Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

Gaji Fantastis Rp 3,3 Juta per Bulan untuk Peserta Magang Pemerintah, Kuota 20 Ribu Fresh Graduate Dibuka Oktober 2025, Ini Jadwalnya

Iqbal Pangestu • Senin, 6 Oktober 2025 | 19:38 WIB

Pemerintah Indonesia resmi mengeluarkan Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 79 Tahun 2025 sebagai bentuk pemutakhiran terhadap Rencana Kerja Pemerintah (RKP) Tahun 2025.
Pemerintah Indonesia resmi mengeluarkan Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 79 Tahun 2025 sebagai bentuk pemutakhiran terhadap Rencana Kerja Pemerintah (RKP) Tahun 2025.

RADAR TULUNGAGUNG - Pemerintah Indonesia kembali menunjukkan komitmen seriusnya dalam mengatasi masalah pengangguran lulusan perguruan tinggi melalui peluncuran program magang berskala nasional.

Program yang dikenal sebagai Magang Hub Kemnaker ini telah menarik perhatian luas karena menawarkan insentif finansial yang sangat kompetitif bagi para pesertanya.

Program magang pemerintah ini secara resmi akan dimulai pada tanggal 15 Oktober 2025, memberikan peluang emas bagi 20 ribu fresh graduate di seluruh Indonesia untuk mendapatkan pengalaman kerja industri yang relevan.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, sebelumnya telah mengumumkan rencana besar ini sejak pertengahan September.

Baca Juga: Lowongan Terbaru PPPK 2025 di Kemensos untuk Tunjang Guru Sekolah Rakyat, Simak Syarat dan Ketentuan Khusus untuk Pendaftarannya

Para peserta yang berhasil lolos seleksi dalam skema ini akan menerima uang saku sebesar rata-rata Upah Minimum Provinsi (UMP).

Jumlah yang ditetapkan adalah Rp 3,3 juta per bulan. Pemberian uang saku ini merupakan upaya nyata pemerintah untuk memastikan bahwa peserta magang mendapatkan kompensasi yang layak selama durasi program.

Ketentuan mengenai pemberian uang saku ini telah diatur secara rinci dalam Peraturan Menteri Ketenagakerjaan (Permenaker) Nomor 8 Tahun 2025 tentang Pedoman Pemberian Bantuan Pemerintah Program Pemagangan Lulusan Perguruan Tinggi.

Adapun kuota yang dipatok oleh pemerintah untuk inisiatif ini adalah sebanyak 20.000 orang. Program ini secara khusus ditujukan bagi lulusan Diploma dan Sarjana yang baru saja menyelesaikan studi mereka, dengan batasan maksimal satu tahun setelah kelulusan.

Airlangga Hartarto menjelaskan bahwa persyaratan ini dirancang untuk memastikan adanya link-and-match yang kuat antara dunia pendidikan tinggi dan kebutuhan industri.

Diharapkan, sekitar 10 persen dari fresh graduate dapat langsung masuk ke lapangan kerja setelah menyelesaikan program magang selama enam bulan ini.

Rincian Uang Saku dan Manfaat Jaminan Sosial

Besaran uang saku sebesar Rp 3,3 juta per bulan tersebut telah dikalkulasikan berdasarkan estimasi awal Upah Minimum Provinsi (UMP).

Menteri Ketenagakerjaan Yassierli mengungkapkan bahwa perhitungan anggaran program ini didasarkan pada perkiraan biaya Rp 3,3 juta dikalikan enam bulan masa magang, kemudian dikalikan 20.000 peserta.

Total anggaran yang dialokasikan pemerintah untuk merealisasikan program ambisius di tahun 2025 ini mencapai Rp 198 miliar.

Masa pemagangan ini sendiri direncanakan akan berlangsung selama enam bulan, yakni mulai dari 15 Oktober 2025 hingga 15 April 2026.

