Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

Tragedi Timothy Anugerah Saputra, Mahasiswa Unud Diduga Akhiri Hidupnya Setelah Jadi Korban Bullying

Resma Putri Anggraini • Senin, 20 Oktober 2025 | 16:34 WIB

 

Dunia pendidikan kembali berduka. Mahasiswa Unud, Timothy Anugerah Saputra, diduga bunuh diri setelah alami perundungan berat. (Ig: 8_11_timothyanugrah)
Dunia pendidikan kembali berduka. Mahasiswa Unud, Timothy Anugerah Saputra, diduga bunuh diri setelah alami perundungan berat. (Ig: 8_11_timothyanugrah)

RADAR TULUNGAGUNG – Dunia pendidikan tinggi Indonesia kembali diguncang kabar duka yang memilukan, menyoroti isu perundungan (bullying) yang dampaknya seringkali dianggap sepele namun berujung fatal.

Tragedi menyayat hati ini terjadi di lingkungan Universitas Udayana (Unud), Bali. Seorang mahasiswa berprestasi, Timothy Anugerah Saputra, 22, ditemukan meninggal dunia setelah diduga mengakhiri hidupnya karena tekanan psikologis berat.

Peristiwa tragis ini langsung memicu gelombang simpati dan kemarahan publik, baik di dunia nyata maupun di jagat maya.

Korban, yang bernama lengkap Timothy Anugerah Saputra, merupakan mahasiswa semester VII dari Program Studi Sosiologi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Unud.

Pria kelahiran Bandung, 25 Agustus 2003 ini, diduga bunuh diri dengan melompat dari lantai empat Gedung FISIP Unud, Denpasar.

Insiden nahas ini terjadi pada hari Rabu, 15 Oktober 2025, sekitar pukul 09.00 WITA. Suasana kampus FISIP Unud mendadak gempar setelah Timothy Anugerah Saputra ditemukan tak bernyawa di area sekitar gedung fakultas.

Baca Juga: Mahasiswa Unud Bunuh Diri Diduga Akibat Bullying, Pesan Berantai Ungkap Ejekan Nirempati

Dugaan kuat mengarah bahwa kepergian tragis Timothy Anugerah Saputra disebabkan oleh perundungan berat yang dialaminya di lingkungan kampus.

Timothy diduga mengalami tekanan psikologis berat akibat perundungan yang dilakukan oleh rekan-rekan sesama mahasiswa.

Kata kunci ‘Timothy’ bahkan sempat menempati jajaran trending topic X baru-baru ini sehubungan dengan kasus perundungan yang menimpanya.

Pihak kepolisian saat ini masih melakukan penyelidikan untuk memastikan penyebab pasti kematian korban. Namun, tragedi ini kembali membuka mata publik tentang bahaya perundungan yang dampaknya bisa sangat merusak.

Sosok yang Dikenal Santun dan Berprestasi

Di balik kabar duka ini, terungkap bahwa Timothy Anugerah Saputra dikenal sebagai sosok mahasiswa yang cerdas, santun, dan aktif di kegiatan kampus.

Semasa hidup, ia dikenal sebagai pemuda yang hangat, tulus, cerdas, dan kritis. Rekan-rekan Timothy menggambarkannya sebagai pribadi yang lembut, mudah bergaul, dan selalu siap membantu.

Wakil Dekan III FISIP Unud, I Made Anom Wiranata, bahkan mengenang Timothy sebagai mahasiswa teladan yang sangat beretika. Timothy digambarkan sebagai anak yang santun, rapi, dan sangat peduli pada lingkungannya.

Yang lebih mengesankan, Timothy Anugerah Saputra memiliki Indeks Prestasi (IP) yang tinggi, mencapai 3,91, dan sering terlibat dalam penelitian bersama seniornya. Ia bahkan memiliki kebiasaan merapikan kursi dan ruangan sebelum kegiatan dimulai.

Meskipun Timothy Anugerah Saputra berstatus sebagai mahasiswa Sosiologi, ia juga sering mengikuti kelas bersama mahasiswa jurusan ilmu politik.

