Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

Lapangan Kerja dan Harga Melambung, Bisakah Prabowo–Gibran Menjawab Tuntutan Rakyat?

Ilma Nurrahma • Senin, 20 Oktober 2025 | 21:45 WIB

Survei terbaru menunjukkan fokus utama masyarakat Indonesia saat ini adalah penciptaan lapangan kerja dan pengendalian harga kebutuhan pokok.
Survei terbaru menunjukkan fokus utama masyarakat Indonesia saat ini adalah penciptaan lapangan kerja dan pengendalian harga kebutuhan pokok.

RADAR TULUNGAGUNG Setahun pasca pemilu, masyarakat Indonesia menunjukkan bahwa prioritas utama mereka masih tertuju pada isu-isu ekonomi dasar.

Berdasarkan survei terbaru, sebanyak 23 persen responden menyebut penciptaan lapangan kerja sebagai isu paling mendesak, disusul oleh pengendalian harga kebutuhan pokok sebesar 22%.

Baca Juga: Presiden Prabowo Siapkan Lapangan Pekerjaan untuk Jutaan Orang, Ini 5 Program Unggulannya

Tingginya angka ini mencerminkan kekhawatiran masyarakat terhadap ketidakpastian ekonomi, terutama dalam menghadapi gelombang PHK massal di sektor digital dan manufaktur yang terus terjadi.

Banyak warga menilai bahwa kondisi lapangan kerja saat ini belum membaik secara signifikan. Selain itu, harga bahan pokok yang terus berfluktuasi menambah beban ekonomi rumah tangga.

Meski pemerintah telah berupaya menstabilkan harga, publik merasa hasilnya belum dirasakan secara merata di berbagai daerah.

Bansos, Penegakan Hukum, dan Transparansi Jadi Sorotan

Di luar isu ekonomi, masyarakat juga memperlihatkan kepedulian tinggi terhadap program bantuan sosial (bansos), yang menempati peringkat ketiga dalam daftar prioritas (10%).

Baca Juga: Terungkap! Ini Alasan Purbaya Tunda Pajak Pedagang Online, Benarkah Ekonomi Belum Pulih Sepenuhnya?

Hal ini menjadi sinyal kuat bahwa publik menginginkan perbaikan dari sisi efektivitas dan ketepatan sasaran bansos yang selama ini dianggap belum optimal.

Tak hanya itu, penegakan hukum (9 persen) dan transparansi anggaran (9 persen) juga masuk dalam daftar harapan masyarakat terhadap kinerja pemerintahan Prabowo–Gibran.

Publik menyoroti masih lemahnya terobosan dalam reformasi birokrasi dan sistem hukum, serta maraknya kasus hukum yang dianggap "tebang pilih", yang berpotensi menggerus kepercayaan publik terhadap lembaga penegak hukum.

Pengawasan terhadap penggunaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) juga menjadi sorotan tajam.

Banyak pihak menilai belum ada langkah konkret dalam mewujudkan tata kelola anggaran yang lebih transparan dan akuntabel.

Baca Juga: Luhut Binsar Pandjaita Akan Evaluasi Efektivitas Bansos Digital di Banyuwangi, Peluncuran Nasional Awal 2026 Disiapkan

Harapan Publik: Hasil Nyata dan Pemerintahan yang Berkeadilan

Secara keseluruhan, hasil survei ini menyampaikan pesan kuat dari rakyat: mereka menginginkan hasil nyata dalam penyelesaian masalah ekonomi, penguatan sistem keadilan sosial, serta peningkatan kualitas pemerintahan.

Tantangan bagi pemerintahan Prabowo–Gibran saat ini adalah bagaimana merespons ekspektasi tinggi publik,

baik dalam hal penciptaan lapangan kerja, pengendalian harga, maupun pembenahan sistem hukum dan birokrasi.

Jika tidak ada langkah konkret dan progresif dalam waktu dekat, maka tingkat kepercayaan publik bisa terus menurun, yang tentu akan berdampak pada stabilitas politik dan sosial ke depan. ****

Editor : Dharaka R. Perdana
#reformasi hukum #lapangan kerja baru #Kendalikan Harga Pangan #transparansi anggaran #tuntutan rakyat