Selain mendapatkan uang saku, peserta program magang pemerintah ini juga akan memperoleh berbagai manfaat penting lainnya. Berdasarkan Pasal 8 Permenaker No. 8 Tahun 2025, peserta akan didaftarkan dalam program jaminan sosial ketenagakerjaan.

Jaminan sosial yang diberikan meliputi jaminan kecelakaan kerja (JKK) dan jaminan kematian (JKM) pada kepesertaan bukan penerima upah.

Biaya yang dibutuhkan untuk jaminan sosial ketenagakerjaan bagi peserta ini akan dibebankan pada Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) Direktorat Bina Penyelenggaraan Pelatihan Vokasi dan Pemagangan.

Lebih lanjut, manfaat lain yang akan diterima oleh peserta meliputi pendampingan mentor profesional dan juga evaluasi kinerja yang dilakukan setiap bulan.

Baca Juga: Gen Z di Ambang Kelelahan: Apa yang Membuat Mereka Rentan Burnout di Dunia Kerja dan Bagaimana Menyelamatkannya?

Jadwal Pendaftaran dan Peran Industri

Sesuai jadwal yang dirilis oleh Kementerian Ketenagakerjaan, proses pendaftaran program ini berlangsung sangat cepat dan terstruktur.

Tahapan pendaftaran meliputi:

1. Pendaftaran Perusahaan dan Usulan Program Pemagangan: Berlangsung dari 1 hingga 7 Oktober 2025.

2. Pendaftaran Peserta Pemagangan: Dijadwalkan pada 7 hingga 12 Oktober 2025.

3. Seleksi dan Pengumuman Peserta: Akan dilaksanakan pada 13 hingga 14 Oktober 2025.

Untuk menyalurkan uang saku kepada para peserta, pemerintah telah menunjuk beberapa bank penyalur besar, termasuk PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk, PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk, PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk, PT Bank Mandiri (Persero) Tbk, dan PT Bank Syariah Indonesia Tbk. Program ini menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah dan sektor industri.

Semua perusahaan, baik swasta maupun Badan Usaha Milik Negara (BUMN), diundang untuk berkontribusi asalkan telah terdaftar dalam Wajib Lapor Ketenagakerjaan Perusahaan (WLKP).

Hingga tanggal 5 Oktober 2025, sebanyak 544 perusahaan swasta dan BUMN telah terdaftar sebagai penyelenggara program magang ini, sesuai data yang terdapat di situs resmi maganghub.kemnaker.go.id.

Beberapa BUMN besar yang sudah terdaftar sebagai penyelenggara, di antaranya adalah PT Bank Negara Indonesia (Persero) atau BNI, PT Bank Rakyat Indonesia (Persero), PT Kereta Api Indonesia (KAI), PT Pertamina Power Indonesia, PT Jasamarga (Persero), PT Hutama Karya, Semen Gresik, dan PT Sinergi Gula Nusantara.

Perusahaan swasta juga turut meramaikan program ini, meliputi PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia, PT Aeon Indonesia, Trans Grosir Indonesia, PT. Garudafood Putra Putri Jaya, Ramayana Lestari Sentosa, Nadesico Nickel Industry, Graha Santika Dyandra, serta Amaris Hotel Padang.

Model link-and-match ini diatur di tingkat pusat, namun penerapannya disesuaikan dengan kebutuhan tenaga kerja di tiap daerah.

Airlangga Hartarto berharap lulusan dari perguruan tinggi di daerah, seperti di Jawa Timur (termasuk wilayah Tulungagung), dapat dipekerjakan atau diserap oleh industri-industri yang berada di daerah setempat.

Mengingat pendaftaran peserta hanya dibuka sebentar, dari 7 hingga 12 Oktober 2025, lulusan baru di Tulungagung dan sekitarnya yang memenuhi syarat kelulusan maksimal satu tahun diharapkan segera memanfaatkan peluang dari program magang pemerintah ini. ****

Editor : Dharaka R. Perdana
#dunia kerja #magang #program pemerintah