Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

Indonesia Siap Pakai Biodiesel B50, Implementasi Energi Ramah Lingkungan Semakin Dekat

Ilma Nurrahma • Sabtu, 11 Oktober 2025 | 20:44 WIB

 

Indonesia selangkah lebih maju menuju energi bersih dengan menyelesaikan uji coba mesin untuk B50 biodiesel. (ANTARA News)
Indonesia selangkah lebih maju menuju energi bersih dengan menyelesaikan uji coba mesin untuk B50 biodiesel. (ANTARA News)

RADAR TULUNGAGUNG Indonesia bersiap menerapkan standar baru biodiesel B50 usai menyelesaikan uji mesin laboratorium, sebagai langkah lanjutan dari B40 yang telah digunakan saat ini.

Campuran bahan bakar nabati hingga 50 persen dari minyak sawit diharapkan dapat mengurangi ketergantungan terhadap bahan bakar fosil.

Langkah ini menandai keseriusan Indonesia dalam mendukung energi hijau dan kemandirian energi nasional.

Baca Juga: Pertamina Perkuat Ketahanan Energi Nasional, Bangun Empat Tangki Kilang Balongan di Indramayu

Pemerintah berencana menerapkan B50 secara penuh sebelum tahun 2026, seiring evaluasi hasil pengujian dan kesiapan pasokan.

 “Uji performa sudah dilakukan, sekarang tinggal finalisasi roadmap implementasi nasional,” ujar Direktur Bioenergi Kementerian ESDM, Edi Wibowo, dalam konferensi pers di Jakarta.

Mengapa Biodiesel B50 Penting?

Penggunaan biodiesel B50 diprediksi:

• Mengurangi emisi karbon secara signifikan dari sektor transportasi.

• Menghemat devisa negara karena mengurangi impor solar.

• Menstabilkan harga sawit di pasar domestik dengan menyerap produksi dalam negeri.

• Menciptakan lapangan kerja di sektor hilir industri sawit dan bioenergi.

Baca Juga: Potensi Energi Panas Bumi Indonesia Belum Tergarap Maksimal, Pengamat Energi Bilang Begini

Tantangan Implementasi

Meski uji mesin telah rampung, beberapa tantangan masih perlu dihadapi, seperti:

• Penyesuaian sistem distribusi bahan bakar di SPBU.

• Edukasi terhadap pengguna dan teknisi kendaraan soal dampak dan penanganan bahan bakar B50.

• Menjaga kualitas pasokan biodiesel agar tetap stabil dan sesuai spesifikasi teknis.

Baca Juga: Pasokan Minyak Dunia Naik Tajam Hingga 102 Juta Barel Per Hari, Ini Dampaknya Bagi Harga Energi dan Ekonomi Global

Posisi Indonesia di Dunia Biodiesel

Indonesia adalah produsen biodiesel terbesar di dunia, dengan kapasitas lebih dari 13 juta kiloliter per tahun.

Dengan implementasi B50, Indonesia berpotensi menjadi negara pertama yang menerapkan standar tinggi penggunaan bahan bakar nabati secara nasional.

Langkah ini sejalan dengan target Net Zero Emission 2060 dan komitmen Indonesia dalam Paris Agreement. ****

Editor : Dharaka R. Perdana
#ESDM & Perindag #biodesel #Biodesel B50 #bioenergi #energi hijau