Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

Pasca-Penjarahan Agustus Kelabu, Rumah Anggota DPR Nonaktif Ahmad Sahroni di Tanjung Priok Diratakan dengan Tanah

Shofia Indana Zulfa • Jumat, 14 November 2025 | 21:05 WIB

Rumah Ahmad Sahroni di Tanjung Priok diratakan pascapenjarahan. Ia pilih bangun ulang dan tetap tinggal di kawasan tersebut. (sumutpos.jawapos.com)
Rumah Ahmad Sahroni di Tanjung Priok diratakan pascapenjarahan. Ia pilih bangun ulang dan tetap tinggal di kawasan tersebut. (sumutpos.jawapos.com)

RADAR TULUNGAGUNG – Rumah milik anggota DPR nonaktif, Ahmad Sahroni, yang terletak di kawasan padat penduduk Kebon Bawang, Tanjung Priok, Jakarta Utara, kini telah diratakan dengan tanah.

Keputusan pembongkaran ini diambil menyusul kerusakan parah yang dialami bangunan tersebut setelah menjadi sasaran penjarahan oleh massa tak dikenal pada kerusuhan yang terjadi akhir Agustus 2025 lalu.

Ahmad Sahroni, politikus yang dikenal sebagai crazy rich Tanjung Priok ini, menyatakan bahwa perobohan bangunan tiga lantai tersebut merupakan inisiatif pribadinya.

Keputusan merobohkan rumah dengan luas sekitar 400 meter persegi itu diambil karena kondisi bangunan sudah tidak layak huni atau "sudah enggak oke" setelah insiden penjarahan yang traumatis.

Baca Juga: Ahmad Sahroni Kembali Muncul ke Permukaan, Raih Gelar Doktor Ilmu Hukum Sambil Soroti Pemberantasan Korupsi

Massa penjarah, yang dilaporkan bukan warga sekitar, merusak dan menjarah barang-barang milik Bendahara Umum Partai NasDem tersebut.

Menariknya, saat penjarahan terjadi, Ahmad Sahroni diketahui sedang berada di dalam rumah, bersembunyi di lantai atas, dan bahkan sempat berpapasan dengan penjarah ketika berada di kamar mandi lantai atas.

Pembongkaran rumah yang terletak di jalan Swasembada Timur XXII ini sudah dimulai sejak Senin, 10 Oktober 2025, berdasarkan keterangan dari Abdullah, salah seorang pekerja di lokasi.

Menurut sumber lain, perobohan tersebut juga tercatat dimulai pada Senin, 10 November 2025. Langkah ini dilakukan untuk mempersiapkan pembangunan ulang di lokasi yang sama.

Ahmad Sahroni berencana membangun kembali rumahnya dengan struktur yang diklaim akan lebih kuat.

Dari pantauan yang dilakukan di lokasi, kondisi rumah tiga lantai tersebut saat ini hanya menyisakan puing-puing. Terlihat dua unit ekskavator berwarna kuning bekerja di atas tumpukan sisa bongkaran.

Material yang tersisa berupa kayu, besi, bebatuan, dan pipa paralon kecil yang menumpuk serta berserakan hingga ke jalan.

Debu dari reruntuhan bangunan beberapa kali berhamburan ke udara, meskipun beberapa pekerja terlihat menyiram air menggunakan selang ke arah pembongkaran untuk meminimalisasi debu.

Di depan lokasi rumah yang diratakan, terdapat lahan kosong yang dimanfaatkan oleh para pekerja untuk menaruh beberapa barang.

Di sana, terlihat tumpukan sisa besi dan sejumlah tabung oksigen tertata rapi. Selain itu, aktivitas pengangkutan puing berjalan lancar.

Baca Juga: Pasca Rumah Dijarah Massa, Politikus NasDem Ahmad Sahroni Muncul Virtual di Munas IMI Yogyakarta

Terlihat empat unit truk datang ke depan rumah untuk diisi dengan puing-puing bongkaran menggunakan mesin ekskavator.

Seorang pekerja terdengar meneriakkan peringatan agar mobil parkir paralel saat truk datang.

Para pekerja yang terlibat dalam proyek perobohan ini mengenakan seragam baju partai berwarna biru yang secara jelas bertuliskan nama Ahmad Sahroni.

Abdullah, salah seorang pekerja, menjelaskan bahwa saat ia mulai bekerja, barang-barang dari rumah yang luasnya sekitar 400 meter persegi itu sudah dirapikan, sehingga ia tidak mengetahui kondisi rumah sebelum dibongkar.

Meskipun mengalami kejadian yang sangat tidak menyenangkan, Sahroni memastikan bahwa insiden penjarahan dan kerusakan rumah ini tidak akan membuatnya lari dari akarnya.

“Gue enggak akan pindah ke mana-mana, gue tetap di sini dan tetap dengan kondisi yang sama,” tegas Sahroni, menunjukkan komitmennya untuk tetap tinggal di kawasan Tanjung Priok.

Rencananya, Sahroni tidak hanya akan merenovasi total rumahnya, tetapi juga berniat memperbaiki kendaraan pribadinya yang ikut menjadi perhatian publik pasca-penjarahan.

Ia bahkan sempat berkelakar mengenai rencana unik untuk mobilnya setelah renovasi selesai. “Nanti mobil gue ditaruh di dinding,” candanya.

Keputusan Ahmad Sahroni untuk merobohkan dan membangun ulang rumahnya ini muncul setelah ia dan Nafa Urbach dinonaktifkan sebagai anggota DPR RI, terhitung sejak 1 September 2025.

Walaupun demikian, Wakil Ketua DPR sempat menegaskan bahwa Sahroni belum mengundurkan diri sebagai anggota legislatif.

Pihak Puskapol UI sempat berpendapat bahwa putusan penonaktifan Sahroni dkk. mungkin hanya bertujuan meredam kemarahan rakyat.

Dengan perataan rumah yang menjadi saksi bisu kerusuhan akhir Agustus, Ahmad Sahroni kini siap memulai babak baru, membangun struktur yang lebih kokoh di lahan yang sama, sebagai penanda komitmennya terhadap lingkungan Tanjung Priok. ****

Editor : Dharaka R. Perdana
#Peristiwa #pembongkaran rumah #penjarahan #dpr ri #nasdem #tanjung priok #ahmad sahroni #jakarta utara