Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

Keputusan Mengejutkan Istana, Alasan Pencopotan Arief Prasetyo dari Kepala Badan Pangan Nasional Terungkap

Iqbal Pangestu • Senin, 13 Oktober 2025 | 18:30 WIB

Arief Prasetyo Adi resmi dicopot dari jabatannya sebagai Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas) melalui Keputusan Presiden Nomor 116/P Tahun 2025 yang ditandatangani pada 9 Oktober 2025.
Arief Prasetyo Adi resmi dicopot dari jabatannya sebagai Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas) melalui Keputusan Presiden Nomor 116/P Tahun 2025 yang ditandatangani pada 9 Oktober 2025.

RADAR TULUNGAGUNG - Lembaga pemerintahan Indonesia kembali menjadi sorotan setelah Keputusan Presiden (Keppres) terbaru diterbitkan.

Presiden Prabowo Subianto telah secara resmi memberhentikan Arief Prasetyo Adi dari jabatannya sebagai Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas).

Keputusan ini termaktub dalam Keppres Nomor 116/P Tahun 2025, yang telah ditandatangani oleh Presiden Prabowo pada 9 Oktober 2025.

Keppres ini juga menandai akhir masa jabatan Arief Prasetyo Adi, yang sebelumnya telah menduduki posisi strategis tersebut sejak era Presiden ke-7 RI, Joko Widodo, setelah dilantik pada 21 Februari 2022.

Sebagai pengganti Arief Prasetyo Adi, Presiden Prabowo menunjuk Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman untuk merangkap jabatan sebagai Kepala Bapanas yang baru.

Meskipun terjadi pergantian kepemimpinan, salinan Keppres tersebut menyebutkan bahwa pemberhentian Arief Prasetyo Adi dilakukan dengan hormat.

Keppres tersebut juga disertai ucapan terima kasih atas pengabdian dan jasa-jasanya selama memangku jabatan tersebut. Keputusan ini berlaku sejak tanggal ditetapkan, yakni 9 Oktober 2025.

Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg), Prasetyo Hadi, akhirnya mengungkap alasan di balik keputusan pencopotan dan penunjukan Mentan Amran Sulaiman merangkap jabatan menggantikan Arief Prasetyo Adi.

Prasetyo Hadi menjelaskan bahwa salah satu alasan utama adalah karena Arief Prasetyo Adi akan ditugaskan di tempat lain oleh pemerintah.

Di samping itu, Mensesneg juga menyoroti aspek historis dan fungsional, yaitu bahwa fungsi dari tugas Badan Pangan pada dasarnya dulu memang berada di bawah Kementerian Pertanian.

Baca Juga: Dilantik Presiden Prabowo, Dony Oskaria Pimpin BP BUMN, Segini Jumlah Harta Kekayaannya

Alasan Resmi Istana: Tugas Baru dan Efisiensi Fungsi

Prasetyo Hadi menjelaskan bahwa penunjukan Menteri Pertanian Amran Sulaiman secara langsung mengisi posisi Kepala Bapanas dinilai sebagai langkah efisien.

Menurutnya, karena Arief sedang dipersiapkan untuk penugasan di posisi yang berbeda, dan mengingat fungsi Bapanas memang memiliki kaitan erat dengan Kementan di masa lalu, jabatan tersebut kini langsung dijabat oleh Menteri Pertanian.

Mensesneg meyakinkan bahwa kebijakan ini tidak akan menimbulkan masalah dalam operasional pangan nasional.

Ia menekankan bahwa selama ini pun, Menteri Pertanian dan Bapanas telah berjalan beriringan dan selaras dalam menjalankan tugas.

Keputusan ini, yang mengalihkan fungsi tersebut langsung kepada Menteri Pertanian, dinilai akan memperkuat tata kelola pangan nasional.

Keputusan Presiden Prabowo ini tertuang dalam Keputusan Presiden (Keppres) Nomor 116/P Tahun 2025.

Keppres tersebut secara eksplisit menyatakan "Memberhentikan dengan hormat Arief Prasetyo Adi sebagai Kepala Badan Pangan Nasional, disertai ucapan terima kasih atas pengabdian dan jasa-jasanya selama memangku jabatan tersebut".

Dengan penunjukan Amran Sulaiman, Keppres tersebut juga menyatakan bahwa yang bersangkutan diberikan hak keuangan dan fasilitas lainnya sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.

Baca Juga: Kemendagri Makin Beraroma Kepolisian, Usai Presiden Prabowo Angkat Komjen (Purn) Akhmad Wiyagus Jadi Wakil Menteri Dalam Negeri

Fokus Pemerintah pada Mutu Beras dan Ketahanan Pangan

Selain alasan penugasan baru bagi Arief Prasetyo Adi dan efisiensi fungsi, Prasetyo Hadi juga menyinggung fokus pemerintah saat ini, termasuk perbaikan manajemen penyimpanan pangan nasional.

Ia tidak membantah adanya kabar mengenai beras dengan mutu yang buruk yang ditemukan di sejumlah gudang milik Bulog. Isu ini menjadi perhatian utama Kementerian Pertanian dan Bulog untuk segera memperbaiki manajemen penyimpanan beras.

Prasetyo Hadi menjelaskan bahwa gudang-gudang penyimpanan yang ada saat ini perlu perbaikan dan penambahan. Pemerintah bahkan telah merencanakan pembangunan gudang baru di 100 lokasi.

Rencana ini didorong oleh peningkatan hasil panen, terutama padi dan beras, yang alhamdulillah meningkat.

Karena akhir tahun ini Indonesia akan kembali memasuki masa panen, persiapan gudang penyimpanan baru menjadi sangat mendesak.

Lebih lanjut, Presiden Prabowo juga telah meminta dukungan dari Tentara Nasional Indonesia (TNI) dan Kepolisian Republik Indonesia (Polri) untuk membantu pembangunan gudang inovasi pangan.

Pemerintah juga berkoordinasi dengan Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) agar penguatan cadangan pangan ini dapat menjangkau hingga ke tingkat desa, melibatkan kepala desa (Kades).

Baca Juga: Gestur Bahlil Colek Paha Rosan Saat Prabowo Ungkap Kerugian Tambang Ilegal Capai Rp300 Triliun Picu Spekulasi Warganet, Ada yang Bilang Begini

Prasetyo menekankan bahwa sentra-sentra penghasil pangan harus digalakkan kembali. Tujuannya adalah agar Indonesia dapat memiliki lumbung pangan atau lumbung padi di setiap desa masing-masing.

Langkah-langkah masif ini merupakan upaya serius pemerintah untuk mencapai kemandirian pangan secara menyeluruh.

Keputusan pergantian pimpinan Bapanas ini, di tengah upaya perbaikan sistem pangan tersebut, menandai adanya konsolidasi fungsi-fungsi pangan di bawah satu komando, yakni Menteri Pertanian Amran Sulaiman. ****

Editor : Dharaka R. Perdana
#amran sulaiman #Bapanas #Arief Prasetyo Adi #Prabowo Subianto