RADAR TULUNGAGUNG - Kenaikan gaji CEO Microsoft, Satya Nadella, menjadi sorotan publik di tengah badai PHK besar-besaran yang melanda perusahaan teknologi raksasa itu.
Nadella dilaporkan menerima total kompensasi senilai USD 96,5 juta atau sekitar Rp 1,6 triliun untuk tahun fiskal 2025.
Lonjakan tersebut mencerminkan kinerja saham Microsoft yang terus menanjak berkat booming teknologi kecerdasan buatan (AI).
Sebagian besar kompensasi Nadella berasal dari penghargaan saham senilai lebih dari USD 84 juta, serta insentif tunai sebesar USD 9,5 juta.
Kenaikan ini erat kaitannya dengan kinerja saham Microsoft yang melonjak 23 persen sepanjang tahun 2025 dan telah lebih dari dua kali lipat dalam tiga tahun terakhir.
Dalam laporan kuartal keempat pada Juli lalu, Microsoft mengumumkan pendapatan dan laba yang melampaui ekspektasi analis.
Penjualan perusahaan naik 18%, menjadi pertumbuhan tercepat dalam lebih dari tiga tahun terakhir.
Divisi layanan cloud, Microsoft Azure, menjadi pendorong utama, seiring meningkatnya permintaan infrastruktur untuk mendukung teknologi AI.
Pada tahun fiskal 2024, gaji Nadella juga sempat naik signifikan hingga 63% dari USD 48,5 juta pada tahun sebelumnya, dengan 90 parsen dari total kompensasinya berbentuk saham.
Menariknya, Nadella pernah meminta dewan direksi untuk memangkas bonus tunainya dari USD 10,66 juta menjadi USD 5,2 juta, setelah perusahaan mengalami sejumlah serangan siber.
Namun di balik kesuksesan tersebut, Microsoft tengah menghadapi gejolak internal. Dalam beberapa bulan terakhir, perusahaan melakukan PHK massal terhadap lebih dari 15.000 karyawan di seluruh dunia.
Nadella bahkan menyebut keputusan tersebut “sangat berat” dalam memo internal kepada karyawan.
PHK ini juga memicu kontroversi setelah beberapa karyawan aktivis dilaporkan diberhentikan karena memprotes kerja sama Microsoft dengan militer Israel.
Meski demikian, investor tetap optimistis terhadap masa depan Microsoft, terutama setelah perusahaan sukses memanfaatkan peluang besar di sektor AI. ****
Editor : Dharaka R. Perdana