Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

Benarkah Ompreng Makan Bergizi GratisTercemar Minyak Babi? Ini Fakta Sebenarnya

Resma Putri Anggraini • Sabtu, 20 September 2025 | 23:20 WIB

  

Isu minyak babi di ompreng MBG guncang publik! RMI-NU ungkap fakta, MUI & BPJPH siap investigasi (Wartajatim.com)
Isu minyak babi di ompreng MBG guncang publik! RMI-NU ungkap fakta, MUI & BPJPH siap investigasi (Wartajatim.com)

RADAR TULUNGAGUNG – Isu sensitif mengenai dugaan ompreng MBG mengandung minyak babi dalam wadah makanan yang digunakan untuk program Makan Bergizi Gratis (MBG) kini menjadi sorotan publik dan lembaga terkait.

Kontroversi ini pertama kali diungkap oleh Rabithah Ma'ahid Islamiyah Nahdlatul Ulama (RMI-NU) DKI Jakarta, memicu kekhawatiran serius di tengah masyarakat, khususnya umat Muslim, tentang kehalalan produk yang didistribusikan dalam program nasional ini.

Temuan ini bermula dari kunjungan pemasok ke sejumlah pabrik di Chaoshan, Cina, pada 19 Agustus 2025, yang menemukan indikasi penggunaan minyak hewani dalam proses produksi food tray impor tersebut.

Wakil Sekretaris RMI-NU DKI Jakarta, Wafa Riansyah, secara langsung menyaksikan pencampuran minyak hewani berupa lemak babi saat meninjau proses pencetakan wadah makanan di pabrik-pabrik di Cina.

Ia menegaskan bahwa temuan ompreng MBG mengandung minyak babi ini sangat mengkhawatirkan, terutama mengingat program MBG merupakan inisiatif pemerintah yang menyasar masyarakat luas.

Baca Juga: Reaksi Presiden Prabowo Ditagih MBG oleh Anak-anak di Lapangan, Target 82,9 Juta Anak hingga Akhir Tahun

Wafa bahkan menyatakan dirinya batal membeli produk tersebut setelah melihat langsung praktik yang bertentangan dengan prinsip kehalalan. 

Kekhawatiran publik semakin memuncak mengingat sekitar 80 persen siswa penerima manfaat program MBG saat ini menggunakan ompreng MBG yang diduga mengandung minyak babi impor dari Cina tersebut.

Angka ini menunjukkan skala penyebaran yang luas dan urgensi untuk segera menuntaskan investigasi serta memastikan kehalalan seluruh komponen program Makan Bergizi Gratis.

Wafa Riansyah menyatakan siap bertanggung jawab atas kebenaran informasi yang disampaikannya, bahwa pelumas yang mengandung minyak babi digunakan untuk melembutkan food tray yang kini diekspor ke Indonesia

Baca Juga: Viral Surat Pernyataan Orang Tua Murid MTsN 2 Brebes Diminta Tak Menutut Secara Hukum Jika Ada Dampak MBG, Kemenag Bantah Keluarkan

Menanggapi dugaan tersebut, Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana menjelaskan bahwa minyak memang digunakan dalam proses percetakan atau stamping wadah atau food tray. 

Sehingga bukan pada komponen food tray itu sendiri yang terbuat dari logam seperti nikel.

Dadan memastikan bahwa setelah dicetak, kandungan minyak tersebut akan dibersihkan dan direndam hingga steril, sehingga ia mengklaim tidak ada minyak di dalam food tray-nya.

Penjelasan ini juga telah ia sampaikan kepada Presiden Prabowo Subianto melalui panggilan telepon pada Kamis, 18 September 2025.

Namun, temuan Wafa Riansyah dari RMI-NU didukung oleh hasil uji laboratorium di Cina. Setelah gagal menguji sampel di Sucofindo Indonesia dan Singapura karena keterbatasan metode, Wafa mengirimkan sampel minyak pencetak ompreng ke Shanghai Weipu Testing Technology Group dan Shanghai Global Testing Services Co (GTS) di Cina.

Hasil uji laboratorium dengan metode fourier transform infrared spectrometer (FTIR), gas chromatography mass spectrometry (GC-MS), dan nuclear magnetic resonance spectrometer (NMR) menunjukkan adanya penggunaan lemak babi olahan sebagai komponen utama..

Baca Juga: Hari Koperasi ke-78, Koperasi Merah Putih di Tulungagung Sasar MBG untuk Optimalisasi Pasokan Bahan

Temuan ini telah dilaporkan kepada Majelis Ulama Indonesia (MUI). Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) berjanji akan melakukan survei langsung ke pabrik-pabrik di Cina untuk memverifikasi kebenaran kandungan minyak babi tersebut. 

Ke depan, BGN menyatakan akan fokus menggunakan ompreng hasil buatan industri dalam negeri yang rata-rata menggunakan minyak nabati atau dari tumbuhan.

BGN juga telah menjalin kerja sama dengan BPJPH agar seluruh food tray impor tersertifikasi halal untuk mencegah kejadian serupa terulang.

Publik menunggu pengumuman resmi dari pihak berwenang mengenai hasil uji dan langkah-langkah konkret selanjutnya untuk memastikan kehalalan food tray MBG yang beredar. ****

Editor : Dharaka R. Perdana
#minyak babi #Ompreng MBG #Makan Bergizi Gratis #china