Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

Gantikan Loreng Malvinas, Seragam PDL TNI Baru Siap Dipakai Serentak Saat HUT ke-80, Tingkatkan Efektivitas Penyamaran di Medan Operasi

Mohammad Dzakwan Wahyu Nur Fauzan • Jumat, 3 Oktober 2025 | 18:00 WIB

 

Pakaian Dinas Lapangan (PDL) baru TNI.
Pakaian Dinas Lapangan (PDL) baru TNI.

RADAR TULUNGAGUNG – Tentara Nasional Indonesia (TNI) resmi mengumumkan penggunaan seragam Pakaian Dinas Lapangan (PDL) baru menggantikan loreng Malvinas bagi seluruh anggotanya.

Seragam lapangan yang baru ini akan mulai dipakai secara serentak oleh anggota TNI dari ketiga matra pada momen perayaan HUT TNI yang jatuh pada Minggu, 5 Oktober 2025. Perubahan signifikan pada seragam ini merupakan arahan langsung dari Panglima TNI.

Keputusan penggunaan seragam baru bagi personel TNI ini telah diresmikan melalui Keputusan Panglima (Keppang) terkait pengesahan perubahan motif PDL.

Baca Juga: Pernah Rekomendasikan Pemberhentian Prabowo dari Dinas Kemiliteran pada 1998, Inilah Rekam Jejak Djamari Chaniago di TNI

Wakil Panglima TNI Jenderal Tandyo Budi Revita mengumumkan rencana penting ini saat ia sendiri sudah mengenakan seragam PDL terbaru tersebut.

Jenderal Tandyo, yang ditemui di Kantor Kementerian Pertahanan (Kemenhan) di Jakarta pada hari Rabu (1/10/2025), mengonfirmasi bahwa seragam baru ini akan dipakai bersama dengan Kepala Staf Angkatan Darat (Wakasad) dan seluruh prajurit TNI lainnya pada tanggal 5 Oktober 2025.

Bahkan, pemakaian seragam baru ini telah mulai diberlakukan sejak tanggal 27 September 2025, berdasarkan Keppang yang ada.

Seragam PDL TNI terbaru ini membawa motif baru yang dirancang secara khusus untuk menggantikan motif loreng lama yang dikenal sebagai Loreng Malvinas. Loreng Malvinas sendiri telah digunakan prajurit TNI sejak tahun 1982.

Menurut Jenderal Tandyo, motif baru pada seragam PDL TNI ini mengusung fungsi yang lebih krusial, yaitu dirancang agar lebih efektif dalam penyamaran.

Secara spesifik, Tandyo menyebutkan bahwa seragam baru ini akan lebih membantu prajurit ketika bertugas di hutan atau medan operasi tertentu, menjadikannya "lebih tersamar".

Baca Juga: Meresapi Makna Peringatan Hari Batik Nasional 2 Oktober, Simbol Identitas dan Kebanggaan Bangsa

Perubahan seragam ini tidak hanya sekadar formalitas, namun didasari pertimbangan fungsional yang tinggi di medan tempur. Kemeja dan celana PDL yang baru ini dideskripsikan berwarna hijau anggur dengan motif loreng TNI.

Pemilihan warna baru, khususnya hijau anggur, diklaim oleh Jenderal Tandyo dapat meningkatkan efektivitas prajurit dalam melakukan penyamaran ketika berada di lingkungan hutan.

Wakil Panglima TNI bintang empat tersebut memastikan bahwa implementasi seragam PDL baru ini berlaku untuk semua matra.

Artinya, baik prajurit dari Angkatan Darat (AD), Angkatan Laut (AL), maupun Angkatan Udara (AU) akan tampil seragam menggunakan Pakaian Dinas Lapangan yang baru pada perayaan akbar HUT ke-80 TNI mendatang.

Penggunaan seragam PDL baru ini akan menjadi salah satu sorotan utama dalam perayaan HUT ke-80 TNI yang puncaknya diselenggarakan pada Minggu, 5 Oktober 2025. Lokasi perayaan puncak kembali dipusatkan di Monumen Nasional (Monas), Jakarta Pusat.

Ribuan prajurit TNI dari tiga matra (AD, AL, dan AU) telah terlibat dalam berbagai latihan intensif dan gladi kotor sebagai persiapan acara puncak.

Tercatat, kawasan silang Monas bahkan sempat berubah mendadak menjadi pangkalan militer karena adanya kegiatan ini, dan para prajurit telah bermalam di Monas sejak dua minggu sebelum acara puncak untuk memastikan kesiapan maksimal.

Baca Juga: Nihil Tanda Kehidupan, Tim SAR Kerahkan Crane Angkat Material Reruntuhan Ponpes Al Khoziny Sidoarjo

Tema besar yang diusung dalam peringatan HUT ke-80 TNI kali ini adalah "TNI Prima TNI Rakyat Indonesia Maju".

Tema ini bertujuan untuk memperkuat dan menekankan semangat pengabdian, patriotisme, serta peran vital TNI dalam menjaga keutuhan dan persatuan bangsa Indonesia.

Rangkaian kegiatan HUT ke-80 TNI sendiri sudah bergulir sejak bulan Agustus 2025. Acara puncak pada 5 Oktober nanti akan menyajikan berbagai atraksi yang memukau dan menunjukkan kekuatan alutsista TNI, termasuk upacara peringatan.

Baca Juga: Pertamina Perkuat Ketahanan Energi Nasional, Bangun Empat Tangki Kilang Balongan di Indramayu

Parade Alutsista dan Atraksi Udara

Berbagai elemen kegiatan utama yang akan ditampilkan pada hari puncak meliputi:

  1. Upacara peringatan.
  2. Defile atau parade pasukan.
  3. Parade alat utama sistem persenjataan (alutsista).
  4. Atraksi udara.
  5. Penerjun payung.
  6. Simulasi tempur darat dan udara.

Selain kegiatan di darat dan udara, TNI Angkatan Laut (AL) juga menyelenggarakan sailing pass di perairan Teluk Jakarta pada 2 Oktober 2025 kemarin..

Baca Juga: Intip Uang Pensiun Sri Mulyani Usai Mundur dari Menkeu, Benarkah Bisa Mencapai Puluhan Juta?

Dengan seragam PDL baru yang lebih efektif untuk penyamaran dan persiapan yang matang, prajurit TNI dari seluruh matra siap menyambut HUT ke-80 TNI sebagai momentum untuk menunjukkan dedikasi dan profesionalisme dalam menjaga kedaulatan negara.

Wakil Panglima TNI Jenderal Tandyo Budi Revita juga sempat memohon doa kepada seluruh masyarakat agar penggunaan seragam PDL TNI yang baru ini dapat berjalan lancar. ****

Editor : Dharaka R. Perdana
#PDL #Loreng Malvinas #hut tni #tni