Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

Dilantik Presiden Prabowo, Dony Oskaria Pimpin BP BUMN, Segini Jumlah Harta Kekayaannya

Shofia Indana Zulfa • Jumat, 10 Oktober 2025 | 02:59 WIB

Presiden Prabowo lantik Dony Oskaria sebagai Kepala BP BUMN, tandai babak baru pengelolaan aset dan investasi negara. (Tangkapan Layar YouTube: Sekretariat Presiden)
Presiden Prabowo lantik Dony Oskaria sebagai Kepala BP BUMN, tandai babak baru pengelolaan aset dan investasi negara. (Tangkapan Layar YouTube: Sekretariat Presiden)

RADAR TULUNGAGUNG - Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, secara resmi melantik Dony Oskaria sebagai Kepala Badan Pengaturan (BP) Badan Usaha Milik Negara (BUMN).

Pelantikan bersejarah ini menandai babak baru dalam tata kelola BUMN di Indonesia, menyusul perubahan nomenklatur kementerian menjadi badan.

Upacara pelantikan dilangsungkan di Istana Kepresidenan, Jakarta, pada hari Rabu, 8 Oktober 2025.

Pengangkatan Dony Oskaria dilakukan berdasarkan Keputusan Presiden (Keppres) Nomor 109/P Tahun 2025, yang mengatur tentang Pengangkatan Kepala dan Wakil Kepala BP BUMN.

Baca Juga: Tegaskan Revolusi Kepemimpinan TNI, Presiden Prabowo: Prestasi Lebih Utama daripada Senioritas!

Dalam acara tersebut, Deputi Bidang Administrasi Aparatur Kementerian Sekretariat Negara, Nunik Purwanti, bertugas membacakan isi Keppres tersebut.

Selain melantik Dony Oskaria, Presiden Prabowo juga melantik dua wakil kepala BP BUMN, yaitu Aminuddin Ma'ruf dan Teddy Barata (atau Tedi Bharata).

Setelah pembacaan Keppres, Presiden Prabowo memimpin langsung proses pelantikan, termasuk pengucapan sumpah dan janji jabatan yang diikuti oleh para pejabat yang dilantik.

Penunjukan Dony Oskaria sebagai pucuk pimpinan BP BUMN ini bukanlah hal baru, mengingat rekam jejaknya yang mumpuni di lingkungan BUMN dan perusahaan besar.

Sebelum ditunjuk secara definitif, Dony Oskaria sempat menjabat sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Menteri BUMN, mengisi kekosongan posisi setelah Erick Thohir ditarik menjadi Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora).

Selain itu, ia juga sebelumnya menjabat sebagai Wakil Menteri BUMN di Kabinet Merah Putih sejak Oktober 2024.

Ia juga merupakan Chief Operating Officer (COO) dari Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara sejak Februari 2025, yang bertugas membantu Chief Executive Officer (CEO) Danantara, Rosan Perkasa Roeslani.

Perubahan Nomenklatur dan Pembagian Tugas

Pelantikan ini menjadi krusial seiring dengan adanya perubahan struktural besar dalam tata kelola perusahaan negara.

Diketahui, BP BUMN merupakan nomenklatur baru yang menggantikan Kementerian BUMN.

Perubahan nomenklatur ini telah disahkan melalui revisi Undang-Undang (UU) BUMN dalam rapat paripurna Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI pada 2 Oktober 2025 lalu.

Sejak perubahan nomenklatur tersebut disahkan, posisi pimpinan di BUMN belum diisi oleh pejabat definitif.

Revisi UU BUMN yang disahkan tersebut memuat dua belas ketentuan utama, termasuk pengaturan kepemilikan saham seri A dwiwarna oleh negara sebesar 1 persen, pengaturan komposisi saham pada holding investasi dan operasional, serta larangan rangkap jabatan bagi menteri atau wakil menteri di direksi dan komisaris.

Baca Juga: Presiden Prabowo Beri Hormat kepada Pengusaha Properti Sukses Mantan Eks OB, Raup Rp 120 Miliar Tanpa Korupsi!

Selain itu, terdapat penambahan peran BP BUMN, penegasan kesetaraan gender dalam jabatan strategis, dan penghapusan status penyelenggara negara bagi direksi/komisaris BUMN.

Berbeda dengan saat masih berbentuk kementerian, BP BUMN tidak lagi memiliki fungsi pengawasan terhadap BUMN.

Fungsi pengawasan tersebut kini dialihkan dan diambil alih oleh BPI Danantara. Karena bertujuan untuk mengelola semua aset dan investasi yang berasal dari BUMN.

