RADAR TULUNGAGUNG - Pencabutan ID Card reporter CNN Indonesia Diana Valencia untuk meliput di istana kepresidenan membuat masyarakat tersentak.
Bahkan kalangan organisasi profesi wartawan di Indonesia beramai-ramai meminta kepada Biro Pers, Media, dan Informasi (BPMI) Setpres untuk memulihkan akses liputan Diana Valencia.
Siapa sebenarnya sosok Diana Valencia?
Baca Juga: IJTI Soroti Pencabutan ID Card Wartawan CNN Indonesia Diana Valencia, Desak Penjelasan Istana
Dikutip dari akun Instagram pribadinya @dianavalenciagunawan, dia mengaku lahir di Jakarta, 1997.
Diana tumbuh dalam keluarga yang sangat menghargai buku dan hal itu membuatnya jatuh cinta pada penceritaan dan seni menulis cerita.
Setelah menyelesaikan sekolah menengah atas di Strada Saint Thomas Aquino Tangerang pada tahun 2015, ia melanjutkan studi Ilmu Komunikasi dengan minor Jurnalisme Multimedia di Universitas Multimedia Nusantara Tangerang.
Kehidupan kampus yang penuh tantangan, tetapi tetap tidak memudarkan tekad Diana untuk menjadi seorang jurnalis.
Jadi, ia melamar sebagai jurnalis magang di CNNIndonesia.com (2018) dan Harian Kompas (2019). Ia juga terpilih sebagai Duta Bahasa Banten pada tahun 2017.
Hal ini untuk melepaskan keprihatinannya tentang pentingnya bagi generasi muda untuk berbicara bahasa nasional. Ia lulus dengan pujian (cum laude) pada 2019.
Baca Juga: Dewan Pers Desak Akses Liputan Reporter CNN Indonesia Diana Valencia Dipulihkan
Kompas TV adalah rumah pertamanya dan saat ini sedang belajar di CNN Indonesia TV. Ia memulai karier jurnalistiknya pada September 2019 dan hingga kini masih bekerja sebagai reporter; meliput berita harian tentang berbagai isu, terutama politik.
Di waktu luang, Diana menyelinap ke kafe yang tenang atau mungkin kamarnya sendiri sambil membaca buku dan menikmati kopi.
Ia juga suka merekam video dengan ponsel dan mengunggahnya ke Instagram Story, tetapi tentu saja bercita-cita menjadi videografer profesional yang memiliki selera visual yang tinggi, mungkin seperti Linus Sandgren (La La Land) atau Robert Yeoman (The Grand Budapest).
Editor : Dharaka R. Perdana