Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

Erick Thohir Minta Waktu Dua Hari, Tegaskan Belum Mau Bahas Pemecatan Patrick Kluivert karena Masih Menjabat Menpora

Mohammad Dzakwan Wahyu Nur Fauzan • Jumat, 17 Oktober 2025 | 20:05 WIB

Ketua Umum PSSI sekaligus Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora)  Erick Thohir
Ketua Umum PSSI sekaligus Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Erick Thohir

RADAR TULUNGAGUNG – Ketua Umum PSSI sekaligus Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora), Erick Thohir, secara tegas menolak menjawab pertanyaan media terkait pemecatan pelatih Timnas Indonesia, Patrick Kluivert.

Permintaan tersebut disampaikannya dalam sebuah konferensi pers di Jakarta pada Kamis (16/10/2025). Erick Thohir meminta waktu dua hari sebelum dirinya bersedia memberikan penjelasan lebih lanjut mengenai perpisahan dengan pelatih berkebangsaan Belanda tersebut.

Dalam konferensi pers yang berlangsung di Wisma Menpora, Senayan, Jakarta, tersebut, Erick Thohir menekankan bahwa saat itu ia sedang berbicara dalam kapasitasnya sebagai Menpora, fokus pada persiapan SEA Games 2025. "Tidak, saya tak mau jawab itu nanti saja, ini Menpora,” ujar Erick Thohir.

Ia menambahkan, tempat dan waktu acara tersebut dianggap tidak tepat untuk membahas isu persepakbolaan nasional. “Untuk yang bola jangan hari ini. Ini tempatnya tidak pas. Kasih saya waktu dua hari,” pintanya.

Penegasan perihal status jabatannya ini menyoroti peran ganda yang diemban oleh Erick Thohir saat menghadapi publik.

Meskipun demikian, Erick Thohir juga mengisyaratkan bahwa informasi terkait pemecatan Patrick Kluivert sebenarnya sudah dirilis dan diketahui oleh masyarakat luas. "Tapi kan statement-nya sudah ada di publik semua,” katanya.

Pernyataan yang telah beredar di publik ini merujuk pada keterangan PSSI mengenai berakhirnya kerja sama dengan Kluivert.

Keputusan PSSI untuk mengakhiri kerja sama dengan Patrick Kluivert memang telah menjadi topik hangat setelah kegagalan Timnas Indonesia melaju ke Piala Dunia 2026.

Baca Juga: Terlibat Aktivitas Judi Online, 23.929 Rekening Bank Diblokir Kemenkomdigi dan OJK

Patrick Kluivert, yang sebelumnya didatangkan PSSI pada Januari lalu menggantikan Shin Tae-yong, sebenarnya dikontrak selama dua tahun untuk menangani Timnas Indonesia.

Namun, kurang dari satu tahun masa kerjanya, kontrak tersebut harus berakhir prematur. Pemicu utama pemecatan Kluivert oleh PSSI adalah kegagalan mutlak Timnas Indonesia dalam membawa harapan bangsa ke Piala Dunia 2026.

Di putaran keempat kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia, Timnas Indonesia terpaksa mengubur asa mereka setelah hanya menempati posisi juru kunci Grup B.

Hasil yang mengecewakan ini didapat setelah Timnas Indonesia menelan kekalahan, termasuk dari Arab Saudi dengan skor 2-3, dan juga dari Irak dengan skor tipis 0-1 pada putaran kualifikasi tersebut.

PSSI menyampaikan bahwa pemecatan ini merupakan hasil dari proses kerja intensif selama hampir 12 bulan.

Dalam pernyataannya, PSSI juga menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Coach Patrick Kluivert dan para stafnya atas dedikasi serta kontribusi mereka bagi perkembangan sepak bola Indonesia.

“Setelah melalui diskusi yang terbuka dan penuh rasa saling menghormati, kedua belah pihak sepakat untuk mengakhiri kerja sama ini,” bunyi pernyataan resmi PSSI.

Kesepakatan untuk mengakhiri kerja sama secara terbuka dan saling menghormati menunjukkan bahwa proses perpisahan ini dilakukan secara profesional, meskipun berujung pada pemecatan.

Baca Juga: Dukung Gizi Anak Bangsa, Dapur SPPG Polres Blora Layani 2.515 Penerima Manfaat melalui Program MBG

Keputusan Erick Thohir untuk menunda penjelasan detail ini disambut dengan spekulasi publik mengenai calon pengganti Kluivert.

Salah satu nama yang santer dikaitkan untuk comeback melatih Timnas Indonesia adalah Shin Tae-yong, yang sebelumnya digantikan oleh Kluivert.

Selain itu, isu mengenai sikap Kluivert yang mengecewakan sempat dibantah oleh Sumardji, meskipun ia mengakui adanya kekecewaan.

Dengan adanya permintaan waktu dua hari, publik, khususnya para penggemar Timnas Indonesia, kini menantikan pengumuman resmi dari Erick Thohir dalam kapasitasnya sebagai Ketua Umum PSSI.

Baca Juga: Presiden Prabowo Subianto Minta Kemendiktisaintek Siapkan 2.000 Putra Putri Terbaik Indonesia untuk Terjun di Sektor Strategis

Permintaan ini secara tidak langsung memberi sinyal bahwa pengumuman mengenai langkah PSSI selanjutnya, termasuk siapa yang akan mengisi kursi pelatih kepala Timnas, akan disampaikan dalam waktu dekat.

Penundaan ini juga memberikan ruang bagi PSSI untuk mempersiapkan keterangan yang komprehensif, mengingat besarnya harapan dan sorotan publik terhadap manajemen Timnas Indonesia, apalagi setelah kegagalan mencapai Piala Dunia.

Keputusan Erick Thohir untuk memisahkan fokus antara tugasnya sebagai Menpora dan Ketum PSSI di depan umum menunjukkan kehati-hatian dalam mengelola informasi strategis bagi sepak bola nasional.

Masyarakat Tulungagung dan seluruh pecinta sepak bola nasional kini menunggu dengan cemas kepastian nasib Timnas Indonesia setelah ditinggal Patrick Kluivert.

Waktu dua hari yang diminta oleh Erick Thohir diharapkan dapat memberikan kejelasan menyeluruh mengenai strategi PSSI ke depan. **** 

Editor : Dharaka R. Perdana
#Timnas Indonesia #patrick kluivert #erick tohir