RADAR TULUNGAGUNG - Kinerja pemerintahan Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka mendapat sorotan tajam setelah genap satu tahun menjabat.
Dalam survei terbaru, mayoritas publik memberikan penilaian yang sangat rendah terhadap kinerja mereka.
Angka rata-rata hanya 3 dari 10, dengan sebagian besar responden menilai “sangat buruk”.
Baca Juga: Presiden Prabowo Subianto Rayakan Ulang Tahun ke-74, Begini Ucapan dari Tokoh dan Pesohor Indonesia
Angka tersebut diperoleh dari hasil wawancara terhadap ribuan responden di seluruh Indonesia.
Yang mencengangkan, sebanyak 29 persen responden memberi nilai 1, dan 20 persen memberi nilai 2, menandakan bahwa mayoritas masyarakat menilai kinerja pemerintahan sebagai “sangat buruk”. Bahkan 14 persen responden memberikan nilai 3, dan 13 persen lainnya memberi nilai 4.
Dengan demikian, sebanyak 77 persen responden memberikan penilaian negatif terhadap pemerintahan saat ini.
Survei ini juga mencatat bahwa hanya 17 persen responden yang menilai kinerja pemerintah “cukup baik”, dan hanya 5 persen yang menganggap kinerja pemerintah sudah “baik”.
Angka ini jauh di bawah ekspektasi awal terhadap duet Prabowo–Gibran yang sebelumnya mendapat dukungan besar dalam Pemilu 2024.
Menurut pengamat politik rendahnya penilaian ini bisa disebabkan oleh beberapa faktor: belum terasa dampak nyata dari program-program strategis, ketidakpuasan terhadap kondisi ekonomi, hingga kebijakan yang dianggap tidak pro-rakyat.
Evaluasi publik dalam satu tahun pertama ini menjadi indikator penting untuk memperbaiki arah kebijakan. Kalau tidak ada perubahan signifikan, penilaian ini bisa terus turun.
Di media sosial, tagar #EvaluasiPemerintah dan #PrabowoGibran mulai ramai digunakan warganet untuk menyalurkan kritik maupun saran.
Beberapa netizen juga menyoroti minimnya komunikasi publik dari pemerintah terkait capaian yang telah diraih selama setahun terakhir. ****
Editor : Dharaka R. Perdana