Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

Mantan Presiden Jokowi Takziah ke Keraton Surakarta, Sempat Laksanakan Sholat Jenazah Sinuhun Pakubuwono XIII

Dharaka R. Perdana • Senin, 3 November 2025 | 19:50 WIB

Mantan Presiden Joko Widodo tampak bertakziah dan melakukan sholat jenazah Sinuhun Pakubuwono XIII. (INSTAGRAM @KARATONSURAKARTAHADININGRAT)
Mantan Presiden Joko Widodo tampak bertakziah dan melakukan sholat jenazah Sinuhun Pakubuwono XIII. (INSTAGRAM @KARATONSURAKARTAHADININGRAT)

RADAR TULUNGAGUNG - Suasana duka menyelimuti Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat, Minggu (2/11) atas wafatnya Sinuhun Pakubuwono XIII.

Tak sedikit tokoh penting datang melayat ke keraton, termasuk Presiden ke-7 Republik Indonesia Joko Widodo (Jokowi) datang melayat SISKS Pakubuwono XIII yang wafat setelah beberapa bulan menjalani perawatan akibat sakit.

Jokowi tiba di kompleks Keraton sekitar pukul 20.30 WIB. Didampingi Wali Kota Surakarta Respati Ardi, ia disambut hangat oleh keluarga besar Keraton dan anak-anak almarhum Pakubuwono XIII.

Baca Juga: Daftar Raja-raja Kasunanan Surakarta yang Dimakamkan di Astana Pajimatan Imogiri, Terbagi dalam Tiga Kedaton di Sisi Barat

Dari pintu utama, Jokowi langsung diarahkan menuju Sasana Parasdya, tempat jenazah sang raja disemayamkan.

Di sana, Presiden turut melaksanakan salat jenazah bersama keluarga dan abdi dalem. Sekitar 20 menit berada di dalam keraton, Jokowi kemudian berpamitan.

Sebelum meninggalkan lokasi, ia menyampaikan belasungkawa yang mendalam atas wafatnya raja yang dikenal bersahaja tersebut.

Baca Juga: Sinuhun Pakubuwono XIII akan Dimakamkan di Makam Raja-raja Mataram di Imogiri, Berdampingan dengan Makam Pakubuwono XII

“Pertama-tama saya menyampaikan duka cita yang mendalam atas wafatnya Sinuhun, karena gerah atau sakit beberapa bulan ini. Semoga amal Sinuhun diterima di sisi Allah SWT, ditempatkan di tempat yang paling baik, serta diampuni seluruh dosa-dosanya,” katanya seperti dilansir Radar Solo.

Presiden yang juga putra asli Solo itu berharap keluarga besar Keraton Kasunanan Surakarta diberi ketabahan dalam menghadapi masa berkabung.

Jokowi dan Peran Penting dalam Rekonsiliasi “Raja Kembar”

Kehadiran Jokowi di tengah duka ini memiliki makna mendalam. Sosok Presiden ke-7 RI tersebut pernah berperan besar dalam rekonsiliasi damai antara KGPH Hangabehi dan KGPH Tejowulan pada tahun 2012. Ketika ia masih menjabat sebagai Wali Kota Surakarta.

Baca Juga: Keluarga Besar Wangsa Mataram Berduka, Keraton Yogyakarta dan Pura Mangkunegaran Sampaikan Belasungkawa atas Wafatnya Pakubuwono XIII

Kala itu, Keraton Surakarta terpecah akibat dualisme kepemimpinan atau yang dikenal sebagai “raja kembar”.

Jokowi menjadi mediator utama yang menjembatani kedua belah pihak hingga tercapai kesepakatan damai.

Proses rekonsiliasi berlangsung di Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta, pada 4 Juni 2012 dan disaksikan sejumlah tokoh nasional.

Dalam kesepakatan tersebut, KGPH Tejowulan bersedia melepaskan gelar Pakubuwono XIII dan menerima gelar baru sebagai Kanjeng Gusti Pangeran Harya Panembahan Agung, sehingga KGPH Hangabehi diakui secara tunggal sebagai raja sah Keraton Kasunanan Surakarta.

Langkah mediasi yang ditempuh Jokowi saat itu dianggap berhasil mengakhiri konflik panjang yang melibatkan dua kubu dalam keraton, sekaligus memulihkan wibawa Kasunanan Surakarta sebagai pusat kebudayaan Jawa. ****

Editor : Dharaka R. Perdana
#joko widodo #Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat #jokowi #Pakubuwono XIII