Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

Peringatan Hari Santri Nasional, Wapres Gibran Dorong Pesantren Kuasai AI dan Teknologi

Mohammad Dzakwan Wahyu Nur Fauzan • Rabu, 22 Oktober 2025 | 17:22 WIB

Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka menerima kunjungan 240 santri ke Istana Wakil Presiden, Jakarta Pusat, Selasa (21/10/2025).
Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka menerima kunjungan 240 santri ke Istana Wakil Presiden, Jakarta Pusat, Selasa (21/10/2025).

RADAR TULUNGAGUNG – Peringatan Hari Santri Nasional yang jatuh tepat pada Rabu, 22 Oktober 2025, menjadi momentum strategis bagi pemerintah memperkuat ekosistem pendidikan santri di seluruh Indonesia.

Wakil Presiden (Wapres) Gibran Rakabuming Raka secara khusus menyoroti pentingnya adaptasi teknologi dan penguatan pelatihan kecerdasan buatan (AI) di lingkungan pondok pesantren.

Gibran menekankan bahwa komitmen pemerintah dalam memperkuat kualitas pendidikan santri merupakan bagian krusial dari upaya membangun sumber daya manusia (SDM) unggul menuju visi Indonesia Maju.

Salah satu langkah konkret yang didorong dalam rangka peringatan Hari Santri ini adalah melalui penguatan pelatihan kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) serta adaptasi terhadap kemajuan teknologi.

Ini adalah upaya agar pesantren mampu melahirkan generasi santri yang memiliki daya saing tinggi dan dapat mengambil peran aktif dalam kemajuan bangsa.

Lebih lanjut, komitmen yang disampaikan oleh Wapres Gibran ini selaras dengan Asta Cita ke-4 pemerintahan Presiden Prabowo Subianto, yang secara tegas menempatkan pembangunan SDM sebagai prioritas utama.

Pemerintah di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo bakal terus meningkatkan kualitas ekosistem pendidikan di lingkungan para santri.

Upaya ini ditegaskan kembali dalam suasana sakral peringatan Hari Santri Nasional yang diperingati setiap 22 Oktober.

Baca Juga: Koperasi Merah Putih: Antara Cita-Cita Besar dan Problem di Lapangan

Wapres Gibran menyebutkan bahwa peningkatan kualitas ekosistem pendidikan santri akan dilakukan melalui beragam kebijakan dan program.

Di antara program-program tersebut meliputi perbaikan tata kelola pondok pesantren, penguatan ekonomi mandiri di lingkungan pesantren, serta pelatihan kecerdasan buatan (AI) dan adaptasi teknologi.

Penguatan di bidang teknologi, khususnya AI, dinilai penting agar para santri dapat beradaptasi secara efektif dengan perkembangan zaman yang bergerak cepat.

Selain fokus pada peningkatan kapasitas melalui teknologi dan tata kelola, pemerintah juga menyediakan berbagai program bantuan sosial untuk mendukung santri.

Program-program tersebut termasuk Kartu Indonesia Pintar (KIP) dan Makan Bergizi Gratis (MBG). Gibran menjelaskan bahwa program-program ini merupakan bukti nyata perhatian pemerintah untuk memastikan kesejahteraan dan akses pendidikan yang merata bagi seluruh santri di tanah air.

Baca Juga: Presiden Prabowo Sentil Jaksa Daerah Berbenah, Jangan Kriminalisasi Rakyat Kecil

Berdasarkan data yang dimiliki oleh Kementerian Agama, saat ini Indonesia memiliki potensi luar biasa dengan lebih dari 42.000 pondok pesantren yang tersebar di seluruh wilayah.

Jumlah santri yang menempuh pendidikan di lembaga-lembaga ini mencapai angka fantastis, yaitu sekitar 11 juta orang.

Menurut Gibran, jumlah santri yang sangat besar ini harus dikelola secara strategis. Pengelolaan yang tepat bertujuan agar mereka mampu menjadi generasi penerus yang berdaya saing tinggi.

Santri diharapkan tidak hanya unggul dalam ilmu keagamaan, tetapi juga harus mampu menjaga nilai-nilai keislaman dan kebangsaan, serta adaptif terhadap perkembangan teknologi dan tantangan zaman.

Gibran menekankan bahwa pembangunan SDM di pesantren harus mencakup penguatan karakter, nilai keislaman, serta kemampuan adaptasi teknologi sebagai fondasi kuat dalam mewujudkan Indonesia Maju.

"Semoga santri Indonesia dapat terus meningkatkan kapasitasnya menjadi generasi penerus berdaya saing yang menjaga nilai-nilai keislaman dan kebangsaan, serta mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman," harap putra sulung Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) tersebut.

Baca Juga: Selisih Data Rp 18 Triliun Menkeu Sentil Pencatatan Kas Daerah, Purbaya: Kemana Larinya?

Menjelang peringatan Hari Santri Nasional, Wapres Gibran menunjukkan perhatian langsungnya kepada para santri.

Pada Selasa (21/10/2025), sehari sebelum Hari Santri, Gibran mengundang ratusan santri dari delapan pondok pesantren di Jakarta, termasuk Asshiddiqiyah, Miftahul Ulum, dan Sultan Fatah, untuk berkunjung ke Istana Wakil Presiden.

Di akhir pernyataannya, Gibran juga menyampaikan apresiasi dan penghargaan setinggi-tingginya kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi aktif dalam pembangunan bangsa melalui pendidikan santri.

"Saya mengucapkan terima kasih dan penghargaan setinggi-tingginya kepada para Kiai, Nyai, Ustaz, Ustazah, seluruh santri, dan para alumni pesantren di tanah air atas kontribusinya selama ini dalam pembangunan bangsa," pungkas Gibran.

Kontribusi para elemen pesantren ini menjadi pilar penting yang terus diperkuat melalui komitmen pemerintah, khususnya di bidang pelatihan AI dan teknologi, demi memastikan masa depan santri yang cemerlang dan berdaya saing global. ****

Editor : Dharaka R. Perdana
#gibran rakabuming raka #hari santri nasional #pondok pesantren