Ignasius Jonan ke Istana, Tegaskan Tak Bahas Jabatan dan Nilai Proyek Kereta Cepat Whoosh sebagai Terobosan Bagus

Vidya Sajar Fitri • Dipublikasikan Selasa, 4 November 2025 | 19:03 WIB
Ignasius Jonan bertemu Presiden Prabowo di Istana selama dua jam. Bahas program kerakyatan tanpa bicara jabatan.(antaranews.com)
Ignasius Jonan bertemu Presiden Prabowo di Istana selama dua jam. Bahas program kerakyatan tanpa bicara jabatan.(antaranews.com)

TULUNGAGUNG – Mantan Menteri Perhubungan sekaligus mantan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Ignasius Jonan, buka suara soal kehadirannya di Istana Negara baru-baru ini.

Kunjungannya sempat memunculkan spekulasi publik bahwa ia dipanggil Presiden untuk membicarakan proyek kereta cepat Whoosh maupun tawaran posisi strategis di pemerintahan baru.

Namun, Jonan menegaskan, pertemuan tersebut hanyalah diskusi santai.

Dalam pernyataannya, Ignasius Jonan ke Istana bukan untuk membahas urusan jabatan ataupun proyek besar.

“Enggak ada pembahasan soal apa pun. Kami hanya diskusi biasa saja. Saya datang karena diundang, itu saja,” ujar Jonan kepada wartawan usai pertemuan.

Ia menegaskan bahwa Presiden tidak menyinggung persoalan utang proyek kereta cepat Whoosh.

“Enggak dibahas sama sekali. Beliau pasti sudah punya kebijakan sendiri soal itu. Kalau mau tahu soal operasional dan utang, ya tanya langsung ke pihak yang berwenang,” katanya.

Hanya Diskusi Biasa, Bukan Bahas Jabatan

Jonan juga menepis anggapan bahwa dirinya dipanggil ke Istana untuk diberi tugas baru.

Ia menyebut dirinya sudah pensiun dan tidak memiliki kewenangan apa pun di pemerintahan.

“Saya ini sudah pensiun, jadi enggak komentar soal jabatan atau penugasan. Enggak ada tawaran apa pun,” tegasnya.

Mantan Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia (KAI) itu menyampaikan, sebagai warga negara, ia akan tetap siap bila suatu saat negara membutuhkan tenaganya.

“Kalau diminta bekerja untuk negara dan saya mampu, tentu saya siap. Tapi sejauh ini enggak ada pembicaraan soal itu,” katanya.

Jonan menegaskan, dirinya hanya ingin berbagi pandangan sebagai warga sipil yang peduli terhadap pembangunan nasional.

“Saya cuma sharing saja, membahas hal-hal umum tentang bangsa. Enggak ada hal teknis yang dibicarakan,” imbuhnya.

Tanggapan Jonan Soal Proyek Kereta Cepat Whoosh

Saat ditanya pandangannya mengenai proyek kereta cepat Whoosh, Jonan memilih berhati-hati.

Ia menyebut proyek tersebut merupakan salah satu terobosan besar di sektor transportasi Indonesia.

“Saya kira terobosannya bagus-bagus saja. Saya belum lihat hasil akhirnya seperti apa, tapi ide membangun konektivitas cepat antarwilayah itu bagus,” jelasnya.

Jonan mengakui tidak banyak mengikuti perkembangan proyek tersebut karena sudah tidak lagi menjabat di pemerintahan.

Namun, ia tetap berharap proyek strategis seperti Whoosh bisa membawa manfaat ekonomi bagi masyarakat.

“Kalau dikerjakan dengan baik, multiplier effect-nya akan besar bagi ekonomi nasional,” ucapnya.

Selain itu, Jonan menilai penting bagi pemerintah untuk terus melanjutkan pembangunan transportasi massal yang efisien dan ramah lingkungan.

Baca Juga: Tunggakan BPJS Kesehatan Capai Rp10 Triliun, 23 Juta Peserta Belum Lunasi Iuran hingga November 2025, Golongan Ini Penunggak Iuran Terbanyak

“Konsep transportasi publik jarak jauh seperti kereta cepat harus jadi bagian dari masa depan Indonesia,” katanya.

Siap Bila Diminta Negara

Meski menegaskan tidak ada pembahasan soal jabatan, Jonan tidak menutup kemungkinan jika suatu saat dirinya kembali diminta membantu pemerintah.

“Sebagai warga negara, kalau diminta membantu negara dan saya mampu, tentu siap. Tapi untuk sekarang, enggak ada apa-apa,” ungkapnya.

Pernyataan itu mencerminkan sikap rendah hati yang selama ini melekat pada sosok Jonan.

Ia lebih memilih fokus memberikan masukan dan pandangan secara informal tanpa harus memiliki jabatan resmi.

Profil Singkat Ignasius Jonan

Ignasius Jonan dikenal publik sebagai pembenah besar di sektor transportasi.

Saat menjabat Direktur Utama PT KAI pada 2009–2014, ia berhasil mereformasi layanan kereta api Indonesia yang sebelumnya penuh keluhan menjadi lebih modern, tepat waktu, dan berorientasi pada pelanggan.

Kesuksesannya membuat Presiden Joko Widodo mempercayakannya sebagai Menteri Perhubungan pada periode pertama pemerintahannya.

Baca Juga: Pemerintah Bakal Lakukan Pemutihan Tunggakan BPJS Kesehatan Mulai November 2025, Ini Syarat dan Cara Cek Status Peserta

Setelah itu, Jonan juga dipercaya menjabat Menteri ESDM, di mana ia memperkenalkan banyak kebijakan efisiensi energi dan transparansi perizinan.

Kini, setelah tidak lagi menjabat di pemerintahan, Jonan kerap dimintai pandangan dalam isu-isu strategis, terutama yang menyangkut transportasi nasional dan kebijakan energi.

Meski begitu, dalam pertemuannya di Istana kali ini, Jonan menegaskan kembali bahwa dirinya datang hanya sebagai warga negara biasa.

“Enggak ada yang luar biasa. Hanya diskusi ringan saja,” katanya menutup wawancara.***

Editor : Vidya Sajar Fitri
Sumber : youtube
istana negara Kereta Cepat Whoosh pt kai ignasius jonan Presiden Prabowo