RADAR TULUNGAGUNG - Badan Gizi Nasional (BGN) mengambil langkah tegas dan strategis dalam mengelola program Makan Bergizi Gratis (MBG).
BGN memutuskan untuk menghapus ribuan usulan calon mitra Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). Tercatat, sebanyak 1.414 usulan mitra SPPG telah resmi dihapus dari sistem oleh BGN.
Penghapusan ini dilakukan karena para calon mitra dinilai tidak menunjukkan perkembangan atau progres yang berarti selama lebih dari 45 hari sejak pendaftaran.
Keputusan ini diambil sebagai bagian dari evaluasi menyeluruh terhadap usulan yang telah masuk, guna memastikan efisiensi dan keseriusan mitra yang terlibat dalam program nasional tersebut.
Wakil Kepala BGN, Sony Sonjaya, menyampaikan bahwa evaluasi secara komprehensif ini mutlak dilakukan mengingat banyaknya usulan yang "mandek" tersebut.
Menurut Sony, keberadaan usulan yang tidak menunjukkan progres dalam kurun waktu yang lama dikhawatirkan akan menimbulkan hambatan signifikan bagi calon mitra lain yang memiliki keseriusan tinggi dan antusiasme untuk membangun SPPG guna mendukung penuh Program MBG.
Oleh karena itu, langkah penghapusan dari sistem merupakan kebijakan yang tak terhindarkan.
Langkah penertiban yang dilakukan BGN ini bertujuan mempercepat implementasi program di lapangan dengan fokus pada mitra yang siap dan serius.
Sony menegaskan bahwa BGN berkomitmen untuk memastikan semua berjalan sesuai prosedur.
"Usulan yang tidak menunjukkan progres dalam waktu lama akan menghambat calon mitra lain yang serius ingin membangun SPPG untuk mendukung program MBG. Karena itu, kami hapus dari sistem,” tegas Sony dalam keterangan resmi yang dikutip pada Sabtu dan Minggu, 18 dan 19 Oktober 2025.
Penutupan Sementara Portal dan Tahapan Pengajuan SPPG
Seiring dengan proses analisis dan evaluasi yang mendalam terhadap ribuan usulan calon mitra yang sudah masuk, BGN memutuskan bahwa portal pendaftaran mitra SPPG untuk program MBG masih ditutup sementara waktu.
Penutupan ini memberi ruang bagi tim BGN untuk melakukan analisis dan evaluasi administratif secara efektif.
Sony Sonjaya menjelaskan bahwa proses pengajuan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) terbagi menjadi dua tahapan utama.
Tahap pertama adalah verifikasi pengajuan (BGN akan memastikan kelengkapan dan kelayakan administrasi), dan tahap kedua adalah proses persiapan.
Calon mitra yang telah berhasil lolos melewati verifikasi tahap pertama, barulah diperbolehkan untuk melanjutkan ke proses berikutnya, yaitu pembangunan atau renovasi bangunan yang akan difungsikan sebagai SPPG.
Fasilitas ini nantinya akan menjadi dapur penyedia Makan Bergizi Gratis (MBG) di berbagai daerah.
Peringatan Keras Mengenai Pembangunan Tanpa Persetujuan Resmi
Dalam penjelasannya, Wakil Kepala BGN Sony Sonjaya juga mengeluarkan peringatan keras kepada seluruh calon mitra.
Ia menekankan bahwa calon mitra yang belum lolos verifikasi tahap awal tidak diizinkan untuk melakukan aktivitas pembangunan atau renovasi fasilitas.
Hal ini penting untuk dipatuhi demi menjaga ketertiban dan memastikan bahwa semua SPPG yang akan beroperasi telah memenuhi standar yang ditetapkan oleh BGN.
"Calon mitra yang belum lolos verifikasi tidak diperkenankan melakukan pembangunan atau renovasi sebelum memperoleh persetujuan resmi dari BGN," tukasnya, menekankan pentingnya persetujuan resmi dari lembaga tersebut.
Komitmen BGN dan Prioritas Pembukaan Kembali Pendaftaran
BGN terus memperketat proses seleksi mitra SPPG. Komitmen utama dari BGN adalah memastikan bahwa seluruh SPPG yang pada akhirnya beroperasi harus memenuhi standar ketat terkait keamanan pangan, sanitasi, dan juga manajemen distribusi makanan yang telah ditetapkan oleh lembaga.
Standar ini sangat krusial mengingat program MBG menyangkut kesehatan dan gizi penerima manfaat.
Setelah proses analisis dan evaluasi menyeluruh rampung, BGN merencanakan pembukaan kembali pendaftaran mitra baru secara bertahap.
Pembukaan ini akan dilakukan dengan prioritas tinggi pada wilayah-wilayah kecamatan yang masih mengalami kekurangan SPPG.
Prioritas didasarkan pada kebutuhan riil di lapangan, khususnya untuk memenuhi kebutuhan gizi kelompok penerima manfaat program MBG.
Kelompok sasaran utama dari program ini mencakup balita, ibu hamil dan menyusui, serta para peserta didik di sekolah-sekolah yang telah ditetapkan menjadi sasaran program.
Sony menutup pernyataannya dengan menegaskan visi program. "Kami ingin memastikan keberadaan SPPG benar-benar efektif melayani kebutuhan gizi masyarakat, bukan sekadar memenuhi jumlah administratif,” kata Sony.
BGN mengapresiasi semua pihak yang berkomitmen mendukung Program MBG dan ingin memastikan bahwa setiap langkah di lapangan benar-benar membawa manfaat yang nyata bagi masyarakat.
Langkah penghapusan 1.414 usulan yang mandek ini menjadi bukti nyata komitmen BGN dalam menjalankan Program Makan Bergizi Gratis secara profesional dan berintegritas. ****
Editor : Dharaka R. Perdana