RADAR TULUNGAGUNG - Peringatan Hari Tani Nasional (HTN) tahun ini dimanfaatkan oleh federasi petani, serikat buruh, dan organisasi sipil untuk menyuarakan tuntutan terkait reforma agraria sejati.
Penolakan terhadap Undang‑Undang Cipta Kerja, dan kritik terhadap proyek food estate yang dianggap merugikan petani.
Beberapa kelompok menyebut bahwa kebijakan agraria kini justru memperlebar ketimpangan kepemilikan lahan dan memanfaatkan strategi hak rakyat atas tanah demi proyek.
Baca Juga: Waspada Provokasi Saat Terjadi Demonstrasi, Berikut Cara Praktis Menghadapinya
Titik Aksi & Rute Massa
Titik awal massa dipusatkan di Patung Arjuna Wijaya, Gambir Jakarta Pusat. Dari sana, massa bergerak ke Gedung DPR/MPR RI sebagai lokasi aksi lanjutan.
Ada juga kerangka rute alternatif yang meliputi kawasan Stasiun Gambir ke arah Kedutaan Besar AS, Balai Kota Jakarta, Patung Kuda, dan Istana Negara sebagai jalur aksi utama.
Setelah massa berpindah ke DPR, sejumlah jalan seperti Medan Merdeka Barat sempat ditutup dan kemudian dibuka kembali ketika aksi berpindah lokasi.
Baca Juga: Presiden Prabowo Tegaskan Demo Harus Berizin dan Berhenti Tepat Waktu, Ini Alasannya
Pengamanan & Personel
Polisi dan aparat keamanan mempersiapkan diri secara masif untuk mengamankan aksi damai ini.
Pada tahun lalu, 8.340 personel gabungan disiagakan untuk menjaga keamanan di sekitar DPR dan kawasan pendukung aksi.
Sedangkan untuk demo HTN 2025, jumlah pengamanan bahkan dilaporkan mencapai 9.498 personel gabungan dari Polri, TNI, dan unsur Pemda.
• Pengamanan bersifat prosedural dan humanis, tanpa penempatan peralatan bersenjata, kecuali atas izin dan situasi khusus.
Editor : Dharaka R. Perdana