Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

Cak Imin Angkat 4 Korban Selamat Ponpes Al Khoziny Sidoarjo Jadi Anak Asuh, Janji Biayai Pendidikan Hingga Kuliah

Resma Putri Anggraini • Sabtu, 4 Oktober 2025 | 04:15 WIB

 

Bentuk kepedulian, Cak Imin angkat 4 korban selamat tragedi Ponpes Al Khoziny Sidoarjo sebagai anak asuh hingga kuliah. (Antaranews)
Bentuk kepedulian, Cak Imin angkat 4 korban selamat tragedi Ponpes Al Khoziny Sidoarjo sebagai anak asuh hingga kuliah. (Antaranews)

RADAR TULUNGAGUNG – Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat (Menko PM), Abdul Muhaimin Iskandar alias Cak Imin, mengambil langkah kemanusiaan yang mendalam sebagai respons atas tragedi ambruknya bangunan Ponpes Al Khoziny di Sidoarjo.

Sebagai wujud kepedulian dan tanggung jawab moralnya, Cak Imin angkat korban selamat jadi anak asuhnya. Yakni Haikal, Syaiful Rozi, Nur Ahmad, dan Maulana.

Keputusan Cak Imin angkat korban selamat jadi anak asuh ini disertai dengan komitmen penuh untuk menjamin masa depan pendidikan mereka.

Cak Imin ini menegaskan akan menanggung seluruh biaya pendidikan keempat santri tersebut hingga mereka menyelesaikan jenjang perguruan tinggi.

"Insyaallah saya akan mengurus mereka sampai kuliah. Ini bentuk tanggung jawab moral agar mereka tetap punya masa depan yang cerah," ujar Cak Imin dalam keterangannya di Jakarta.

Langkah Cak Imin angkat korban selamat jadi anak asuh ini dilakukan di tengah suasana duka yang menyelimuti Ponpes Al Khoziny pasca-insiden yang terjadi pada 29 September 2025 lalu.

Cak Imin juga menyampaikan belasungkawa yang mendalam kepada seluruh keluarga korban, baik yang meninggal dunia maupun yang mengalami luka-luka.

"Semoga keluarga yang ditinggalkan senantiasa diberi kekuatan dan ketabahan menghadapi cobaan berat ini," katanya.

Baca Juga: Nihil Tanda Kehidupan, Tim SAR Kerahkan Crane Angkat Material Reruntuhan Ponpes Al Khoziny Sidoarjo

Tragedi di Ponpes Al Khoziny telah memakan banyak korban jiwa dan luka. Berdasarkan data sementara yang dihimpun oleh Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dan Basarnas, tercatat ada 108 orang yang menjadi korban insiden tersebut. 

Data yang dimutakhirkan hingga Kamis (2/10) sore menunjukkan bahwa dari korban selamat, 30 orang masih dirawat di rumah sakit, 73 orang sudah diperbolehkan pulang, dan sebanyak 58 orang lainnya masih dalam proses pencarian di bawah reruntuhan bangunan.

Proses evakuasi para korban pada awalnya dilakukan dengan sangat hati-hati. Tim SAR gabungan memutuskan untuk melakukan evakuasi secara manual tanpa menggunakan alat berat.

Langkah ini diambil dengan pertimbangan utama untuk memprioritaskan keselamatan korban yang kemungkinan masih hidup di bawah reruntuhan, sekaligus melindungi keselamatan para petugas di lapangan.

Baca Juga: Update Evakuasi Korban Tertimbun Reruntuhan Bangunan Ponpes Al Khoziny Sidoarjo, Tujuh Korban Berhasil Dievakuasi, Dua Meninggal Dunia

Namun, setelah dilakukan asesmen dan disimpulkan sudah tidak ada lagi tanda-tanda kehidupan, tim SAR gabungan memutuskan untuk masuk ke tahap selanjutnya dengan mengerahkan alat-alat berat untuk mengevakuasi korban yang diperkirakan sudah meninggal dunia.

Kepedulian yang ditunjukkan Menko PM Abdul Muhaimin Iskandar ini menjadi secercah harapan di tengah musibah yang melanda.

Dengan menanggung pendidikan Haikal, Syaiful Rozi, Nur Ahmad, dan Maulana, Cak Imin ingin memastikan bahwa tragedi ini tidak merenggut hak mereka untuk meraih masa depan yang lebih baik.

Komitmennya untuk membiayai pendidikan hingga jenjang universitas menunjukkan keseriusan dalam menjalankan peran barunya sebagai orang tua angkat bagi para santri tersebut.

Baca Juga: Korban Meninggal Jadi 3 Orang Pasca Runtuhnya Bangunan Ponpes Al Khoziny Sidoarjo, 91 Orang Diperkirakan Masih Tertimbun

Tindakan ini diharapkan dapat menjadi contoh dan menginspirasi berbagai pihak untuk turut serta memberikan dukungan, baik secara moril maupun materiil, kepada para korban bencana di seluruh tanah air.

Insiden di Sidoarjo ini juga menjadi pengingat keras bagi semua pihak akan krusialnya standar keselamatan bangunan, terutama di lingkungan pendidikan seperti pondok pesantren, untuk mencegah terulangnya kejadian serupa di masa mendatang.

Pemerintah diharapkan dapat mengambil langkah-langkah strategis untuk melakukan audit dan perbaikan infrastruktur di lembaga-lembaga pendidikan di seluruh Indonesia guna menjamin keamanan dan kenyamanan para pelajar dan santri. ****

Editor : Dharaka R. Perdana
#cak imin #sidoarjo #Menteri koordinator bidang pemberdayaan masyarakat #Ponpes Al Khoziny