Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

Biaya Haji 2026 Turun Rp2 Juta, Kementerian Haji dan Umrah Klaim Tak Berpengaruh pada Pelayanan, Ini Rinciannya

Dharaka R. Perdana • Kamis, 30 Oktober 2025 | 20:55 WIB

Rincian penurunan BPIH 2026. (INSTAGRAM KEMENTERIAN HAJI DAN UMRAH)
Rincian penurunan BPIH 2026. (INSTAGRAM KEMENTERIAN HAJI DAN UMRAH)

RADAR TULUNGAGUNG – Kabar gembira datang bagi calon jemaah haji tahun 2026, khususnya yang segera melunasi biaya haji.

Melalui unggahan di akun resmi Instagram Kementerian Haji dan Umrah Indonesia, pemerintah mengumumkan bahwa biaya haji tahun 1447 H/2026 M turun sebesar Rp2.000.894 dibandingkan tahun sebelumnya.

Dalam unggahan tersebut dijelaskan, rata-rata biaya haji 2026 ditetapkan sebesar Rp87.409.365 per jemaah reguler.

Baca Juga: Kuota Haji 2026 Tak Berubah, Jawa Timur Terbanyak, Sulawesi Utara Paling Sedikit

Dari jumlah tersebut, jemaah membayar Rp54.193.806 atau sekitar 62 persen dari total BPIH, sementara sisanya ditanggung dari nilai manfaat dana haji yang dikelola Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH).

"Penurunan ini merupakan hasil efisiensi dan komitmen Presiden Prabowo Subianto bersama Komisi VIII DPR RI, untuk meringankan beban jemaah tanpa menurunkan kualitas pelayanan haji,” tulis Kementerian Haji dan Umrah Indonesia dalam unggahan resminya, Kamis (30/10/2025).


Rincian Penurunan Biaya Haji 2026

Komponen Biaya Tahun 2025 Tahun 2026 Selisih Keterangan
Bipih (Biaya Perjalanan Ibadah Haji) Rp55.431.751 Rp54.193.807 ↓ Rp1.237.944 Dibayar langsung oleh jemaah
Nilai Manfaat (Subsidi Dana Haji) Rp33.978.508 Rp33.215.559 ↓ Rp762.949 Ditanggung dari hasil pengelolaan BPKH
Total BPIH (Rata-rata Nasional) Rp89.410.259 Rp87.409.365 ↓ Rp2.000.894 Penurunan total per jemaah

Efisiensi Tanpa Menurunkan Pelayanan

Penurunan biaya tersebut tidak akan memengaruhi kualitas layanan haji. Kementerian menegaskan bahwa aspek kenyamanan, transportasi, dan akomodasi tetap menjadi prioritas utama.

“Kemenag RI memastikan standar layanan haji 2026 tetap maksimal meski biaya turun. Efisiensi dilakukan melalui negosiasi harga layanan di Arab Saudi serta optimalisasi dana manfaat,” tulis akun resmi @kemenhaj.ri.

Baca Juga: Ketua KPK Sebut Pengembalian Uang Kasus Kuota Haji Hampir Mencapai Rp100 Miliar dari Sejumlah Biro Perjalanan Haji dan Umrah

Langkah efisiensi ini merupakan hasil kerja sama erat antara Kementerian Agama RI, BPKH, dan Kementerian Haji dan Umrah Arab Saudi, yang bersama-sama meninjau ulang struktur pembiayaan dan kontrak penyedia layanan haji.

Dengan total kuota nasional mencapai 221.000 jemaah pada tahun 2026, Indonesia tetap menjadi negara dengan jumlah calon haji terbesar di dunia. ****

Editor : Dharaka R. Perdana
#kementerian haji dan umrah #menurun #biaya haji