Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

Kontroversi Ahli Gizi MBG Viral, Wakil Ketua DPR Cucun Ahmad Syamsurijal Klarifikasi dan Sampaikan Maaf

Iqbal Pangestu • Selasa, 18 November 2025 | 18:03 WIB

Kontroversi Ahli Gizi MBG viral, Wakil Ketua DPR Cucun Ahmad Syamsurijal angkat suara, memberikan klarifikasi sekaligus menyampaikan permintaan maaf.
Kontroversi Ahli Gizi MBG viral, Wakil Ketua DPR Cucun Ahmad Syamsurijal angkat suara, memberikan klarifikasi sekaligus menyampaikan permintaan maaf.

RADAR TULUNGAGUNG - Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Cucun Ahmad Syamsurijal kini tengah menjadi sorotan publik yang luas.

Hal ini dipicu oleh ucapannya yang viral di media sosial terkait program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Ucapan kontroversial tersebut menyinggung polemik penempatan tenaga Ahli Gizi MBG di dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).

Berkas video pernyataan Cucun beredar luas dan memicu kritik serta reaksi keras.

Perkara yang membuat Cucun Ahmad Syamsurijal menjadi perbincangan bermula dari sebuah forum pertemuan di Bandung.

Dalam forum itu, seorang ahli gizi mengusulkan agar istilah ahli gizi tidak digunakan jika yang direkrut adalah non-gizi.

Baca Juga: Kandungan Gizi dan Manfaat Kacang Hijau untuk Tubuh, Rahasia Makanan Sehat yang Murah dan Bergizi

Cucun menanggapi usulan tersebut dengan menyatakan bahwa pembicaraan peserta terlalu panjang. Ia juga menuding peserta tersebut bersikap arogan di depan umum.

"Saya enggak suka anak muda arogan kayak gini," ujar Cucun saat memotong pandangan peserta. Ia menegaskan bahwa dirinya adalah pembuat kebijakan negara.

Dalam video yang viral, Cucun sempat mengatakan tidak perlu ada ahli gizi atau Persagi. Ia menyebut DPR bisa memutuskan hal tersebut dengan memegang palu.

Baca Juga: SPPG Polres Tulungagung Menjadi SPPG Pertama yang Meraih SLHS dalam Penyelenggaraan Program MBG di Kabupaten Tulungagung

Cucun menyatakan bahwa yang diperlukan hanyalah tenaga yang mengawasi gizi.

Menurutnya, kritik yang disampaikan itu hanyalah bentuk ego para ahli gizi.

Dia yakin bahwa tenaga pengawas gizi bisa diisi oleh fresh graduate. Mereka bisa dilatih selama tiga bulan oleh Dinas Kesehatan setempat.

Cucun juga sempat menyampaikan rencana untuk mengubah diksi “ahli gizi” menjadi “tenaga yang menangani gizi”. Ia siap menyelesaikan perubahan diksi ini di DPR.

Dalam penjelasannya pada Senin, 17 November 2025, Cucun memberikan klarifikasi. Ia menyebut tanggapannya merupakan penegasan dari rapat Komisi IX DPR dan Badan Gizi Nasional (BGN).

BGN sebelumnya membuka wacana penempatan non-ahli gizi di SPPG karena adanya kelangkaan tenaga. Namun, hal ini diprotes oleh ahli gizi.

Cucun mengklaim bahwa ahli gizi sendiri yang mengusulkan pengubahan istilah tersebut. Tetapi ia menjelaskan hal itu tidak mungkin dilakukan.

Baca Juga: Legislator Tulungagung Soroti Kelayakan MBG, Bupati Gatut Sunu Minta SPPG Transparan

Alasan tidak mungkin diubahnya istilah tersebut karena sudah tertuang dalam peraturan presiden (Perpres). Ia juga mengklaim tujuannya adalah agar profesi ahli gizi tidak tersingkir.

Akun Instagram resmi Cucun Syamsurijal @cucunsyamsurijal dipenuhi komentar pedas. Warganet mengecam pernyataannya yang menyebut ahli gizi tidak dibutuhkan dalam MBG.

Warganet menuding Cucun bersikap arogan dan menghina profesi mereka. Beberapa akun mendesak agar Cucun segera menyampaikan permohonan maaf.

Tanggapan tersebut akhirnya berujung pada permintaan maaf dari Wakil Ketua DPR RI tersebut. Cucun telah menyampaikannya lewat media sosial pribadinya.

Ia juga menggelar pertemuan pada Senin, 17 November 2025 di Kompleks DPR. Pertemuan itu bertujuan untuk membahas polemik yang terjadi.

Baca Juga: Dukung Gizi Anak Bangsa, Dapur SPPG Polres Blora Layani 2.515 Penerima Manfaat melalui Program MBG

Pertemuan tersebut dihadiri oleh Ketua Persatuan Ahli Gizi Indonesia (Persagi), Doddy Izwardy. Turut hadir pula Wakil Kepala BGN Sonny Indrajaya.

Mereka membicarakan kerja sama antara BGN dan Persagi. Kerja sama ini penting dalam rangka percepatan operasional program MBG.

Peserta forum di Bandung menyarankan agar BGN menjalin kerja sama dengan Persagi. Penanganan gizi penerima manfaat MBG harus ditangani tenaga yang kompeten.

Cucun Syamsurijal, dari Fraksi PKB, meminta maaf apabila responsnya dianggap menyinggung profesi. Ia menekankan bahwa pemikiran Ketua Persagi sangat luar biasa.***

Editor : Vidya Sajar Fitri
#MBG #persagi #ahli gizi #Cucun Ahmad Sjamsurijal #dpr