Danantara diketahui menjadi superholding BUMN dan menerima limpahan tugas pokok dan fungsi yang sebelumnya diemban oleh Kementerian BUMN.

Pada awalnya, Danantara masih berbagi peran dengan Kementerian BUMN, di mana Danantara dipimpin oleh Rosan Roeslani dan Kementerian BUMN dipimpin oleh Erick Thohir.

Rekam Jejak dan Profil Dony Oskaria

Dony Oskaria dikenal sebagai putra Minang, lahir di Tanjung Alam, Kabupaten Tanah Datar, Sumatera Barat, pada 26 September 1969.

Ia menghabiskan masa kecilnya dalam kondisi hidup sederhana, di mana orang tuanya bekerja serabutan.

Mengenai latar belakang pendidikannya, Dony menempuh pendidikan dasar di kampung halamannya, kemudian melanjutkan pendidikan menengah di Padang (SMP Negeri 7) dan Jakarta (SMA Negeri 75 Kebon Jeruk).

Ia sempat mencoba berkuliah di Jurusan Akuntansi Universitas Andalas, Padang, namun merasa tidak cocok.

Ia kemudian pindah ke Jurusan Hubungan Internasional di Universitas Padjadjaran, Bandung, dan lulus pada tahun 1994. 

Pendidikan formalnya dilanjutkan di bidang bisnis dengan menempuh program Master of Business Administration (MBA) di The Asian Institute of Management, Filipina, dan berhasil lulus pada tahun 2009.

Baca Juga: Di Balik Target 3 Juta Rumah Rakyat Presiden Prabowo, RI 1 Akui Sangat Ambisius dan Sulit Direalisasikan

Karier profesional Dony Oskaria dimulai di dunia perbankan, tepatnya di Bank Universal, di mana ia memulai dari posisi petugas call center hingga berhasil naik jabatan menjadi kepala divisi personal banker.

Pada tahun 2004, ia bergabung dengan Bank Mega dan dipercaya untuk memegang berbagai posisi penting di anak perusahaan CT Corp, konglomerasi besar di Indonesia.

Di grup Chairul Tanjung, Dony Oskaria pernah menjabat sebagai Managing Director Bank Mega (2012-2014).

Ia juga pernah menjadi Komisaris Garuda Indonesia (2014-2019) dan sebelumnya menjabat Wakil Direktur Utama Garuda Indonesia.

Selain itu, ia pernah menjabat CEO AntaVaya (2014-2020), Presiden Direktur Trans Studio Mall (2014-2020), dan CEO Hospitality & Entertainment CT Corp (2018-2020).

Tak hanya berkecimpung di sektor korporasi, Dony Oskaria juga aktif dalam pengembangan industri pariwisata.

Pada Januari 2016, ia menjadi anggota Dewan Penasihat Presiden Bidang Ekonomi dan Industri di Komite Ekonomi dan Industri Nasional (KEIN) untuk fokus pada pengembangan industri pariwisata di Indonesia.

Sejak tahun 2021, Dony dipercaya menjabat sebagai Direktur Utama PT Aviasi Pariwisata Indonesia (InJourney), yang merupakan holding BUMN di bidang aviasi dan pariwisata.

Berdasarkan Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) tahun 2023, total kekayaan Dony Oskaria mencapai Rp 46.682.770.261.

Setelah dikurangi utang sebesar Rp 16.797.817.449, total harta kekayaannya bersihnya adalah Rp 29,88 miliar.

Harta tersebut mencakup tanah dan bangunan di Jakarta Selatan dan Padang senilai Rp 19,81 miliar.

Ia juga tercatat memiliki dua kendaraan, yaitu mobil Toyota Alphard 2.5 G A/T tahun 2015 dan Mini Cooper tahun 2020, dengan total nilai Rp 2.775.000.000.

Harta lainnya termasuk harta bergerak senilai Rp 840.000.000, surat berharga senilai Rp 17.628.100.000, serta kas dan setara kas senilai Rp 5.628.520.261.

Dengan pelantikan ini, Dony Oskaria kini memimpin badan baru yang diharapkan dapat membawa tata kelola BUMN menuju efisiensi dan fokus investasi yang lebih baik di bawah kerangka hukum yang telah diperbarui. ****

Editor : Dharaka R. Perdana
#ekonomi nasional #dony oskaria #Kabinet Merah Putih #tata kelola bumn #BUMN #BP BUMN #Prabowo Subianto