RADAR TULUNGAGUNG - Indonesia dikenal sebagai salah satu negara dengan keanekaragaman hayati terbesar di dunia.
Dari Sabang sampai Merauke, berbagai jenis satwa unik hidup di alam nusantara — dan banyak di antaranya tidak ditemukan di tempat lain di dunia.
Inilah daftar 10 hewan endemik Indonesia yang menjadi bukti betapa kayanya negeri ini.
Baca Juga: Razia Sejumlah Warung Kopi dan Kafe, Polisi Tulungagung Tidak Temukan Peredaran Miras Tak Berizin
1. Komodo (Varanus komodoensis) – Naga Terakhir di Dunia
Komodo adalah reptil terbesar di dunia yang hanya hidup di Kepulauan Nusa Tenggara Timur, seperti Pulau Komodo, Rinca, dan Flores.
Dengan panjang mencapai 3 meter dan berat hingga 70 kg, komodo menjadi predator puncak di habitatnya.
Kini statusnya terancam punah, sehingga dilindungi secara ketat di Taman Nasional Komodo.
2. Orangutan Kalimantan dan Sumatera
Indonesia punya dua spesies orangutan yakni orangutan Kalimantan (Pongo pygmaeus) dan Orangutan Sumatera (Pongo abelii). Keduanya hanya ditemukan di Indonesia dan sebagian kecil Malaysia.
Primata cerdas ini dikenal memiliki DNA 97 persen mirip manusia. Sayangnya, populasi mereka terus menurun akibat deforestasi dan perburuan liar.
3. Burung Cenderawasih – Si “Burung Surga” dari Papua
Burung Cenderawasih sering disebut “Bird of Paradise” karena keindahan bulunya yang luar biasa. Burung ini hanya ditemukan di Papua dan beberapa pulau sekitarnya.
Bagi masyarakat setempat, Cenderawasih adalah simbol keindahan dan kehormatan. Kini, banyak spesies Cenderawasih dilindungi karena perburuan untuk perdagangan bulu.
4. Anoa – Kerbau Kecil dari Sulawesi
Anoa adalah mamalia endemik Sulawesi yang terlihat seperti perpaduan antara sapi dan kambing. Ada dua jenis anoa: anoa dataran rendah dan anoa pegunungan.
Mereka hidup di hutan tropis dan menjadi hewan yang pemalu. Kini, statusnya terancam punah akibat perburuan dan hilangnya habitat.
5. Burung Maleo (Macrocephalon maleo)
Burung ini hanya bisa ditemukan di Sulawesi. Yang unik, burung Maleo tidak mengerami telurnya, melainkan menanamnya di pasir yang hangat karena panas bumi atau sinar matahari.
Setelah menetas, anak Maleo langsung bisa terbang dan mencari makan sendiri!
6. Badak Jawa (Rhinoceros sondaicus)
Salah satu hewan paling langka di dunia. Badak Jawa kini hanya tersisa di Taman Nasional Ujung Kulon, Banten, dengan populasi kurang dari 80 ekor.
Ciri khasnya adalah culanya yang kecil dan pendek. Upaya konservasi besar-besaran terus dilakukan untuk menyelamatkan spesies ini dari kepunahan.
7. Tarsius (Tarsius tarsier) – Primata Mini dari Sulawesi
Tarsius adalah primata mungil dengan mata besar yang aktif di malam hari. Hewan ini hanya sebesar telapak tangan manusia dan dikenal sebagai hewan dengan mata terbesar dibandingkan ukuran tubuhnya.
Tarsius juga bisa memutar kepalanya hingga hampir 180 derajat!
8. Jalak Bali (Leucopsar rothschildi)
Burung cantik dengan bulu putih bersih dan mata biru ini hanya hidup di Bali bagian barat. Bahkan Jalak Bali menjadi ikon fauna Provinsi Bali dan dilindungi secara ketat.
Sayangnya, keindahannya membuat burung ini banyak diburu untuk dijadikan koleksi.
9. Babirusa (Babyrousa babyrussa) – Babi Bertaring Aneh dari Sulawesi
Babirusa memiliki taring panjang melengkung yang menembus kulit hidungnya sendiri — membuatnya tampak seperti hewan mitologi.
Nama “Babirusa” berarti “babi rusa” karena taringnya menyerupai tanduk rusa. Hewan ini kini langka dan hanya bisa ditemukan di Sulawesi, Togian, dan Buru.
10. Kakatua Raja (Probosciger aterrimus)
Kakatua besar berwarna hitam legam dengan jambul tinggi dan pipi merah ini hanya hidup di Papua dan pulau sekitarnya.
Burung ini dikenal sangat pintar dan memiliki suara yang khas. Sayangnya, perdagangan ilegal dan hilangnya habitat membuat populasinya terus menurun.
Indonesia adalah rumah bagi ribuan spesies endemik, dan 10 hewan di atas hanyalah sebagian kecil dari kekayaan luar biasa itu.Namun, banyak dari mereka kini terancam punah akibat aktivitas manusia.
Menjaga kelestarian mereka bukan hanya soal melindungi satwa, tetapi juga menjaga identitas dan kebanggaan bangsa Indonesia.
Karena setiap spesies yang hilang — adalah bagian dari sejarah bumi yang tak akan pernah kembali. ****
Editor : Dharaka R. Perdana