Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

Panas Menyengat Belum Usai! Ini Penjelasan BMKG Tentang Cuaca Terik di Indonesia

Mohammad vicky avanda zilmy • Kamis, 16 Oktober 2025 | 17:11 WIB
Belakangan ini, BMKG (Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika) mengeluarkan peringatan terkait panas teriknya matahari di berbagai wilayah Indonesia.
Belakangan ini, BMKG (Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika) mengeluarkan peringatan terkait panas teriknya matahari di berbagai wilayah Indonesia.

RADAR TULUNGAGUNG - Belakangan ini di beberapa wilayah Indonesia dilanda cuaca panas panas menyengat.

BMKG (Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika) mengeluarkan peringatan terkait panas teriknya matahari di berbagai wilayah Indonesia.

1. Cuaca Panas Ekstrem Melanda Sejumlah Wilayah

Suhu udara siang hari bisa mencapai 34 hingga 37 derajat Celsius, bahkan terasa lebih panas karena kelembapan tinggi.

Kondisi ini membuat banyak warga merasa gerah dan mudah lelah meskipun tidak beraktivitas berat.

Baca Juga: Penyebab Cuaca Panas BMKG Menyengat di Indonesia, Awan Minim hingga Pergeseran Matahari Jadi Biang Keladi

Fenomena cuaca panas ini bukan tanpa sebab dan BMKG telah menjelaskan faktor-faktor yang mempengaruhinya.

2. Penjelasan BMKG Tentang Penyebab Panas Terik

Menurut BMKG, panas terik yang dirasakan masyarakat bukan gelombang panas (heatwave), melainkan kondisi normal yang terjadi akibat beberapa hal berikut:

Posisi semu matahari di sekitar ekuator
Saat matahari berada tepat di atas wilayah Indonesia, radiasi sinar matahari terasa lebih kuat dan langsung menimpa permukaan bumi.

Cuaca cerah tanpa awan
Awan berfungsi memantulkan sebagian panas matahari. Ketika langit cerah, panas langsung diserap permukaan tanah.

Kelembapan udara yang tinggi
Udara lembap membuat panas terasa lebih menyengat di kulit karena keringat tidak cepat menguap.

Minimnya angin dan tutupan vegetasi
Di kota besar, aspal dan bangunan menyimpan panas, menyebabkan suhu tidak cepat turun meski malam hari sudah tiba.

3. Dampak Panas Terik Terhadap Kesehatan

BMKG mengimbau masyarakat untuk mewaspadai dampak cuaca panas ekstrem terhadap kesehatan, antara lain:

Dehidrasi akibat kekurangan cairan tubuh.

Heat exhaustion atau kelelahan karena panas.

Kulit terbakar (sunburn) jika terlalu lama terpapar sinar matahari langsung.

Baca Juga: BMKG Keluarkan Peringatan Dini 8-10 Oktober 2025: Jawa Timur Waspada Angin Kencang

Sulit tidur dan cepat lelah akibat suhu malam hari yang masih tinggi.

4. Tips Aman dari BMKG Saat Cuaca Panas Terik

Agar tetap sehat dan nyaman saat cuaca panas ekstrem, BMKG memberikan beberapa imbauan penting:

1. Perbanyak minum air putih untuk mencegah dehidrasi.

2. Gunakan pelindung tubuh seperti topi, kacamata hitam, atau payung saat beraktivitas di luar ruangan.

3. Hindari keluar rumah antara pukul 10.00–15.00 WIB, saat radiasi matahari paling tinggi.

4. Gunakan tabir surya (sunscreen) dengan SPF minimal 30 untuk melindungi kulit dari sinar UV.

5. Jaga asupan makanan bergizi dan perbanyak buah serta sayuran agar tubuh tetap segar.

5. BMKG: Cuaca Panas Masih Akan Berlanjut

BMKG juga memprediksi bahwa cuaca panas masih akan berlangsung dalam beberapa pekan ke depan.

Terutama di wilayah Jawa, Bali, Nusa Tenggara, dan sebagian Sumatra.

Meski begitu, kondisi ini masih tergolong normal menjelang musim hujan, di mana udara cenderung lebih kering dan langit cerah. ****

Editor : Dharaka R. Perdana
#bmkg #cuaca panas #matahari