Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

Deretan Fenomena Astronomi November 2025, Supermoon Terbesar hingga Dua Hujan Meteor Hiasi Langit Indonesia

Ilma Nurrahma • Rabu, 5 November 2025 | 22:50 WIB

Bulan November 2025 dipenuhi berbagai fenomena langit menarik, mulai dari Supermoon terbesar tahun ini hingga dua hujan meteor yang bisa disaksikan di langit Indonesia.(Media Indonesia)
Bulan November 2025 dipenuhi berbagai fenomena langit menarik, mulai dari Supermoon terbesar tahun ini hingga dua hujan meteor yang bisa disaksikan di langit Indonesia.(Media Indonesia)

RADAR TULUNGAGUNG Langit Indonesia pada November 2025 akan menjadi panggung berbagai peristiwa langit spektakuler.

Dimulai dari Supermoon terbesar tahun ini hingga dua hujan meteor yang siap menyapa pengamat langit.

BMKG dan lembaga astronomi mengimbau masyarakat menyiapkan waktu terbaik untuk menikmati fenomena alam ini.

Baca Juga: Fenomena Gerhana Bulan, Keindahan Langit Malam yang Selalu Dinantikan Masyarakat Bumi

Supermoon Terbesar Terjadi 5 November 2025

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melaporkan bahwa Supermoon atau Bulan Purnama Perigee akan terjadi pada Rabu, 5 November 2025, pukul 20.19 WIB.

Fenomena ini disebut Supermoon terbesar tahun 2025, karena Bulan berada pada jarak terdekatnya dengan Bumi sekitar 356.980 kilometer.

Beberapa jam kemudian, tepatnya pada 6 November pukul 05.28 WIB, Bulan mencapai titik perigee maksimum di jarak 356.833 kilometer.

Kedekatan ini membuat Bulan tampak sekitar 14% lebih besar dan 30% lebih terang dibanding Purnama biasa.

Baca Juga: BMKG Peringatkan Periode Kritis Puncak Musim Hujan, Waspada Bencana Hidrometeorologi hingga Februari 2026

Namun BMKG juga mengingatkan, gravitasi Bulan yang lebih kuat saat Supermoon dapat memicu kenaikan pasang air laut atau banjir rob di wilayah pesisir.

Masyarakat di daerah pantai diimbau tetap waspada terhadap potensi genangan hingga akhir November.

Dua Hujan Meteor Taurid & Leonid Terangi Langit

Selain Supermoon, bulan ini juga akan diramaikan oleh dua hujan meteor tahunan, yakni  Taurid Selatan & Utara serta Leonid.

1. Hujan Meteor Taurid (5–12 November 2025)

Hujan meteor ini dikenal memiliki meteor lambat namun terang (fireball). Puncak intensitasnya terjadi pada 6–7 November 2025, bertepatan dengan fase Supermoon.

Meskipun cahaya Bulan yang terang dapat sedikit mengurangi visibilitas meteor, beberapa lintasan masih bisa terlihat dari arah timur setelah tengah malam.

2. Hujan Meteor Leonid (17–18 November 2025)

Salah satu hujan meteor paling terkenal, berasal dari sisa debu komet Tempel-Tuttle. Pada puncaknya, pengamat langit bisa melihat 10–15 meteor per jam di kondisi langit gelap.

Fenomena ini bisa diamati di seluruh wilayah Indonesia menjelang dini hari, dengan arah pandang ke rasi Leo di timur laut. ****

Baca Juga: Tips Memotret Supermoon 5 November 2025 dengan HP dan Kamera DSLR Agar Hasilnya Tajam dan Terang, Silakan Mencoba

Tips Menyaksikan Fenomena Astronomi dengan Aman

BMKG dan LAPAN memberikan beberapa tips agar masyarakat bisa menyaksikan fenomena astronomi November 2025 dengan maksimal:

- Pilih lokasi jauh dari cahaya kota (minim polusi cahaya).

- Siapkan kamera dengan mode malam atau tripod untuk hasil terbaik.

- Hindari menggunakan teleskop saat hujan meteor; cukup pandang dengan mata telanjang.

- Cek prakiraan cuaca dan posisi Bulan melalui aplikasi astronomi seperti Stellarium atau Sky Map. 

Editor : Dharaka R. Perdana
#hujan meteor #supermoon 5 november 2025 #fenomena alam #supermoon 2025 #Astronomi Indonesia