TULUNGAGUNG - Mantan Menteri Perhubungan Ignasius Jonan menegaskan bahwa dirinya tidak membahas proyek kereta cepat Whoosh (KCIC) dalam pertemuannya dengan Presiden Prabowo Subianto di Istana Negara, Jakarta, Senin (4/11).
Jonan menyebut kedatangannya ke Istana hanya sebatas memenuhi undangan dari Sekretaris Kabinet Tedi Indra Wijaya, bukan untuk membicarakan isu tertentu seperti restrukturisasi utang proyek kereta cepat Indonesia China.
Kehadiran Jonan di kompleks Istana Negara sempat menyita perhatian awak media.
Mantan Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia (KAI) itu tampil santai dengan batik lengan panjang dan terus melempar senyum ketika dicegat wartawan.
Namun, ketika ditanya apakah kedatangannya berkaitan dengan pembahasan proyek Whoosh Jakarta–Bandung, Jonan menampik dengan tegas.
“Enggak, enggak dibahas. Enggak ada bahasan soal Whoosh,” ujar Jonan singkat saat ditanya awak media.
“Saya diundang oleh Pak Seskap. Cuma diskusi biasa saja, enggak ada topik khusus," tambahnya.
Tidak Siapkan Materi Apa Pun
Dalam kesempatan itu, Ignasius Jonan juga mengaku tidak menyiapkan dokumen atau materi apa pun untuk disampaikan kepada Presiden Prabowo.
Ia menegaskan bahwa pertemuan tersebut lebih bersifat informal dan tidak membahas isu strategis tertentu.
“Saya enggak tahu ya, enggak ada materi yang disiapkan. Ngobrol aja, mungkin hanya silaturahmi,” katanya.
Saat awak media mencoba menggali apakah dirinya dimintai pandangan mengenai restrukturisasi utang kereta cepat Whoosh, Jonan kembali menepis.
“Enggak, enggak dibahas sama sekali. Saya pikir itu sudah ada kebijakan sendiri dari pemerintah sekarang,” ujarnya.
Jonan menegaskan dirinya sudah lama pensiun dari dunia perkeretaapian dan tidak lagi memiliki peran resmi dalam proyek-proyek pemerintah.
“Saya kan sudah pensiun. Jadi ya enggak ikut-ikut lagi soal proyek itu,” ucapnya sembari tersenyum.
Presiden Prabowo Bahas Restrukturisasi Utang Whoosh
Meski Jonan menampik terlibat dalam pembahasan proyek Whoosh, di hari yang sama, Menko Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) diketahui juga menghadiri pertemuan dengan Presiden Prabowo di Istana.
AHY mengonfirmasi bahwa pembicaraan dengan Presiden memang menyinggung soal restrukturisasi utang proyek kereta cepat Indonesia China (KCIC).
“Kita membahas berbagai isu strategis, termasuk soal KCIC Jakarta–Bandung. Pemerintah sedang mencari solusi terbaik untuk penyelesaian pembiayaan dan restrukturisasi utangnya,” kata AHY kepada wartawan.
AHY menyebut pembahasan tersebut penting agar proyek strategis nasional itu tetap berjalan lancar tanpa membebani keuangan negara.
Menurutnya, pemerintah tengah mempersiapkan opsi restrukturisasi dengan mempertimbangkan bunga pinjaman, tenor pembayaran, dan potensi kerja sama baru dengan pihak China.
Spekulasi Publik Soal Kehadiran Jonan
Kehadiran Ignasius Jonan di Istana Negara pada hari yang sama dengan AHY memunculkan spekulasi publik bahwa pemerintah mungkin ingin meminta pandangan teknis dari Jonan yang dikenal sebagai sosok berpengalaman di bidang transportasi.
Namun, Jonan membantah keras dugaan itu.
“Enggak ada pembahasan soal itu (Whoosh). Saya cuma diundang, datang, dan ngobrol biasa saja,” tegasnya lagi.
Jonan selama ini dikenal sebagai tokoh yang berhasil mereformasi sektor perkeretaapian nasional ketika menjabat sebagai Direktur Utama KAI pada 2009–2014.
Di bawah kepemimpinannya, layanan kereta api mengalami transformasi besar dalam hal ketepatan waktu, keselamatan, dan kenyamanan penumpang.
Karena rekam jejak itulah, banyak pihak menduga pemerintah ingin meminta pandangan Jonan terkait masa depan proyek KCIC yang kini sedang menghadapi persoalan keuangan.
Namun, Jonan dengan tegas menyebut dirinya tidak dilibatkan dalam diskusi tersebut.
Pemerintah Siapkan Rapat Terbatas
Sementara itu, Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia (KAI) Bobby Rasyidin mengatakan pembahasan restrukturisasi utang KCIC akan segera digelar dalam rapat terbatas bersama Presiden Prabowo.
Menurutnya, pemerintah sudah berkoordinasi dengan holding Danantara dan Kementerian BUMN untuk mencari solusi terbaik.
“Rapat terbatas akan segera digelar. Kami juga sudah berdiskusi dengan Danantara mengenai opsi restrukturisasi,” ujarnya.
Bobby memastikan pihak KCIC tetap mendukung penuh langkah pemerintah dalam mencari solusi pembiayaan proyek tersebut.
“Kami taat hukum dan siap bekerja sama dengan semua pihak, termasuk jika KPK membutuhkan data atau klarifikasi,” imbuhnya.
Jonan Tetap Low Profile
Terlepas dari berbagai spekulasi yang beredar, Ignasius Jonan tetap memilih bersikap low profile.
Ia tidak banyak bicara dan menegaskan bahwa pertemuannya dengan Presiden Prabowo tidak ada kaitannya dengan proyek kereta cepat Whoosh.
“Enggak ada bahasan apa-apa. Cuma ngobrol biasa aja,” tutup Jonan singkat sebelum meninggalkan kompleks Istana Negara.***
Editor : Vidya Sajar Fitri