Baca Juga: Masuk Tahun Ajaran Baru, MPLS di Tulungagung Diimbau Tidak Ada Praktik Perundungan

Postingan dari akun @/frontmudarevolusioner menyebutkan bahwa Timothy memiliki kepribadian yang lembut dan rendah hati, namun tetap tegas dalam prinsip politiknya, bahkan kerap menyuarakan perlawanan terhadap kapitalisme.

Sahabat dekatnya, Deon, bersaksi bahwa Timothy selalu membawa energi positif. Deon mengungkap bahwa bahkan di hari-hari terakhirnya, Timothy masih sempat tersenyum dan terlihat ceria.

Kebaikan Timothy juga diungkapkan oleh ibundanya, yang mengakui bahwa putranya adalah sosok yang tulus sejak kecil.

Sang ibu terkesan dengan cara Timothy menyampaikan terima kasih dengan begitu tulus saat diberi makanan, bahkan hanya berterima kasih untuk makanan.

Baca Juga: 5 Rekomendasi Webtoon Bertema Bullying dan Balas Dendam, Nomor 4 Bikin Nagih!

Bukti Perundungan dan Sanksi yang Kontroversial

Dugaan perundungan yang dialami Timothy semakin menguat setelah beredar tangkapan layar percakapan grup WhatsApp di jagat maya.

Percakapan tersebut memperlihatkan bagaimana korban kerap dijadikan bahan ejekan oleh teman-temannya.

Beredar pula pesan berantai di kalangan mahasiswa yang menuding bahwa korban telah lama mengalami gangguan mental dan menjadi sasaran ejekan.

Selain itu, seorang petugas kebersihan di kampus menyebutkan bahwa Timothy Anugerah Saputra kerap menyakiti diri sendiri dan membenturkan kepala ke tembok saat merasa frustrasi.

Ironisnya, kepergian Timothy Anugerah Saputra disambut reaksi sinis bernada perundungan yang dilakukan oleh sejumlah mahasiswa lintas fakultas di kampusnya.

Setelah kematian Timothy, sebagian mahasiswa justru sempat melecehkan peristiwa tersebut di media sosial.

Hal ini terekam dari bidikan obrolan grup yang beredar di jagat maya, yang memicu kemarahan publik yang luas.

Prof Zubair Djoerban bahkan mempertanyakan empati mahasiswa yang mem-bully kematian Timothy, menanyakan apakah mereka sudah mati rasa.

Menyikapi insiden ini, pihak Unud menyatakan berduka dan telah memberikan sanksi kepada enam mahasiswanya.

Baca Juga: Cegah Bullying! Kenali Penyebab, Macam-macam Bully dan Dampaknya!

Namun, muncul informasi yang memicu kontroversi. Mahasiswa yang diduga terlibat dalam perundungan terhadap Timothy Anugerah Saputra disebut hanya mendapat sanksi akademik berupa nilai D.

Menanggapi sanksi yang dianggap ringan, Himpunan Mahasiswa Sosiologi (HIMASOS) Unud mendesak agar diberikan sanksi yang lebih tegas untuk mahasiswa yang berkomentar keji pada almarhum Timothy.

Tragedi ini menjadi pengingat pedih akan dampak fatal dari perundungan dan perlunya tindakan tegas dari institusi pendidikan untuk menciptakan lingkungan belajar yang aman dan mendukung kesehatan mental mahasiswa.

Timothy Anugerah Saputra meninggal dunia usai lompat dari gedung, mengalami patah tulang di beberapa bagian tubuh dan sempat dilarikan ke RSUD Ngurah, namun nyawanya tidak tertolong.

Kasus ini mendesak semua pihak untuk lebih serius memerangi perundungan di semua tingkatan, memastikan bahwa mahasiswa seperti Timothy mendapatkan perlindungan dan dukungan yang layak. **** 

Editor : Dharaka R. Perdana
#bullying #UNUD #universitas udayana #Timothy Anugerah Saputra #bali