Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

Viral Tambang Pasir Berskala Besar di Belakang SMAN 1 Cimarga Dikeluhkan Rusak Jalan dan Cemari Lingkungan

Resma Putri Anggraini • Kamis, 23 Oktober 2025 | 17:05 WIB

Aktivitas tambang pasir masif di belakang SMAN 1 Cimarga, Lebak, Banten, menuai kecaman warga. Debu pekat, jalan rusak, dan kekhawatiran ganggu proses belajar.
Aktivitas tambang pasir masif di belakang SMAN 1 Cimarga, Lebak, Banten, menuai kecaman warga. Debu pekat, jalan rusak, dan kekhawatiran ganggu proses belajar.

RADAR TULUNGAGUNG – Aktivitas pertambangan pasir berskala besar di Kabupaten Lebak, Banten, kini kembali menjadi sorotan publik dan menimbulkan keresahan mendalam di kalangan masyarakat, khususnya mereka yang bermukim di sekitar lokasi pertambangan.

Tambang pasir yang masif tersebut terletak tepat di belakang kompleks sekolah menengah atas, yaitu SMAN 1 Cimarga.

Penampakan area pertambangan yang sangat luas ini mendadak viral di berbagai platform media sosial, memicu kekhawatiran serius mengenai dampak lingkungan dan keselamatan warga.

Keberadaan tambang pasir ini pertama kali terkuak secara tidak disengaja. Menurut laporan, seorang pengguna internet menemukan area pertambangan tersebut ketika sedang menelusuri lokasi sekolah melalui layanan Google Earth.

Penemuan tak terduga ini kemudian dikonfirmasi melalui video yang beredar luas, menunjukkan skala aktivitas pertambangan yang berlangsung masif di tengah perkebunan rakyat yang ada di lokasi tersebut.

Baca Juga: Profil SMAN 1 Cimarga, Sekolah Negeri Unggulan di Selatan Lebak Banten dengan Akreditasi A, Begini Kondisinya

Dampak yang ditimbulkan dari kegiatan pertambangan yang dekat dengan lembaga pendidikan ini menjadi perhatian serius, terutama mengingat lokasinya yang sangat dekat dengan SMAN 1 Cimarga.

Sorotan terhadap SMAN 1 Cimarga bukanlah kali pertama terjadi dalam beberapa waktu terakhir. Sebelumnya, sekolah ini juga sempat menghebohkan publik karena kasus yang melibatkan kepala sekolah yang menegur (menampar) seorang siswa yang merokok.

Meskipun sempat memicu kontroversi, kasus penamparan tersebut kemudian berakhir damai antara Kepala SMAN 1 Cimarga dengan orang tua siswa.

Namun, kini, perhatian publik kembali tertuju ke area belakang sekolah tersebut, di mana aktivitas tambang pasir berskala besar berlangsung, memicu gelombang keluhan baru dari warga dan pengguna jalan.

Dampak Serius pada Lingkungan dan Infrastruktur

Warga Lebak, khususnya yang tinggal dekat dengan lokasi tambang, kini dihadapkan pada sejumlah masalah serius akibat lalu-lalang alat berat dan truk pengangkut pasir.

Salah satu dampak yang paling dirasakan adalah masalah debu. Debu yang dihasilkan dari aktivitas penambangan pasir ini dilaporkan sangat parah.

Baca Juga: Kepala SMAN 1 Cimarga Banten yang Menampar Siswa di Lebak Dinonaktifkan, Keluarga Korban Lapor Polisi

Seorang warga bernama Misbah mengungkapkan pada 22 Oktober 2025 bahwa debunya tebal sekali, dan kondisi tersebut sangat mengganggu penglihatan bagi mereka yang sedang berkendara.

Gangguan debu ini tidak hanya merugikan pengendara sepeda motor, tetapi juga menimbulkan ketidaknyamanan bagi warga sekitar yang harus terpapar polusi udara secara terus-menerus.

Selain masalah polusi debu, kondisi jalan di sekitar area pertambangan juga mengalami kerusakan signifikan.

Jalanan menjadi rusak akibat sering dilalui oleh truk-truk pengangkut pasir dengan muatan yang sangat berat.

Truk-truk tambang pasir tersebut diketahui kerap berlalu-lalang, yang pada akhirnya memperparah kerusakan infrastruktur jalan. Kerusakan jalan ini sangat membahayakan keselamatan warga.

Ironisnya, jalan yang rusak parah akibat aktivitas pertambangan ini merupakan jalur vital. Sumber menyebutkan bahwa jalan tersebut adalah jalur utama yang digunakan untuk menuju kawasan wisata Baduy.

Kondisi jalan yang rusak dan licin akibat aktivitas truk berat semakin memperburuk aksesibilitas ke destinasi wisata penting ini.

Aktivitas pertambangan pasir berskala besar ini juga menimbulkan kekhawatiran terkait dampak yang ditimbulkan terhadap kegiatan belajar mengajar.

Lokasi tambang yang begitu dekat dengan lingkungan sekolah dikhawatirkan mengganggu ketenangan belajar siswa.

Selain itu, dampak lingkungan secara umum dari kegiatan pertambangan yang masif tersebut juga menjadi pertanyaan besar di mata publik.

Harapan Warga dan Respon Pemerintah Daerah

Meskipun keluhan warga terus bermunculan, dilaporkan bahwa hingga saat ini, aktivitas penambangan pasir tersebut masih berlangsung.

Warga dan pengguna jalan di Lebak sangat berharap pemerintah daerah segera mengambil langkah konkret untuk mengatasi situasi ini.

Mereka mendesak agar pemerintah segera menindak tegas aktivitas pertambangan tersebut, terutama jika terbukti bahwa statusnya adalah ilegal.

Menanggapi video viral dan keluhan dari masyarakat, Wakil Gubernur Banten, Bapak Dimyati Natakusumah, telah menyatakan komitmennya untuk segera turun tangan. Dimyati Natakusumah mengatakan bahwa pihaknya akan melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke lokasi tambang.

Tujuan utama dari sidak ini adalah untuk memastikan status legalitas pertambangan pasir yang cukup besar tersebut, terutama mengingat lokasinya yang berdekatan dengan lingkungan sekolah.

Baca Juga: Obrak Tambang Pasir Ilegal

Warga setempat sangat berharap bahwa dengan adanya tindak tegas dari pemerintah, kegiatan belajar mengajar di sekolah dapat kembali kondusif.

Selain itu, warga juga berharap kelestarian lingkungan di sekitar sekolah dan pemukiman dapat terjaga kembali.

Mereka menekankan bahwa tindakan cepat dari pemerintah daerah sangat diperlukan untuk mengakhiri gangguan yang ditimbulkan oleh tambang pasir ini, yang telah menyebabkan debu tebal, jalan rusak, dan potensi bahaya lainnya di jalur menuju kawasan wisata Baduy.

Tuntutan publik adalah agar pemerintah segera menyelesaikan polemik tambang pasir yang meresahkan ini dan memastikan lingkungan sekitar SMAN 1 Cimarga terbebas dari dampak negatif aktivitas industri yang masif. ****

Editor : Dharaka R. Perdana
#SMAN 1 Cimarga #Lingkungan sekolah #tambang pasir ilegal