Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

RESMI! Jokowi Diangkat Jadi Penasihat Global Bloomberg New Economy, Peran Vital Presiden ke-7 Indonesia di Peta Ekonomi Dunia

Mohammad Dzakwan Wahyu Nur Fauzan • Rabu, 24 September 2025 | 15:45 WIB

 

mantan presiden Joko Widodo
mantan presiden Joko Widodo

RADAR TULUNGAGUNG – Mantan Presiden Republik Indonesia ketujuh, Joko Widodo (Jokowi), secara resmi ditunjuk sebagai salah satu anggota Dewan Penasihat Global (Advisory Board) Bloomberg New Economy.

Penunjukan posisi prestisius ini diumumkan melalui situs resmi organisasi tersebut, setelah Dewan Penasihat Global yang baru dibentuk pada April 2025.

Masuknya nama Jokowi dalam jajaran dewan penasihat ini menempatkannya bersama 21 tokoh dunia berpengaruh lainnya, menandai pengakuan internasional terhadap peran Indonesia dan kepemimpinannya di panggung ekonomi global.

Bloomberg New Economy sendiri merupakan inisiatif global yang dilahirkan pada tahun 2018.

Forum ini didirikan atas dasar kesadaran akan pergeseran signifikan peta kekuatan ekonomi dunia, yakni dari Barat menuju Timur dan dari Utara menuju Selatan.

Baca Juga: Potensi Energi Panas Bumi Indonesia Belum Tergarap Maksimal, Pengamat Energi Bilang Begini

Pergeseran ini dipicu oleh berbagai faktor penting, termasuk demografi, globalisasi, dan digitalisasi.

Oleh karena itu, kehadiran sosok Jokowi, yang merupakan mantan Presiden Indonesia pertama yang tidak berasal dari kalangan elite politik atau militer, sangat penting.

Ia membawa perspektif unik sebagai politisi, insinyur, dan pengusaha yang pernah memimpin negara berkembang dengan peran krusial dalam pertumbuhan ekonomi global.

Dewan Penasihat Global ini dibentuk khusus untuk menghadapi tantangan global yang semakin kompleks.

Bloomberg New Economy menyatakan bahwa kelompok penasihat ini menghadirkan pengalaman di tingkat tertinggi dari berbagai sektor, termasuk bisnis, pemerintahan, dan organisasi multilateral.

Masukan dari para anggota dewan, termasuk Jokowi, akan sangat penting dalam membimbing upaya Bloomberg New Economy untuk mencari solusi terhadap isu-isu dunia.

Baca Juga: Bisnis Emas Melesat, Laba Bank Syariah Indonesia Menguat, Ini Rinciannya

Sejak berdiri, Bloomberg New Economy telah bertekad menjembatani dialog di tengah dinamika perubahan ekonomi global.

Organisasi ini merespons pergeseran kekuatan ekonomi dengan menggelar forum lintas negara yang mempertemukan pemerintah, perusahaan, investor, inovator, hingga aktivis.

Komunitas ini telah berkembang menjadi lebih dari 1.500 tokoh dunia.

Misi utama inisiatif ini adalah "menghadapi tantangan terbesar bagi kemakmuran global dan mendorong dialog menuju solusi".

Tantangan yang menjadi fokus meliputi persaingan geopolitik antara AS–China, risiko rantai pasok, perubahan strategi bisnis internasional, hingga mobilisasi modal untuk kepentingan publik.

Negara-negara berkembang kini memegang peran vital dalam pertumbuhan ini, di mana kesenjangan pembangunan menyempit berkat akses pendidikan, teknologi, perdagangan, dan investasi.

Acara Forum Bloomberg New Economy telah diselenggarakan di berbagai kota besar di dunia, seperti Singapura, Beijing, Marrakesh, Dublin, Panama City, dan São Paulo.

Dalam waktu dekat, Forum Bloomberg New Economy akan diselenggarakan di Singapura pada 19–21 November mendatang, dengan tema utama ‘Thriving in an Age of Extremes’.

Baca Juga: KPU Dituding Ubah Status Pendidikan Wapres Gibran Jadi S1 Saat Gugatan Rp125 Triliun Berjalan, Subhan Layangkan Protes

Deretan Tokoh Global di Dewan Penasihat

Penunjukan Bapak Jokowi sebagai anggota dewan penasihat global ini menjadikannya satu-satunya mantan kepala negara dalam daftar tersebut.

Dewan Penasihat Global Bloomberg New Economy dipimpin oleh dua tokoh yang memiliki rekam jejak kepemimpinan internasional yang mendalam:

1. Gina Raimondo: Mantan Menteri Perdagangan Amerika Serikat dan Co-Chair dewan.

2. Mario Draghi: Mantan Perdana Menteri Italia, mantan Presiden Bank Sentral Eropa, dan Co-Chair dewan.

Pendiri Bloomberg LP dan Bloomberg Philanthropies, Michael R. Bloomberg (yang juga menjabat sebagai pendiri Bloomberg New Economy), memuji pengalaman yang dibawa oleh Raimondo dan Draghi dalam memimpin dewan ini.

Bloomberg menekankan bahwa di tengah ketidakpastian geopolitik, kemajuan teknologi yang pesat, dan krisis iklim, misi Bloomberg New Economy menjadi lebih penting dari sebelumnya.

Selain kedua Co-Chair dan Presiden ketujuh Republik Indonesia, Joko Widodo, dewan ini diisi oleh sejumlah figur global terkemuka dari berbagai bidang, di antaranya:

1. Michael R. Bloomberg, Pendiri Bloomberg LP & Bloomberg Philanthropies dan mantan tiga periode Walikota New York City.

2. Gan Kim Yong, Wakil Perdana Menteri dan Menteri Perdagangan dan Industri Singapura.

3. Gita Gopinath, Wakil Direktur Pelaksana Pertama Dana Moneter Internasional (IMF) dan Profesor Ekonomi Gregory dan Ania Coffey, Universitas Harvard.

4. Noubar Afeyan, salah satu Pendiri Moderna dan CEO Flagship Pioneering.

5. Dawn Fitzpatrick, CEO & CIO Soros Fund Management.

6. Kai-Fu Lee, CEO 01.AI dan Ketua Sinovation Ventures.

7. Jorge Paulo Lemann, Ketua Lemann Foundation.

8. Strive Masiyiwa, Ketua & Pendiri Econet.

9. Ravi Menon, Duta Besar untuk Aksi Iklim, Pemerintah Singapura.

10. Suresh Prabhu, Mantan Menteri Perdagangan dan Industri, Republik India.

11. Marc Rowan, Salah satu Pendiri & CEO Apollo Global Management.

12. David Vélez, Salah satu Pendiri & CEO Nubank.

13. Josephine Wapakabulo, Pendiri & Managing Director TIG Africa.

Penunjukan ini menegaskan bahwa pengalaman yang dimiliki oleh tokoh-tokoh ini, termasuk pengalaman kepemimpinan Jokowi di Indonesia, dinilai krusial.

Khususnya untuk mendorong kemitraan publik-swasta dan menemukan titik temu untuk membangun kesejahteraan global di masa ketidakpastian.

Dengan pengetahuan mendalam tentang pasar dan komitmen terhadap kolaborasi global, dewan ini siap membimbing upaya Bloomberg New Economy ke depan. ****

Editor : Dharaka R. Perdana
#joko widodo #jokowi #mantan presiden #bloomberg new economy