RADAR TULUNGAGUNG - Konflik raja kembar Keraton Surakarta Hadiningrat tampaknya semakin nyata.
Pasca KGPH Hangabehi dinobatkan sebagai Pakubuwono XIV oleh Lembaga Dewan Adat (LDA) Keraton Surakarta, pihak Keraton Surakarta Hadiningrat juga tidak mau ketinggalan.
Mereka akan menyelenggarakan sebuah upacara penting dalam tradisi adat Jawa, yaitu Jumeneng Dalem Nata Binayangkare untuk menobatkan Sampeyan Dalem Ingkang Sinuhun Kangjeng Susuhunan (S.I.S.K.S.) Pakoe Boewono Senapati ing Ngalaga Ngabdurrachman Sayyidin Panatagama, yang jumeneng kaping XIV ing Surakarta Hadiningrat.
Hal ini terlihat dalam unggahan di media sosial mereka. Upacara ini menjadi momen bersejarah bagi Keraton Surakarta sekaligus melanjutkan tradisi panjang penobatan raja yang telah berlangsung selama berabad-abad.
Makna Upacara Jumeneng Dalem
Dalam tradisi Keraton Surakarta, Jumeneng Dalem merupakan prosesi adat tertinggi saat seorang raja secara resmi dinobatkan sebagai penguasa dan pemangku paugeran (hukum adat).
Prosesi ini menandai legitimasi adat seorang raja baru, kesinambungan garis kepemimpinan trah Mataram Surakarta, pelestarian budaya dan nilai luhur keraton, serta penyatuan para sentana dalem, abdi dalem, dan masyarakat dalam satu upacara adat yang sakral.
Sebagai bentuk penghormatan kepada tradisi kalender Jawa dan adat keraton, upacara penobatan dilaksanakan pada Sabtu Legi, 24 Jumadil Awal DAL 1959 / 15 November 2025 pada pukul 10.00 WIB – selesai.
Lokasinya berada di Kagungan Dalem Sitihinggil, Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat
Sementara itu suasana di sekitar Keraton Surakarta Hadiningrat mendadak ramai dan penuh warna sejak Rabu (12/11).
Berbagai karangan bunga ucapan selamat mulai berdatangan dan menghiasi sejumlah area.
Menyusul informasi terkait penobatan KGPH Purbaya sebagai raja Keraton Surakarta, Sabtu (15/11/2025).
Informasi penobatan Gusti Purbaya sebagai raja Keraton Kasunanan Surakarta telah dikonfirmasi kebenarannya oleh GKR Timoer Rumbay Kusuma Dewayani, salah satu Panitia Pelaksana Jumenengan PB XIV, yang juga putri tertua PB XIII Hangabehi.
"(Surat undangan jumenengan) yang beredar adalah benar dan sah dikeluarkan oleh panitia jumenengan," kata GKR Timoer seperti dikutip dari Radar Solo. ****
Editor : Dharaka R. Perdana