RADAR TULUNGAGUNG - Apa Itu Kesaktian Pancasila? Kesaktian Pancasila merujuk pada keteguhan ideologi bangsa Indonesia.
Dalam menghadapi berbagai ancaman yang berusaha menggoyahkan persatuan dan keutuhan bangsa.
Istilah ini semakin dikenal setelah peristiwa G30S/PKI tahun 1965, di mana bangsa Indonesia menghadapi ancaman ideologi lain yang ingin menggantikan Pancasila.
Baca Juga: Makna Peringatan Hari Kesaktian Pancasila
Sejak saat itu, setiap 1 Oktober diperingati sebagai Hari Kesaktian Pancasila, untuk mengingatkan seluruh rakyat Indonesia bahwa Pancasila adalah dasar negara yang kokoh dan tidak bisa digantikan.
Sejarah Singkat Hari Kesaktian Pancasila
1. Tahun 1945 – Pancasila ditetapkan sebagai dasar negara melalui sidang BPUPKI dan PPKI.
2. Masa 1950-an – Banyak ideologi lain muncul, seperti liberalisme dan komunisme, yang mencoba memengaruhi bangsa.
3. 1965 – Terjadi peristiwa G30S/PKI yang menjadi ancaman nyata terhadap Pancasila.
4. 1 Oktober 1966 – Ditetapkan sebagai Hari Kesaktian Pancasila oleh Presiden Soeharto untuk memperingati keteguhan Pancasila dalam menjaga persatuan Indonesia.
Makna Kesaktian Pancasila
Baca Juga: Refleksi Hari Kesaktian Pancasila
Kesaktian Pancasila bukan berarti Pancasila memiliki kekuatan mistis, melainkan Keteguhan ideologi karena Pancasila tetap berdiri meski menghadapi berbagai cobaan.
Pancasila juga merupakan pemersatu bangsa, lantaran lima sila mampu menyatukan keberagaman suku, agama, budaya, dan bahasa.
Pancasila juga merupakan panduan kehidupan berbangsa, bahkan menjadi pedoman moral, hukum, dan politik di Indonesia.
Di era digital dan globalisasi, tantangan terhadap Pancasila justru semakin besar. Nilai-nilai Pancasila perlu terus dijaga agar bangsa tidak terpecah belah. Relevansinya antara lain:
1. Menghadapi radikalisme: Pancasila menjadi benteng ideologi yang menjaga persatuan.
2. Menangkal hoaks dan perpecahan: Nilai persatuan dan musyawarah penting di tengah derasnya arus informasi.
Baca Juga: Adu Kesaktian, Tujuh Pendekar Pelaku Pengeroyokan di Gandusari Dibui
3. Memupuk toleransi: Sila pertama hingga sila kelima mengajarkan hidup berdampingan dengan damai.
4. Membangun karakter bangsa: Pancasila menanamkan sikap gotong royong, adil, dan berkeadilan sosial.
Dalam kehidupan sehari-hari pun bisa dijadikan jalan untuk mengamalkan kesaktian Pancasila. Seperti menghargai perbedaan suku, agama, dan budaya, tak mudah terprovokasi berita palsu, dan lain sebagainya.
Namun yang terpenting adalah menanamkan nilai Pancasila pada generasi muda. ****
Editor : Dharaka R. Perdana