Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

Industri Baja Nasional Butuh Modal untuk Bersaing dengan China, Direktur Utama PT Krakatau Steel Ungkap Alasannya

Zahrotul Afkarina • Kamis, 23 Oktober 2025 | 00:46 WIB

Industri baja dalam negeri menghadapi tantangan besar untuk mampu menopang kebutuhan dalam negeri.
Industri baja dalam negeri menghadapi tantangan besar untuk mampu menopang kebutuhan dalam negeri.

RADAR TULUNGAGUNG - Industri baja dalam negeri menghadapi tantangan besar untuk mampu menopang kebutuhan dalam negeri.

Namun di satu sisi, produk baja Tiongkok yang mampu memenuhi 60 persen kebutuhan baja dunia menjadi ancaman tersendiri. Peluang investasi di industri baja masih terbuka lebar untuk lebih berkembang.

Direktur Utama PT Krakatau Steel Tbk Muhammad Akbar Djohan memaparkan, total produksi baja masiih di bawah 18 juta ton per tahun, jauh dibandingkan Tiongkok yang memproduksi sekitar 1,3 miliar ton baja setiap tahunnya.

Angka tersebut setara dengan 60 persen dari total kebutuhan baja dunia yang mencapai 1.7 miliar ton per tahun.

Baca Juga: AMSI Gelar Indonesia Digital Conference (IDC) 2025, Mengangkat Tema Besar Sovereign AI: Menuju Kemandirian Digital

"Sering kita ditanya, kenapa competitiveness kita tidak bisa sama atau bahkan lebih murah daripada baja dari Tiongkok? Karena menang situasinya tidak apple to apple.

Produksi baja nasional hanya 18 juta ton pertahun, sedangkan Tiongkok sudah sampai 1,3 miliar ton setahun" ujar Akbar di Jakarta kemarin (22/10).

Baca Juga: Begini Sosok Pendiri Tempo Scan Kartini Muljadi yang Meninggal Dunia di Usia 95 Tahun, Ternyata Memiliki Latar Belakang Mengejutkan

Menurut dia, peluang investasi di sektor baja masih terbuka lebar. Menurut data dari Oxford Institute, sambung Akbar, setiap investasi senilai USD1 dalam rantai pasok baja mampu memberikan dampak ekonomi hingga USD2,5. Bahkan, efek bergandanya pada industri terkait bisa mencapai USD13.

Selain nilai tambah ekonomi, industri baja juga berperan besar dalam penciptaan lapangan kerja.

Berdasarkan perhitungan Krakatau Steel, satu pekerja di industri baja dapat menumbuhkan 6,5 pekerjaan baru di rantail pasok, serta 35 pekerjaan tambahan di industri terkait.

Baca Juga: Lapangan Kerja dan Harga Melambung, Bisakah Prabowo–Gibran Menjawab Tuntutan Rakyat?

"Dengan strategi transformasi dan dukungan investasi yang tepat, industri baja nasional memiliki peluang besar untuk menjadi salah satu motor penggerak utama pembangunan ekonomi na sional dimasa mendadang' tegas Akbar. ****

Editor : Dharaka R. Perdana
#industri baja nasional #PT Krakatau Baja Industri #Industri Baja Indonesia #Modal Nasional #krakatau steel