RADAR TULUNGAGUNG – Dalam beberapa waktu terakhir, SMAN 1 Cimarga di Lebak, Banten sempat menjadi sorotan publik akibat insiden internal antara kepala sekolah dan salah satu siswa.
Dini Pitria, sempat dinonaktifkan Dinas Pendidikan Banten setelah dilaporkan salah satu orang tua siswa ke polisi dengan alasan menampar anak didik bernama Indra Lutfiana Putra.
Baca Juga: Viral, HRD Ramai-Ramai Tolak Alumni SMA 1 Cimarga Banten, Apa Salah Mereka?
Namun laporan ke polisi akhirnya dicabut orang tua siswa dan mereka sudah saling memaafkan.
Meskipun demikian, aktivitas pembelajaran kini telah berjalan normal kembali, dengan seluruh siswa kembali mengikuti kegiatan belajar mengajar secara penuh.
Dikutip dari Sekolah Kita, SMAN 1 Cimarga menjadi salah satu sekolah menengah atas negeri yang cukup menonjol di wilayah selatan Lebak, Banten.
Berdiri di kawasan Pasir Roko, Kecamatan Cimarga, sekolah ini dikenal sebagai pusat pendidikan tingkat atas dengan jumlah peserta didik mencapai lebih dari 600 siswa.
Baca Juga: Belasan Siswa SMAN 2 Lamongan Muntah setelah Santap MBG, Menu untuk 2 SMA Negeri di Surabaya Basi
Menurut data Dapodik (Data Pokok Pendidikan) Kemendikbudristek, SMAN 1 Cimarga memiliki NPSN 20601880 dan berstatus sekolah negeri dengan akreditasi A.
Sekolah ini sempat dipimpin Dini Pitria sebelum dinonaktifkan ini menjalankan Kurikulum Merdeka, serta beroperasi dengan sistem lima hari belajar dalam sepekan.
Baca Juga: Mahjong Semakin Populer di Kalangan Siswa SMA Jepang, Bisa Tingkatkan IQ Hingga Delapan Poin
Secara infrastruktur, SMAN 1 Cimarga menempati lahan seluas 20.000 meter persegi dengan 16 ruang kelas, 2 laboratorium, dan 1 perpustakaan.
Terdapat pula enam fasilitas sanitasi untuk siswa serta daya listrik sebesar 13.000 watt. Meskipun akses internet belum sepenuhnya tersedia, aktivitas belajar tetap berjalan aktif dan kondusif dengan dukungan guru-guru berpengalaman.
Total 29 guru dan 19 rombongan belajar menjadi tulang punggung proses pendidikan di sekolah ini. Data Dapodik juga mencatat, terdapat 634 siswa, terdiri dari 261 siswa laki-laki dan 373 siswi perempuan, yang tersebar dalam tiga jenjang kelas. ****
Editor : Dharaka R. Perdana