RADAR TULUNGAGUNG - Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) semakin beraroma korps baju cokelat atau kepolisian.
Hal ini terlihat saat Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, secara resmi melantik sejumlah pejabat baru dalam Kabinet Merah Putih pada Rabu (8/10/2025).
Salah satu nama yang mendapat sorotan adalah Komjen Pol (Purn) Akhmad Wiyagus, yang kini secara resmi mengemban tugas sebagai Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri). Otomatis dia mendampingi Mendagri Tito Karnavian yang merupakan mantan kapolri.
Pelantikan ini dilaksanakan di Istana Negara, Jakarta Pusat, pada hari Rabu (8/10/2025), sekitar pukul 15.00 WIB.
Pelantikan Wiyagus berbarengan dengan pelantikan Wakil Menteri Kesehatan (Wamenkes) dan sejumlah pejabat tinggi Lembaga Penjamin Simpanan (LPS).
Prosesi pelantikan pejabat tinggi, termasuk Wamendagri Akhmad Wiyagus, dimulai dengan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya.
Setelah itu, dilanjutkan dengan pembacaan Keputusan Presiden (Keppres) pengangkatan wakil menteri pada Kabinet Merah Putih.
Dasar hukum pelantikan ini adalah Keputusan Presiden Nomor 32M Tahun 2025, yang mengatur tentang Pemberhentian dan Pengangkatan Wakil Menteri Kabinet Merah Putih untuk masa jabatan 2024 hingga 2029.
Presiden Prabowo Subianto kemudian memimpin pengucapan sumpah jabatan, yang dipandu langsung oleh beliau.
Wiyagus berikrar untuk setia kepada Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia tahun 1945 serta akan menjalankan segala peraturan perundang-undangan dengan selurus-lurusnya.
Penunjukan Akhmad Wiyagus sebagai Wamendagri menarik perhatian publik mengingat latar belakangnya yang kuat di Kepolisian RI (Polri).
Wiyagus, yang merupakan pensiunan Polri dengan pangkat terakhir Komisaris Jenderal (Komjen) Polisi, memiliki rekam jejak yang panjang di bidang keamanan dan penegakan hukum.
Sebelum menerima jabatan di pemerintahan sipil ini, Wiyagus menjabat sebagai Kepala Badan Intelijen dan Keamanan (Kabaintelkam) Polri.
Jabatan terakhir Wiyagus di Polri sebelum dimutasi dalam rangka pensiun adalah Perwira Tinggi Baintelkam Polri.
Wiyagus sendiri dikenal sebagai perwira yang menjunjung tinggi integritas.
Hal ini dibuktikan dengan penghargaan Hoegeng Award 2022 yang ia raih, dalam kategori Polisi Berintegritas. Pria kelahiran Tasikmalaya, Jawa Barat, pada 23 September 1967, ini merupakan lulusan Akademi Kepolisian (Akpol) tahun 1989.
Karirnya banyak dihabiskan di bidang reserse dan operasional.
Rekam jejak Wiyagus di Polri mencakup berbagai penugasan strategis di tingkat regional maupun nasional.
Ia tercatat pernah menjabat sebagai Kapolda di tiga provinsi yang berbeda.
Baca Juga: Tegaskan Revolusi Kepemimpinan TNI, Presiden Prabowo: Prestasi Lebih Utama daripada Senioritas!
Wiyagus pernah memimpin Kepolisian Daerah (Polda) Jawa Barat (Jabar), Kapolda Lampung pada tahun 2022, dan Kapolda Gorontalo pada tahun 2020.
Selain memegang posisi Kapolda, ia juga pernah menduduki jabatan Wakil Kepala Polda (Wakapolda) sebanyak dua kali, yakni sebagai Wakapolda Jabar pada tahun 2019 dan Wakapolda Maluku pada tahun 2018.
Selain itu, Wiyagus juga pernah menjabat sebagai Asisten Utama Bidang Operasi (Astamaops) Kapolri.
Kenaikan pangkatnya menjadi Komjen seiring dengan promosi jabatan Astamaops tersebut, berdasarkan ST/688/IV/KEP/2025 tertanggal 13 April 2025.
Upacara korps rapor perwira tinggi kelahiran Tasikmalaya ini dilaksanakan di Mabes Polri pada Rabu, 30 April 2025, dipimpin langsung oleh Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo.
Pengalaman Wiyagus dalam pemberantasan korupsi juga terbilang panjang.
Ia pernah menduduki jabatan Direktur Tindak Pidana Korupsi (Dirtipikor) Bareskrim Polri pada tahun 2014.
Setahun sebelumnya, tepatnya pada tahun 2013, ia telah menjabat sebagai Wakil Direktur Tipidkor (Wadir Tipidkor).
Bahkan, karirnya di bidang antirasuah meluas hingga penugasan di luar struktur kepolisian.
Pada tahun 2006, Wiyagus pernah ditugaskan di Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).
Di lembaga antirasuah tersebut, ia menjabat sebagai Kepala Satuan Tugas (Kasatgas) Penyidik KPK dan Direktur Dumas KPK.
Sebelum posisi-posisi tersebut, ia juga pernah bertugas sebagai Kasubdit II Dit Tipidkor Bareskrim dan Kasubdit Tipidkor Direskrimsus Polda Sumsel.
Dalam sumpah jabatan yang dibacakan di hadapan Presiden Prabowo, Wiyagus juga berjanji untuk menjunjung tinggi etika jabatan.
Ia menegaskan komitmennya untuk bekerja dengan sebaik-baiknya dan dengan penuh rasa tanggung jawab, semata-mata demi dharma bakti kepada bangsa dan negara.
Pelantikan Wiyagus sebagai Wamendagri dilaksanakan serentak dengan pelantikan pejabat lain. Selain dr Benjamin Paulus Octavianus yang dilantik sebagai Wamenkes, Presiden Prabowo juga melantik kepala dan wakil kepala Lembaga Penjamin Simpanan (LPS).
Anggito Abimanyu, Wakil Menteri Keuangan yang juga Kepala Dewan Komisioner LPS periode 2025-2030, membenarkan kehadirannya di Istana untuk prosesi tersebut, yang dikabarkan kepadanya pada sore hari sebelumnya.
Dengan pengalaman luas di bidang intelijen, operasional, dan pemberantasan korupsi, Komjen Pol (Purn) Akhmad Wiyagus diharapkan mampu memberikan kontribusi signifikan dalam memimpin Kementerian Dalam Negeri. ****
Editor : Dharaka R. Perdana