Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

BMKG Ungkap Gempa Megathrust di Indonesia Hanya Tunggu Waktu, Ini 13 Zona Merah yang Wajib Diwaspadai

Ilma Nurrahma • Senin, 27 Oktober 2025 | 02:30 WIB

BMKG menyebut potensi gempa megathrust di Indonesia tinggal menunggu waktu. Terdapat 13 zona merah yang berpotensi tinggi mengalami gempa besar dan tsunami. (INFO INDONESIA)
BMKG menyebut potensi gempa megathrust di Indonesia tinggal menunggu waktu. Terdapat 13 zona merah yang berpotensi tinggi mengalami gempa besar dan tsunami. (INFO INDONESIA)

RADAR TULUNGAGUNG Indonesia kembali diingatkan akan bahaya gempa megathrust yang sewaktu-waktu bisa terjadi.

BMKG menegaskan, fenomena ini bukan tentang jika, tapi kapan menandakan besarnya potensi energi yang tersimpan di bawah bumi Nusantara.

Dari Aceh hingga selatan Jawa, 13 zona merah kini menjadi perhatian serius para ahli dan pemerintah.

Baca Juga: Ramalan Cuaca 20–29 Oktober 2025, BMKG Juanda Imbau Warga Jawa Timur Waspadai Cuaca Ekstrem, Termasuk Tulungagung dan Sekitarnya

Lembaga BMKG menegaskan bahwa potensi gempa megathrust di Indonesia adalah hal yang tak bisa dihindari, dan kini “tinggal menunggu waktu”.

“Ini bukan prediksi kapan gempa akan terjadi, melainkan pengingat bahwa kita harus siap,” tegas Kepala BMKG, Dwikorita Karnawati, dalam keterangan resminya di Jakarta.

Menurut BMKG, megathrust adalah istilah untuk zona tumbukan antara lempeng samudra dan benua yang menyimpan energi luar biasa besar.

Baca Juga: Prakiraan Cuaca di Bulan Oktober Makin Sulit Ditebak, Simak Pola Perubahan Musim 5 Tahun Terakhir

Ketika energi itu dilepaskan, getarannya bisa memicu gempa besar yang berpotensi disertai tsunami seperti yang pernah terjadi di Aceh tahun 2004 silam.

Hasil pemetaan BMKG mengungkap sedikitnya 13 segmen megathrust aktif di Indonesia yang kini berada dalam kategori “zona merah”. Wilayah-wilayah itu antara lain:

Zona Aceh-Andaman, Mentawai-Siberut dan Pagai, Selat Sunda – Banten, Selatan Jawa Barat hingga Banyuwangi, Bali – Lombok – Sumbawa, hingga Timur Laut Maluku dan Papua.

Segmen-segmen tersebut disebut “kosong” karena belum melepaskan energi besar selama ratusan tahun.

Dalam istilah geologi, ini disebut seismic gap  wilayah yang berpotensi menjadi sumber gempa besar berikutnya.

Baca Juga: Panas Menyengat Belum Usai! Ini Penjelasan BMKG Tentang Cuaca Terik di Indonesia

Namun, BMKG menegaskan bahwa istilah “tinggal menunggu waktu” bukan untuk menakuti masyarakat. Peringatan ini lebih pada upaya membangun kesadaran publik tentang pentingnya mitigasi dan kesiapsiagaan bencana.

Masyarakat diimbau untuk:

1. Mengenali apakah tempat tinggalnya masuk dalam zona rawan gempa atau tsunami.

2. Membangun atau memperkuat bangunan dengan struktur tahan gempa.

3. Mengetahui jalur dan lokasi evakuasi terdekat.

4. Menyimpan tas darurat berisi kebutuhan penting jika bencana terjadi tiba-tiba.

Selain itu, pemerintah daerah di wilayah pesisir seperti Mentawai, Pandeglang, Cilacap, hingga Lombok diminta meninjau ulang tata ruang dan pembangunan agar selaras dengan peta rawan bencana terbaru. ****

Editor : Dharaka R. Perdana
#bmkg #zona merah #Indonesia siaga #mitigasi bencana #gempa megathrust