Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

Loreng Malvinas Jadi Saksi 40 Tahun Kiprah TNI di Medan Operasi, Berikut Sejarah dan Perbedaan dengan Seragam PDL Baru

Dharaka R. Perdana • Jumat, 3 Oktober 2025 | 20:46 WIB

Ada perbedaan mendasar antara PDL baru TNI dan loreng Malvinas.
Ada perbedaan mendasar antara PDL baru TNI dan loreng Malvinas.

RADAR TULUNGAGUNG - Pada HUT ke-80 tahun ini, prajurit TNI harus mengucapkan sayonara pada loreng Malvinas yang selama 40 tahun menjadi ikon di berbagai operasi militer. 

Mabes TNI secara resmi mengganti Loreng Malvinas dengan pakaian dinas lapangan (PDL) baru yang dipakai seluruh matra.

Loreng Malvinas pertama kali digunakan oleh TNI pada tahun 1982. Nama “Malvinas” diambil dari konflik Perang Malvinas (Falklands War) antara Inggris dan Argentina.

Baca Juga: 11 Purnawirawan TNI Diganjar Pangkat Kehormatan oleh Presiden Prabowo Subianto, Ini Nama-namanya

Saat itu, desain loreng dengan blok besar berwarna hijau tua, cokelat, dan krem dianggap sesuai untuk penyamaran di medan tropis Indonesia.

Sejak itu, loreng Malvinas resmi menjadi seragam PDL standar bagi ketiga matra TNI Angkatan Darat, Angkatan Laut, dan Angkatan Udara.

Motif ini menemani prajurit dalam berbagai operasi penting, mulai dari Timor Timur, Aceh, Papua, hingga misi perdamaian dunia di bawah bendera PBB.

Baca Juga: Gantikan Loreng Malvinas, Seragam PDL TNI Baru Siap Dipakai Serentak Saat HUT ke-80, Tingkatkan Efektivitas Penyamaran di Medan Operasi

Perbedaan Loreng Malvinas dan Seragam PDL TNI Baru

Seiring perkembangan zaman, TNI melakukan pembaruan terhadap seragam tempurnya. Berikut beberapa perbedaan utama antara loreng Malvinas dan seragam PDL TNI terbaru:

1. Ukuran Loreng

Loreng Malvinas: menggunakan blok warna besar dengan pola sederhana.

PDL Baru: memakai blok warna kecil dengan detail lebih rapat sehingga memberi kesan dinamis.

2. Pilihan Warna

PDL Lama (Malvinas): dominasi hijau tua, cokelat tua, dan krem pucat.

PDL Baru: lebih variatif, termasuk hijau terang, hijau zaitun, cokelat tua, cokelat muda, hingga krem terang.

3. Fungsi Operasional

Loreng Malvinas: efektif untuk penyamaran di hutan tropis, tetapi kurang adaptif di medan lain.

PDL Baru: lebih fleksibel untuk berbagai kondisi vegetasi dan lingkungan operasi.

Alasan Pergantian Seragam

Penggantian seragam bukan hanya soal tren, melainkan hasil evaluasi panjang. Dunia militer modern menuntut perlengkapan yang lebih adaptif. Dengan loreng kecil dan gradasi warna lebih banyak, kemampuan kamuflase prajurit meningkat.

Baca Juga: Pernah Rekomendasikan Pemberhentian Prabowo dari Dinas Kemiliteran pada 1998, Inilah Rekam Jejak Djamari Chaniago di TNI

Selain itu, seragam baru mencerminkan citra TNI yang lebih profesional dan modern. Pada perayaan HUT ke-80 TNI bertema “TNI Prima, TNI Rakyat, Indonesia Maju, seragam baru ini juga menjadi simbol pembaruan serta kesiapan menghadapi tantangan global.

Selama lebih dari 40 tahun, loreng Malvinas menjadi bagian penting dalam sejarah militer Indonesia.

Namun, kebutuhan operasi modern mendorong TNI untuk memperkenalkan seragam PDL baru yang lebih adaptif, segar, dan sesuai dengan perkembangan zaman.

Dengan demikian, loreng Malvinas akan tetap dikenang sebagai simbol kejayaan masa lalu, sementara seragam PDL baru menjadi wujud transformasi TNI menuju masa depan. ***

Editor : Dharaka R. Perdana
#operasi militer #Loreng Malvinas #tni