Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

Presiden Prabowo Resmi Ubah Program 2025, Gaji ASN dan Pejabat Negara Siap-siap Melonjak

Shofia Indana Zulfa • Sabtu, 20 September 2025 | 00:45 WIB

Presiden Prabowo Subianto. (Setneg.go.id)
Presiden Prabowo Subianto. (Setneg.go.id)

RADAR TULUNGAGUNG - Kabar gembira datang bagi para aparatur negara di seluruh Indonesia, termasuk di Tulungagung.

Presiden Prabowo Subianto secara resmi telah mengubah fokus delapan Program Hasil Terbaik Cepat dalam Rencana Kerja Pemerintah (RKP) 2025.

Salah satu poin krusial adalah kenaikan gaji Aparatur Sipil Negara (ASN), Tentara Nasional Indonesia (TNI), Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri), serta pejabat negara.

Kebijakan penting ini diharapkan dapat membawa dampak positif yang luas, meningkatkan kesejahteraan dan motivasi kerja para abdi negara dalam menjalankan tugas-tugasnya.

Baca Juga: Presiden Prabowo Siapkan Lapangan Pekerjaan untuk Jutaan Orang, Ini 5 Program Unggulannya

Perubahan ini telah ditetapkan melalui Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 79 Tahun 2025 tentang Pemutakhiran Rencana Kerja Pemerintah 2025 pada tanggal 30 Juni 2025.

Pemutakhiran RKP 2025 ini menunjukkan komitmen Presiden Prabowo Subianto dalam mengakselerasi pembangunan nasional.

Beleid baru ini merupakan revisi dari Peraturan Presiden Nomor 109 Tahun 2024 tentang Rencana Kerja Pemerintah Tahun 2025.

Revisi tersebut telah disesuaikan berdasarkan Undang-Undang Nomor 62 Tahun 2025 tentang Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) Tahun Anggaran 2025.

Tujuannya sangat jelas, yaitu untuk memutakhirkan narasi, matriks pembangunan, sasaran pembangunan nasional 2025, program nasional, program prioritas, kegiatan prioritas, serta proyek prioritas yang dilengkapi dengan penjabaran indikator target dan alokasi pendanaan.

Ini adalah langkah strategis pertama dalam Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional (RPJPN) 2025-2045 dan menjadi penjabaran tahun pertama Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2025-2029.

Fokus utama dari perubahan ini, sebagaimana ditekankan oleh Presiden Prabowo Subianto, adalah peningkatan kesejahteraan ASN, guru, dosen, tenaga kesehatan, penyuluh, TNI/Polri, dan yang terbaru, pejabat negara.

Kenaikan gaji bagi pejabat negara menjadi sorotan khusus karena sebelumnya tidak tercantum dalam Perpres Nomor 109 Tahun 2024.

Hal ini menandakan adanya kebijakan baru yang lebih komprehensif di bawah pemerintahan saat ini.

Kebijakan tersebut bertujuan untuk memastikan bahwa semua elemen aparatur negara merasakan dampak positif dari program peningkatan kesejahteraan.

Kebijakan ini termasuk dalam delapan program hasil terbaik cepat atau quick wins yang dirancang untuk menghasilkan output signifikan dalam mencapai sasaran pembangunan nasional.

Kenaikan gaji ini mencakup berbagai kelompok strategis dalam pelayanan publik dan pertahanan negara.

Terutama bagi guru, dosen, tenaga kesehatan, dan penyuluh, peningkatan gaji diharapkan dapat memacu semangat dan kualitas kinerja mereka di bidang pendidikan dan pelayanan masyarakat.

Baca Juga: Pemerintahan Presiden Prabowo Siapkan 8 Program Akselerasi Pembangunan dengan Nominal Besar, Ini Rinciannya

Demikian pula dengan TNI dan Polri, yang memegang peranan vital dalam menjaga keamanan dan kedaulatan negara, peningkatan gaji ini menjadi bentuk apresiasi atas dedikasi mereka.

Keikutsertaan pejabat negara dalam skema kenaikan gaji ini menegaskan bahwa pemerintah ingin memastikan adanya insentif yang merata bagi seluruh jajaran aparatur negara.

Selain kenaikan gaji, pemutakhiran RKP 2025 ini juga memuat tujuh program prioritas lainnya yang tak kalah penting untuk mendukung percepatan pembangunan dan peningkatan kualitas hidup masyarakat.

