RADAR TULUNGAGUNG - Perubahan pakaian dinas lapangan (PDL) di TNI beberapa waktu belakangan cukup menyita perhatian.
Pasalnya TNI secara resmi meninggalkan Loreng Malvinas yang sudah menemani sejak dekade 1980-an dengan PDL baru secara resmi pada HUT TNI ke-80 besok.
Kendati demikian, jika ditelisik lebih dalam di tiga matra TNI juga memiliki beberapa jenis loreng sendiri-sendiri.
Seragam loreng TNI tidak hanya berfungsi sebagai identitas prajurit, tetapi juga memiliki peran penting dalam kamuflase sesuai medan operasi.
Setiap matra, TNI Angkatan Darat (AD), TNI Angkatan Laut (AL), dan TNI Angkatan Udara (AU) memiliki motif loreng berbeda yang disesuaikan dengan kebutuhan taktis.
1. Loreng TNI Angkatan Darat (AD)
Ciri utama didominasi warna hijau terang, hijau zaitun, cokelat tua, cokelat muda, dan krem terang. Dengan motif blok-blok kecil dengan detail rapat untuk meningkatkan kamuflase. Loreng ini efektif digunakan di medan hutan tropis maupun area vegetasi darat lainnya.
Sejak 2022, TNI AD memperkenalkan desain baru menggantikan loreng Malvinas, sehingga lebih khas dan berbeda dari matra lain.
2. Loreng TNI Angkatan Laut (AL)
Ciri utama adalah dominasi warna biru tua, biru muda, abu-abu, dan hitam. Dengan motif pola abstrak yang menyerupai digital camo, memberi kesan modern dan menyatu dengan lingkungan laut.
Fungsi dirancang untuk kamuflase di area pesisir, kapal, serta perairan terbuka. Selain itu loreng TNI AL lebih mudah dikenali karena nuansa biru mendominasi, menegaskan identitas maritim.
3. Loreng TNI Angkatan Udara (AU)
Ciri utama berupa perpaduan warna biru, abu-abu, dan sedikit hijau gelap. Motif cenderung lebih halus dengan blok tidak terlalu besar, mirip loreng udara internasional.
Fungsi disesuaikan dengan kebutuhan kamuflase di area udara dan daratan terbuka. Loreng ini sering disebut blue strike camouflage karena nuansa biru dan abu-abu yang menonjol.
Baca Juga: 11 Purnawirawan TNI Diganjar Pangkat Kehormatan oleh Presiden Prabowo Subianto, Ini Nama-namanya
Perbedaan loreng TNI AD, TNI AL, dan TNI AU tidak hanya terletak pada warna, tetapi juga fungsi operasionalnya.
TNI AD fokus pada kamuflase di hutan dan daratan, TNI AL menonjolkan nuansa biru untuk lingkungan laut, dan TNI AU menggunakan kombinasi biru-abu untuk area udara dan terbuka.
Dengan perbedaan ini, setiap matra memiliki identitas visual yang khas sekaligus mendukung efektivitas prajurit dalam menjalankan tugas. ****
Editor : Dharaka R. Perdana