Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

Sosok KGPAA Hamangkunegoro, Putra Mahkota Keraton Surakarta di Tengah Harapan dan Sorotan Publik, Pernah Lontarkan Hal Kontroversial

Dharaka R. Perdana • Senin, 3 November 2025 | 01:43 WIB

Sosok KGPAA Hamangkunegara Rajaputra Narendra ing Mataram. (INSTAGRAM KRATON SOLO)
Sosok KGPAA Hamangkunegara Rajaputra Narendra ing Mataram. (INSTAGRAM KRATON SOLO)

RADAR TULUNGAGUNG – Wafatnya Sinuhun Pakubuwono (PB) XIII pada Minggu (2/11/2025) membawa duka mendalam bagi keluarga besar Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat.

Di tengah suasana berkabung itu, perhatian publik kini tertuju pada sosok Kanjeng Gusti Pangeran Adipati Anom (KGPAA) Hamangkunegoro, putra mahkota yang disebut sebagai calon penerus tahta Kasunanan Surakarta.

KGPAA Hamangkunegoro merupakan putra bungsu PB XIII dari permaisuri GKR Pakubuwana (Asih Winarni).

Baca Juga: Keluarga Besar Wangsa Mataram Berduka, Keraton Yogyakarta dan Pura Mangkunegaran Sampaikan Belasungkawa atas Wafatnya Pakubuwono XIII

Pemuda berusia sekitar 22 tahun ini lahir dengan nama kecil GRM Suryo Aryo Mustiko. Ia dikenal dekat dengan keluarga dan memiliki ketertarikan kuat terhadap dunia hukum dan kebudayaan Jawa.

Hamangkunegoro diangkat sebagai putra mahkota pada 27 Februari 2022, bertepatan dengan peringatan Tingalan Dalem Jumenengan ke-18 PB XIII. Gelar lengkap yang disematkan adalah KGPAA Hamangkunegoro Sudibyo Rajaputra Narendra Mataram.

Penetapan itu menegaskan posisinya sebagai penerus resmi tahta Kasunanan Surakarta Hadiningrat. Upacara penobatan kala itu digelar khidmat di dalam Keraton, disaksikan para abdi dalem dan keluarga besar raja.

Baca Juga: Prakiraan Rute Prosesi Pemakaman Pakubuwono XIII, Dimulai dari Keraton Menuju Loji Gandrung Sebelum ke Imogiri Yogyakarta

Latar Belakang Pendidikan dan Aktivitas

Selain aktif di lingkungan keraton, Hamangkunegoro dikenal sebagai mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Diponegoro, Semarang.

Meski masih muda, ia sering tampil di ruang publik dan media sosial, menunjukkan sikap terbuka terhadap berbagai isu budaya dan kebangsaan.

Gaya komunikasinya yang modern membuatnya dikenal di kalangan generasi muda Solo dan pemerhati budaya Jawa.

Baca Juga: Jenazah Sinuhun Pakubuwono XIII Akan Dimakamkan di Imogiri pada Rabu Mendatang, Wajib Kenakan Beskap Hitam

Sosok Muda di Tengah Tradisi

Hamangkunegoro membawa harapan baru bagi masa depan Kasunanan Surakarta. Di usia muda, ia dihadapkan pada tanggung jawab besar: menjaga warisan leluhur Mataram dan memimpin keraton di tengah perubahan zaman.

Sebagai generasi penerus, ia diharapkan dapat menjembatani nilai-nilai tradisi dengan semangat modernitas — melestarikan budaya tanpa meninggalkan konteks kekinian.

Tantangan dan Sorotan Publik

Sebagai figur publik, Hamangkunegoro juga tak luput dari sorotan. Beberapa pernyataannya di media sosial, termasuk soal penyesalan sejarah “keraton bergabung dengan Republik”, sempat memicu perdebatan.

Namun, banyak pihak menilai hal itu sebagai bentuk kepeduliannya terhadap eksistensi dan martabat budaya Jawa.

Di sisi lain, penetapannya sebagai putra mahkota juga sempat menimbulkan perbedaan pandangan internal di lingkungan keraton.

Baca Juga: Ketika Masih Kecil, Nama Sinuhun Pakubuwono XIII Pernah Diganti oleh Neneknya, Latar Belakangnya Disesuaikan dengan Tradisi Jawa

Meski demikian, berbagai kalangan berharap ia dapat menjadi pemersatu dan membawa era baru bagi Kasunanan Surakarta.

Harapan ke Depan

Kini, setelah wafatnya PB XIII, KGPAA Hamangkunegoro menjadi tumpuan harapan bagi keberlanjutan tradisi dan kepemimpinan Keraton Surakarta.

Sebagai sosok muda dengan latar pendidikan hukum dan semangat kebangsaan, ia diharapkan mampu memadukan nilai-nilai luhur budaya Jawa dengan tantangan masa depan.

Bagi masyarakat Surakarta, nama Hamangkunegoro bukan sekadar simbol penerus tahta — tetapi juga lambang harapan agar keraton tetap menjadi pusat budaya, spiritualitas, dan kebijaksanaan Jawa di tengah arus modernitas. ****

Editor : Dharaka R. Perdana
#Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat #Pakubuwono XIII #putra mahkota #KGPAA Hamangkunegoro