Delapan program hasil terbaik cepat tersebut adalah:

1. Memberi makan siang dan susu gratis di sekolah dan pesantren, serta bantuan gizi untuk anak balita dan ibu hamil.

Program ini dikenal juga sebagai Makan Bergizi Gratis (MBG) dan ditujukan untuk mengatasi masalah gizi serta meningkatkan kesehatan generasi penerus bangsa sejak dini.

2. Menyelenggarakan pemeriksaan kesehatan gratis, menuntaskan kasus TBC, dan membangun rumah sakit lengkap berkualitas di setiap kabupaten.

Fokus pada kesehatan masyarakat ini menunjukkan prioritas pemerintah dalam menciptakan masyarakat yang lebih sehat dan akses layanan kesehatan yang merata.

3. Mencetak dan meningkatkan produktivitas lahan pertanian melalui pengembangan lumbung pangan di tingkat desa, daerah, dan nasional.

Program ini vital untuk memastikan ketahanan pangan dan kesejahteraan petani di seluruh pelosok negeri.

4. Membangun sekolah-sekolah unggul terintegrasi di setiap kabupaten, sekaligus memperbaiki sekolah-sekolah yang memerlukan renovasi.

Ini adalah upaya serius untuk meningkatkan kualitas pendidikan dan fasilitas belajar mengajar.

Baca Juga: Sebar Smart TV ke 330 Ribu Sekolah Hingga Akhir 2025, Presiden Prabowo Targetkan Lompatan Digitalisasi Pendidikan Nasional

5. Melanjutkan dan menambahkan program kartu-kartu kesejahteraan sosial serta kartu usaha untuk menghilangkan kemiskinan absolut.

Program ini merupakan jaring pengaman sosial yang diperkuat untuk masyarakat rentan dan berupaya menciptakan peluang ekonomi.

6. Menaikkan gaji ASN (terutama guru, dosen, tenaga kesehatan, dan penyuluh), TNI/Polri, dan pejabat negara, seperti yang telah dijelaskan sebelumnya.

7. Melanjutkan pembangunan infrastruktur desa dan kelurahan, termasuk Bantuan Langsung Tunai (BLT), serta menjamin penyediaan rumah murah bersanitasi baik bagi yang membutuhkan, khususnya generasi milenial, generasi Z, dan masyarakat berpenghasilan rendah (MBR).

Inisiatif ini berfokus pada pemerataan pembangunan dan penyediaan kebutuhan dasar papan.

8. Mendirikan Badan Penerimaan Negara (BPN) dan meningkatkan rasio penerimaan negara terhadap produk domestik bruto (PDB) hingga 23%.

Target rasio penerimaan negara sebesar 23% ini merupakan penambahan baru dalam regulasi, di mana sebelumnya hanya disebutkan optimalisasi penerimaan negara tanpa angka spesifik.

Pembentukan BPN ini diharapkan dapat mengoptimalkan pendapatan negara untuk membiayai program-program pembangunan.

Perubahan RKP 2025 ini juga mencakup revisi terhadap sasaran ekonomi makro.

Pemerintah kini menargetkan pertumbuhan ekonomi sebesar 5,3%, sedikit berubah dari target sebelumnya yaitu 5,3-5,6%.

Tingkat inflasi tetap ditargetkan 2,5% plus minus 1%, namun kurs rupiah terhadap dolar AS direvisi menjadi Rp 16.000 - Rp 16.900, dari sebelumnya Rp 15.300 - Rp 15.900 per dolar AS.

Dengan serangkaian pemutakhiran ini, pemerintah di bawah Presiden Prabowo Subianto menegaskan fokusnya pada program-program yang memberikan hasil cepat dan signifikan.

Program tersebut mencakup peningkatan kesejahteraan aparatur, pemerataan pembangunan, perbaikan gizi, kesehatan, pendidikan, serta penguatan sektor penerimaan negara.

Kebijakan ini diharapkan menjadi fondasi kuat bagi kemajuan Indonesia di masa depan, menjamin kesinambungan kemajuan bangsa dalam menghadapi tantangan dan peluang yang ada. ****

Editor : Dharaka R. Perdana
#kenaikan gaji polri #RKP #Kenaikan gaji tni #Program Prioritas Pemerintah #Presiden Prabowo #kenaikan gaji asn