Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

Arif Satria Resmi Pimpin BRIN, Presiden Prabowo Percayakan Tugas Besar Percepatan Riset Nasional

Iqbal Pangestu • Kamis, 13 November 2025 | 19:35 WIB

Arif Satria, mantan Rektor IPB, berjanji akan fokus meningkatkan jumlah peneliti di Indonesia yang saat ini masih tertinggal dibandingkan negara Asia lainnya, seperti Thailand dan Korea.
Arif Satria, mantan Rektor IPB, berjanji akan fokus meningkatkan jumlah peneliti di Indonesia yang saat ini masih tertinggal dibandingkan negara Asia lainnya, seperti Thailand dan Korea.

RADAR TULUNGAGUNG - Presiden Prabowo Subianto resmi melantik Arif Satria Kepala BRIN (Badan Riset dan Inovasi Nasional) pada hari Senin, 10 November 2025.

Pelantikan ini berlangsung di Istana Merdeka, Jakarta, menggantikan posisi yang sebelumnya dipegang oleh Laksana Tri Handoko.

Pengangkatan Arif Satria Kepala BRIN ditetapkan melalui Keputusan Presiden (Keppres) Nomor 123/P Tahun 2025.

Keppres ini ditetapkan tepat pada 10 November dan dibacakan oleh Nanik Purwanti, Deputi Bidang Administrasi dan Aparatur Kementerian Sekretariat Negara.

Setelah resmi dilantik, Arif Satria Kepala BRIN menyampaikan komitmennya untuk memperkuat kapasitas riset nasional.

Salah satu fokus utamanya adalah menambah jumlah peneliti di Indonesia yang saat ini masih tertinggal.

Baca Juga: Prabowo Lantik 9 Tokoh Nasional di Istana Merdeka, Komite Polri Siap Tuntaskan Reformasi Besar Kepolisian

Arif Satria tiba di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, sekitar pukul 14.30 WIB. Ia mengenakan pakaian sipil lengkap berwarna gelap dan berkopiah, didampingi putrinya.

Arif Satria mengaku mendapatkan undangan pelantikan tersebut pada pukul 12.30 WIB dari Sekretaris Kabinet.

Deputi Nanik Purwanti secara formal membacakan pengangkatan Arif Satria sebagai Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional.

Baca Juga: Presiden Prabowo Subianto Panggil Kepala BIN, Bahlil, dan Sjafrie Sjamsoeddin ke Kertanegara, Prioritaskan Pengembangan SDM STEM

Laksana Tri Handoko diketahui menjabat posisi tersebut sejak 28 April 2021. Kini jabatan Kepala BRIN telah beralih kepada Arif Satria, yang sebelumnya menjabat sebagai Rektor Institut Pertanian Bogor (IPB).

Arif Satria telah memimpin IPB sebagai rektor sejak tahun 2017. Ia bahkan diberi amanah untuk melanjutkan kepemimpinan IPB pada periode kedua, yaitu 2023–2028.

Kekuatan riset suatu negara dinilai bergantung pada lima faktor utama. Faktor-faktor tersebut meliputi jumlah dan kualitas peneliti, pendanaan, infrastruktur, serta ekosistem penelitian yang mendukung.

Arif Satria menyoroti bahwa jumlah peneliti di Indonesia per sejuta penduduk masih sangat kecil. Angka tersebut masih jauh tertinggal jika dibandingkan dengan negara-negara di kawasan Asia, seperti Thailand maupun Korea.

Oleh karena itu, ia berkomitmen bahwa jumlah peneliti harus ditingkatkan secara signifikan. Ia berjanji akan memperkuat talent management untuk mencapai tujuan ini.

Talent management ini bertujuan agar peneliti dengan dedikasi tinggi dapat berkembang. Peneliti yang bersemangat di bidangnya adalah modal penting bagi BRIN untuk melangkah lebih cepat.

Penguatan sumber daya manusia ini diharapkan mampu memberi dampak nyata bagi kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi. BRIN juga akan fokus pada sinergi dengan kementerian teknis.

Sinergi ini penting agar hasil-hasil riset dapat diimplementasikan menjadi kebijakan publik yang berdampak. Kementerian kerap mengambil keputusan berbasis regulasi, dan saatnya riset memberikan andil nyata.

Sebagai Kepala BRIN, Arif Satria menegaskan akan mengawal program prioritas yang dicanangkan Presiden Prabowo. Fokus utamanya akan diarahkan pada sektor pangan nasional.

Baca Juga: Ambisi Besar 2026, Kementerian Keuangan Purbaya Dorong RUU Redenominasi Rupiah Target Selesai Tiga Tahun

Ia menilai kebijakan pangan nasional harus ditopang oleh inovasi dan riset yang kuat. Pangan harus berbasis riset agar hasilnya berdampak besar bagi kemajuan bangsa.

Banyak invensi dan hasil riset dari lembaga riset dan perguruan tinggi yang perlu dikonsolidasikan. Hal ini dibutuhkan agar dampaknya dapat dirasakan oleh seluruh bangsa.

Melihat latar belakang pendidikannya, Arif Satria menyelesaikan studi sarjana di Program Studi Penyuluhan Pertanian IPB pada 1995. Ia kemudian melanjutkan gelar magister dari Program Sosiologi Pedesaan IPB, lulus tahun 1999.

Gelar doktornya diperoleh dari Kagoshima University, Jepang, dalam bidang Marine Policy pada 2006. Arif juga pernah menjalani program visiting student di Fisheries Center, University of British Columbia, Kanada.

Baca Juga: Ignasius Jonan Tegaskan Tak Bahas Whoosh Saat Bertemu Presiden Prabowo di Istana Negara

Karier akademik Arif Satria dimulai sebagai dosen pada 1997 di Jurusan Sosial Ekonomi Perikanan, Fakultas Perikanan IPB. Pada 2019, ia dikukuhkan sebagai Guru Besar Tetap di Fakultas Ekologi Manusia IPB.

Bidang keahlian yang dikukuhkannya adalah Ekologi Politik. Selain berkecimpung di dunia akademik, Arif Satria juga memiliki pengalaman di pemerintahan.

Ia pernah menjabat sebagai penasihat Menteri Kelautan dan Perikanan (KKP) sejak 2012 hingga 2019. Sebelumnya, ia juga menjadi Tim Ahli Menteri Kelautan dan Perikanan pada periode 2001–2002.

Arif juga aktif sebagai anggota di berbagai organisasi kelautan dan perikanan. Ia pernah menjadi Anggota Dewan Pengawas Perum Perikanan Indonesia dari 2013 hingga 2017.

Selain itu, ia pernah menjabat sebagai Anggota Dewan Kelautan Indonesia (2013–2017) dan Anggota Komisi Tuna Indonesia (2012–2014). Ia juga merupakan Anggota Komisi Nasional Pengkajian Sumberdaya Ikan dari 2008 hingga 2011.

Pelantikan ini menandai babak baru bagi upaya riset dan inovasi Indonesia di bawah kepemimpinan baru. Arif Satria siap melaksanakan tugas berat untuk membawa riset nasional setara dengan negara maju. ****

Editor : Dharaka R. Perdana
#BRIN #arif satria #Rektor IPB Arief Satria #peneliti #Prabowo Subianto