RADAR TULUNGAGUNG - Sebuah insiden kecelakaan kereta maut terjadi di perlintasan kereta api Prambanan, Sleman, DIY, pada Selasa (4/11/2025) pagi.
Peristiwa nahas ini menewaskan tiga orang di lokasi kejadian, mengguncang wilayah yang berbatasan dengan Klaten, Jawa Tengah.
Kejadian kecelakaan kereta ini melibatkan KA Bangunkarta jurusan Jombang-Pasar Senen yang menabrak tiga kendaraan sekaligus.
Kendaraan yang tertabrak adalah satu mobil minibus dan dua sepeda motor yang sedang melintas di perlintasan tersebut.
Waktu kejadian kecelakaan kereta ini diperkirakan terjadi sekitar pukul 10.30 WIB atau 10.34 WIB, saat kereta melaju dari timur ke barat.
Jarak yang terlalu dekat dengan laju kereta api membuat mobil dan sepeda motor itu tidak dapat menghindar dari tabrakan keras.
Lokasi kecelakaan berada di perlintasan antara Stasiun Prambanan dan Stasiun Maguwo, Sleman. Perlintasan ini merupakan jalur vital yang menghubungkan Sleman menuju Piyungan, Bantul, hingga Gunungkidul.
Menurut keterangan saksi, kereta api sudah membunyikan klakson cukup lama dari arah timur. Namun, palang pintu kereta api di sisi utara dilaporkan tidak menutup saat kereta melintas.
Sirine palang pintu yang biasanya berbunyi juga tidak terdengar saat itu. Dugaan sementara, palang pintu berada dalam kondisi terbuka ketika kecelakaan terjadi.
Terdapat total sembilan korban dalam insiden ini, tiga di antaranya dilaporkan meninggal dunia. Seluruh korban jiwa yang tewas di tempat merupakan pengendara sepeda motor.
Korban meninggal dunia berjumlah tiga orang, salah satunya sedang berboncengan saat tabrakan berlangsung.
Korban tewas diidentifikasi sebagai G (Laki-laki) dari Klaten, S (Laki-laki) dari Yogyakarta, dan K (Perempuan) dari Yogyakarta.
Sementara itu, korban luka-luka tercatat berjumlah enam orang, bertambah dari laporan awal empat orang. Korban luka terdiri dari satu keluarga di dalam mobil dan dua orang pejalan kaki.
Empat korban luka di dalam mobil adalah satu keluarga dari Semarang, Jawa Tengah. Mereka adalah pengemudi mobil OE (L), NS (P) sang istri, dan dua anak balita, KM (P, 2 tahun) serta MA (L, 2 bulan).
Dua balita tersebut dirawat di Rumah Sakit Islam PDHI, sementara pasangan suami istri dirawat di RS Bhayangkara. Dua korban luka lainnya merupakan pejalan kaki, yaitu SA (L) dan anak balitanya EA (P, 1 tahun 7 bulan), keduanya dari Brebes.
Korban luka pejalan kaki ini berada tidak jauh dari perlintasan sebidang saat insiden terjadi. Mobil yang tertabrak kereta terpental kuat lalu menghantam pengendara sepeda motor lain di dekatnya.
Seluruh awak kereta api dan penumpang di dalamnya dilaporkan selamat. Kecelakaan ini awalnya sempat menghambat perjalanan kereta api lain.
Namun, perjalanan kereta kemudian berangsur normal kembali setelah mobil yang tertabrak tersingkir ke pinggir rel.
Manajer Humas PT Kereta Api Indonesia (KAI) Daop 6 Yogyakarta, Feni Novida Saragih, telah mengonfirmasi jumlah korban jiwa tersebut.
Feni menyatakan KAI sedang melakukan pendampingan penuh terhadap keluarga korban. Pendampingan tersebut termasuk mengurus administrasi yang dibutuhkan untuk proses pemakaman dan asuransi korban meninggal.
Baca Juga: Detik-Detik Kecelakaan Maut di Jalan Pahlawan Tulungagung Terekam CCTV SPBU, Dua Pemotor Tewas
KAI Daop 6 Yogyakarta hingga kini masih menyelidiki penyebab pasti kecelakaan maut yang menewaskan tiga orang ini.
Kapolsek Prambanan, Kompol Dede Setiyarto, dan Kasi Humas Polresta Sleman, AKP Salamun, turut memberikan keterangan resmi.
Kecelakaan kereta di Sleman ini bukan satu-satunya yang terjadi pada hari Selasa (4/11/2025) pagi itu. Sebelumnya, KA Lodaya sempat menabrak seorang pejalan kaki di jalur nonperlintasan di Sleman.
Pejalan kaki tersebut tewas di tempat, dan diduga korban memiliki gangguan pendengaran. KAI mengimbau masyarakat untuk selalu waspada dan berhati-hati saat melintas di perlintasan sebidang.
Masyarakat diimbau untuk melintas pada perlintasan resmi dan mematuhi rambu-rambu yang berlaku secara tertib. ****
Editor : Dharaka R. Perdana