Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

Waspada Banjir Rob, Supermoon Nanti Malam Bisa Picu Potensi Peningkatan Permukaan Laut di Pesisir

Ilma Nurrahma • Rabu, 5 November 2025 | 22:39 WIB

Fenomena Supermoon (Purnama Perigee) pada 5 November 2025 diperingatkan oleh Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) dapat memicu kenaikan permukaan laut (Media Indonesia)
Fenomena Supermoon (Purnama Perigee) pada 5 November 2025 diperingatkan oleh Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) dapat memicu kenaikan permukaan laut (Media Indonesia)

RADAR TULUNGAGUNG Warga pesisir mulai siaga menyambut potensi banjir rob yang meningkat hingga Senin (24/11/2025).

Fenomena Purnama Perigee pada 5 November 2025 membuat Bulan berada sangat dekat dengan Bumi sehingga gaya gravitasi laut meningkat.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika memperingatkan bahwa gelombang pasang maksimum lebih besar dari normal dan bisa menyebabkan genangan di wilayah pesisir.

Baca Juga: BMKG Peringatkan Periode Kritis Puncak Musim Hujan, Waspada Bencana Hidrometeorologi hingga Februari 2026

Menurut BMKG, fenomena Supermoon atau Purnama Perigee terjadi ketika Bulan berada dalam jarak terdekat dengan Bumi, yakni sekitar 356.980 km pada 5 November 2025 pukul 20.19 WIB.

Selanjutnya, titik perigee optimal tercatat pada 6 November pukul 05.28 WIB dengan jarak sekitar 356.833 km.

Karena jarak Bulan lebih dekat dari biasanya, gaya gravitasi Bulan terhadap Bumi sedikit lebih besar sehingga pasang maksimum di laut bisa meningkat.

BMKG mengingatkan masyarakat bahwa kondisi ini bisa memperberat risiko banjir rob (banjir pesisir akibat pasang laut) di lokasi-lokasi rawan.

Baca Juga: BMKG Ungkap Gempa Megathrust di Indonesia Hanya Tunggu Waktu, Ini 13 Zona Merah yang Wajib Diwaspadai

Kejadian di Lapangan dan Daerah Rawan

Hingga Senin (24/11/2025), beberapa titik pesisir di Indonesia telah melaporkan genangan air laut yang masuk daratan saat pasang maksimum.

Meskipun belum selalu mencapai skala besar, fenomena tersebut menjadi sinyal bahwa efek kombinasi Supermoon dan pasang mungkin sudah mulai terasa.

Wilayah yang biasanya rawan seperti pelabuhan, tambak, muara sungai ke laut, dan kawasan kota pesisir diimbau memperhatikan potensi penggenangan lebih cepat dari jadwal biasa.

BMKG dan instansi lokal disarankan menyediakan informasi cuaca dan kondisi pasang secara rutin ke masyarakat setempat untuk antisipasi dini.

Imbauan untuk Masyarakat Pesisir

Baca Juga: Dampak Supermoon bagi Bumi: Bisa Menimbulkan Pasang Naik Air Laut, Tapi Tidak Picu Gempa

Masyarakat yang tinggal atau beraktivitas di kawasan pesisir diimbau melakukan beberapa langkah berikut:

•Hindari tinggal atau menyimpan barang berharga di lantai dasar rumah jika lokasi Anda berada di zona rawan genangan laut.

•Perhatikan jadwal pasang maksimum laut yang biasa terjadi (misalnya malam hari atau dini hari) karena efek Supermoon dapat mempercepat dan menambah tingginya pasang.

•Pantau kanal informasi resmi seperti akun Instagram @tandawaktubmkg atau situs BMKG untuk update terbarunya.

•Jika terjadi genangan mendadak, segera pindah ke tempat yang lebih tinggi dan hindari arus laut kuat atau aliran air yang masuk ke daratan. ****

Editor : Dharaka R. Perdana
#bmkg #supermoon 5 november 2025 #banjir rob #supermoon 2025 #Purnama Perige