddy Indra Wijaya, rencana ini merupakan bagian integral dari upaya pemerintah dalam memperkuat ketahanan infrastruktur dan melindungi wilayah pesisir dari ancaman abrasi serta dampak perubahan iklim.

Pembangunan tanggul laut raksasa ini akan menjadi salah satu proyek strategis nasional yang bertujuan menjaga keberlanjutan lingkungan dan kehidupan masyarakat pesisir dalam jangka panjang. ****

Editor : Dharaka R. Perdana
#petani singkong #hambalang #giant sea wall #Kabinet Merah Putih #energi terbarukan #infrastruktur #Prabowo Subianto #rapat terbatas