Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

Jawa Tengah Genjot Inovasi Pendidikan Vokasi untuk Jadi Penopang Utama Pangan dan Industri Nasional

Iqbal Pangestu • Sabtu, 8 November 2025 | 04:00 WIB

Sekretaris Daerah Jawa Tengah Sumarno mengunjungi stand pameran inovasi teknologi saat pembukaan Festival Panen Raya Berdikari Jawa Tengah Tahun 2025.
Sekretaris Daerah Jawa Tengah Sumarno mengunjungi stand pameran inovasi teknologi saat pembukaan Festival Panen Raya Berdikari Jawa Tengah Tahun 2025.

RADAR TULUNGAGUNG - Pemerintah Provinsi Jawa Tengah (Jateng) telah mengambil langkah strategis dengan melibatkan sektor pendidikan vokasi secara aktif.

Keterlibatan ini bertujuan mewujudkan Jateng sebagai provinsi penumpu pangan dan industri nasional.

Sekretaris Daerah Provinsi Jateng, Sumarno, menekankan pentingnya inovasi teknologi terapan dan keterampilan tenaga kerja.

Baca Juga: Mengupas Tuntas Definisi dan Keunggulan Pendidikan Vokasi, Jalur Cerdas Menuju Karir Hebat

Keduanya dibutuhkan untuk mencapai tujuan besar tersebut.

Hal ini disampaikan Sumarno saat membuka Festival Panen Raya Berdikari Jawa Tengah Tahun 2025 di Wisma Perdamaian, Kota Semarang, pada Kamis (6/11/2025).

Sumarno menyebutkan bahwa tujuan menjadikan Jateng sebagai penumpu pangan dan industri merupakan tantangan tersendiri.

Dua tujuan tersebut tampak seperti bertolak belakang, di satu sisi.

Baca Juga: Pendidikan Vokasi Jadi Fokus Prabowo Subianto untuk Mencetak Super Worker Nasional dan Migran Berkualitas Global

Namun, Sumarno meyakini keduanya dapat berjalan beriringan jika dikelola dengan baik.

Ia menyebut ini sebagai tantangan untuk menjadikan keduanya seimbang.

Keseimbangan ini akan menjadi potensi yang luar biasa di Jawa Tengah.

Sumarno juga menyampaikan terima kasihnya kepada sektor pendidikan vokasi di Jateng.

Kontribusi ini datang dari sekolah menengah kejuruan (SMK) dan perguruan tinggi vokasi.

Institusi vokasi ini mampu menampilkan karya-karya teknologi terapan yang relevan.

Karya-karya tersebut dipamerkan dalam acara yang bertajuk 'Panggung Inovasi Tepat Guna dan Sinergi Multipihak'.

Beberapa inovasi yang ditampilkan antara lain adalah alat pembuat pelet pakan ikan dan mesin pengolahan ikan.

Ada juga mesin yang memantau pengembangan tanaman salak, serta purwarupa alat untuk kebutuhan industri.

Baca Juga: Presiden Prabowo Tegaskan Penguatan Pendidikan Vokasi Jadi Kunci Utama Pengentasan Kemiskinan Nasional

Sumarno juga meminta bantuan lebih lanjut dari dunia pendidikan vokasi.

Permintaan ini untuk menyiapkan tenaga kerja yang kompetensinya sesuai kebutuhan industri.

Hal ini sesuai dengan yang diinginkan oleh Gubernur Jateng Ahmad Luthfi.

Gubernur ingin adanya kolaborasi untuk menangani masalah yang ada di Jawa Tengah.

Baca Juga: MTsN 3 Tulungagung Punya Gawe, Panen Raya dan Resmikan Studio Podcast plus Musik

Gubernur Luthfi bahkan sudah melakukan penandatanganan kerja sama dengan perguruan tinggi vokasi di Jateng.

Perjanjian ini dilakukan untuk memperkuat sinergi antara akademisi dan pemerintah.

Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi (Saintek) Prof. Fauzan turut hadir dalam acara tersebut.

Fauzan menyebut kehadiran perguruan tinggi diharapkan memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat.

Menurut Prof. Fauzan, pola kerja sama ini adalah ideal.

Kehadiran perguruan tinggi vokasi harus menjawab tantangan yang ada di Jateng.

Prof. Fauzan mencontohkan mesin pembuatan pakan ikan (pelet) lele yang dibuat dengan cara sederhana.

Mesin tersebut memiliki produktivitas tinggi dan kualitas pelet yang bagus.

Baca Juga: Dampak KJP 2025 terhadap Pendidikan di Jakarta: Bagaimana Bantuan Ini Meningkatkan Akses dan Kualitas Belajar Siswa?

Pelet yang dihasilkan memiliki daya apung lebih lama, yang meminimalkan terbuang sia-sia.

Kementerian terus mendorong inovasi yang dilakukan dunia pendidikan vokasi.

Inovasi tersebut harus fokus pada teknologi terapan dan menyelesaikan problem masyarakat.

Pemanfaatan inovasi teknologi dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat.***

Editor : Vidya Sajar Fitri
#Festival Panen Raya Berdikari Jawa Tengah Tahun 2025 #jawa tengah #pendidikan vokasi