Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

Menteri PU Tegaskan Bangun Ulang Gedung Ponpes Al Khoziny Sidoarjo, Anggaran Disiapkan Sepenuhnya dari APBN

Mohammad Dzakwan Wahyu Nur Fauzan • Kamis, 9 Oktober 2025 | 20:35 WIB

Reruntuhan mushola PONPES Al Khoziny beberapa waktu lalu.
Reruntuhan mushola PONPES Al Khoziny beberapa waktu lalu.

RADAR TULUNGAGUNG – Menyusul tragedi ambruknya gedung asrama santri, Pemerintah melalui Kementerian Pekerjaan Umum (PU) memastikan akan segera membangun ulang gedung Ponpes Al Khoziny di Sidoarjo.

Keputusan ini diambil setelah Menteri PU Dody Hanggodo melakukan perhitungan dan menilai bahwa perbaikan atau tambal sulam pada struktur bangunan yang ambruk justru akan memakan biaya yang lebih besar dibandingkan dengan membangun fasilitas baru dari nol.

Insiden tragis di Ponpes Al Khoziny pada akhir September lalu, yang menelan banyak korban jiwa, mendorong Kementerian PU untuk mengambil langkah darurat guna memastikan keselamatan dan keberlangsungan kegiatan belajar mengajar.

Menteri PU Dody Hanggodo menegaskan bahwa pembangunan ulang fasilitas di Al Khoziny akan dibiayai menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

Meskipun anggaran untuk pondok pesantren seharusnya berada di bawah wewenang Kementerian Agama, insiden ambruknya gedung di Sidoarjo ini dikategorikan sebagai kondisi darurat, sehingga Kementerian PU merasa perlu dan wajib untuk turun tangan langsung.

Baca Juga: Klaim Bukti Baru dari KPU, Pakar Telematika Desak Bareskrim Buka Kembali Kasus Dugaan Ijazah Palsu Jokowi

Dody mengeklaim bahwa anggaran dari APBN cukup meskipun kementeriannya juga tetap membuka peluang bagi pihak swasta atau pihak lain yang ingin ikut berkontribusi dalam pendanaan proyek kemanusiaan dan pendidikan ini.

Keputusan untuk merobohkan dan membangun baru, alih-alih mencoba memperbaiki gedung yang sudah ada, didasari oleh pertimbangan efisiensi dan keamanan.

Dalam pertemuan dengan Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat, Abdul Muhaimin Iskandar, di Kantor Kementerian PU Jakarta pada Selasa (7/10), Dody Hanggodo menyampaikan bahwa bangunan yang ambruk, terutama bagian yang berwarna hijau, akan lebih hemat jika dirobohkan total.

"Prakiraan saya, kemarin saya ke sana itu, bangunan yang warna hijau itu mesti lebih murah kalau dirobohkan. Ya dibangun baru dari nol, dari pada kita tambal sulam," ujar Dody, yang menandakan komitmen untuk memastikan struktur baru memiliki kualitas yang lebih baik dan aman bagi para santri.

Baca Juga: Dana Transfer Daerah Dipangkas, Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi Bersumpah Anggaran Jalan Naik Rp 3,5 Triliun

Meskipun besaran pasti anggaran yang dibutuhkan untuk membangun gedung Ponpes Al Khoziny dari awal masih dalam proses perhitungan, Kementerian PU telah memastikan bahwa sumber dana utama akan berasal dari APBN.

Keterlibatan Kementerian PU dalam pembangunan ini ditekankan sebagai respons terhadap situasi darurat yang terjadi di Sidoarjo.

Dody Hanggodo menjelaskan bahwa meskipun pembangunan dan perawatan fasilitas pondok pesantren secara umum merupakan tanggung jawab Kementerian Agama, situasi yang menimpa Ponpes Al Khoziny memaksa Kementerian PU untuk segera bertindak.

Ini menunjukkan prioritas pemerintah dalam menangani dampak bencana struktural yang memakan korban jiwa.

Selain itu, Dody Hanggodo juga mengisyaratkan bahwa pembangunan kembali Ponpes Sidoarjo di masa depan harus memenuhi syarat memiliki Persetujuan Bangunan Gedung (PBG).

Sebuah isu yang sebelumnya disoroti karena banyaknya pondok pesantren yang belum memiliki Izin Mendirikan Bangunan (IMB) pada umumnya.

Baca Juga: BMKG Beri Peringatan Indonesia Dihantui Ancaman Curah Hujan Tinggi Akibat Fenomena Akhir Tahun 2025, Ini Dampaknya

Menanggapi meluasnya isu keselamatan struktur bangunan sekolah dan pondok pesantren setelah insiden Ponpes Al Khoziny, Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat Abdul Muhaimin Iskandar atau yang akrab disapa Cak Imin, mengumumkan langkah preventif penting dari pemerintah.

Pemerintah akan segera membuka layanan hotline bagi masyarakat yang ingin melaporkan atau mengadukan kondisi bangunan sekolah, khususnya pondok pesantren, yang dinilai rawan rubuh atau ambruk.

Cak Imin berharap, dengan adanya hotline ini, masyarakat dan pihak pesantren yang merasa bangunannya berisiko dapat segera melakukan konsultasi dengan pihak berwenang.

"Nomor layanan hotline segera diumumkan dalam waktu dekat. Tolong disampaikan kepada masyarakat, pesantren-pesantren yang merasa rawan, konsultasi saja dengan hotline," jelas Cak Imin.

Baca Juga: Gestur Bahlil Colek Paha Rosan Saat Prabowo Ungkap Kerugian Tambang Ilegal Capai Rp300 Triliun Picu Spekulasi Warganet, Ada yang Bilang Begini

Tragedi yang melatarbelakangi keputusan pembangunan ulang ini adalah ambruknya gedung tiga lantai di asrama putra Pondok Pesantren Al Khoziny, yang juga mencakup sebuah musala, di Buduran, Sidoarjo. Peristiwa nahas itu terjadi pada sore hari, Senin, 29 September 2025.

Saat kejadian, laporan menunjukkan bahwa ratusan santri sedang menunaikan Salat Ashar berjemaah di gedung tersebut.

Mirisnya, bangunan tiga lantai tersebut diketahui masih berada dalam tahap pembangunan ketika insiden terjadi.

Upaya pencarian dan evakuasi yang dilakukan oleh Basarnas berakhir pada Selasa (7/10). Data akhir yang dicatat Basarnas menunjukkan betapa parahnya dampak insiden tersebut.

Total korban yang tercatat dalam insiden ambruknya gedung Ponpes Al Khoziny mencapai 171 orang. Dari jumlah tersebut, sebanyak 104 orang berhasil diselamatkan.

Namun, duka mendalam menyelimuti insiden tersebut karena Basarnas juga mencatat 67 orang meninggal dunia. Korban meninggal dunia ini termasuk delapan body part atau bagian tubuh yang berhasil ditemukan.

Dengan rencana pembangunan ulang yang didanai APBN, pemerintah berharap dapat segera memulihkan fasilitas pendidikan bagi para santri Ponpes Al Khoziny, sekaligus memberikan jaminan keamanan struktural bagi pengguna bangunan di masa depan.

Keputusan ini menjadi penanda bahwa pemerintah tidak hanya fokus pada penanganan pascabencana, tetapi juga pada upaya mitigasi risiko di seluruh fasilitas pendidikan, khususnya pondok pesantren, di Indonesia. ****

Editor : Dharaka R. Perdana
#Dody Hanggodo #sidoarjo #Al Khoziny #Menteri PU